alexametrics
28.2 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Bisa Ada Tersangka Baru Kasus Korupsi Pasar Pragaan

SUMENEP – Perkara korupsi proyek Pasar Pragaan menjadi atensi khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep. Korps Adhyaksa itu berjanji akan mengusut tuntas skandal korupsi yang merugikan uang negara hingga Rp 676,8 juta tersebut. Kejari membuka peluang akan ada tersangka baru dari proyek pasar yang digelar pada 2014 silam itu.

Kasipidsus Kejari Sumenep Herpin Hadat memaparkan bahwa peluang adanya tersangka baru terbuka lebar. Akan tetapi, pihaknya tidak bisa membukanya sekarang. Sebab, kejari masih menunggu penjelasan para tersangka di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya awal 2019.

”Tidak menutup kemungkinan di fakta persidangan akan ada tersangka baru jika ada pihak-pihak yang menikmati kerugian negara,” jelas Herpin. ”Intinya, itu masih terbuka,” tegasnya.

Baca Juga :  2 Tahun Kasus KDRT Tak Diproses

Herpin meminta dua tersangka, yakni Babur Rahman selaku kontraktor dan Koko Andriyanto selaku konsultan pengawas, buka-bukaan di persidangan. Menurut dia, lebih baik keduanya menceritakan apa adanya.

Hal itu akan memperlancar upaya kejaksaan membongkar kasus korupsi tersebut. ”Harapan kami, penuntut umum untuk tersangka menceritakan kronologi tindak pidana itu secara terang benderang. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Itu saja,” pintaya.

Apakah bisa dua tersangka menjadi justice collaborator? Menurut Herpin, hal itu bisa saja dilakukan. Dengan catatan, memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah diatur. ”Yang pertama, dia harus bekerja sama dengan penuntut umum akan mengungkap perkara ini terang benderang dan memberi tahu bahwa ini loh cerita yang sesungguhnya dengan menandatangani pakta integritas,” jelas Herpin.

Baca Juga :  Cekcok Masalah Utang Rp 200 Ribu Berujung Pembacokan

”Tentunya sudah harus membayar kerugian negara. Itu harus diajukan sebelum penuntutan, sebelum persidangan,” tandas dia.

SUMENEP – Perkara korupsi proyek Pasar Pragaan menjadi atensi khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep. Korps Adhyaksa itu berjanji akan mengusut tuntas skandal korupsi yang merugikan uang negara hingga Rp 676,8 juta tersebut. Kejari membuka peluang akan ada tersangka baru dari proyek pasar yang digelar pada 2014 silam itu.

Kasipidsus Kejari Sumenep Herpin Hadat memaparkan bahwa peluang adanya tersangka baru terbuka lebar. Akan tetapi, pihaknya tidak bisa membukanya sekarang. Sebab, kejari masih menunggu penjelasan para tersangka di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya awal 2019.

”Tidak menutup kemungkinan di fakta persidangan akan ada tersangka baru jika ada pihak-pihak yang menikmati kerugian negara,” jelas Herpin. ”Intinya, itu masih terbuka,” tegasnya.

Baca Juga :  Kejari Tunggu Tanggal Bagus, Untuk Pelimpahan Berkas Dua Kasus Korupsi


Herpin meminta dua tersangka, yakni Babur Rahman selaku kontraktor dan Koko Andriyanto selaku konsultan pengawas, buka-bukaan di persidangan. Menurut dia, lebih baik keduanya menceritakan apa adanya.

Hal itu akan memperlancar upaya kejaksaan membongkar kasus korupsi tersebut. ”Harapan kami, penuntut umum untuk tersangka menceritakan kronologi tindak pidana itu secara terang benderang. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Itu saja,” pintaya.

Apakah bisa dua tersangka menjadi justice collaborator? Menurut Herpin, hal itu bisa saja dilakukan. Dengan catatan, memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah diatur. ”Yang pertama, dia harus bekerja sama dengan penuntut umum akan mengungkap perkara ini terang benderang dan memberi tahu bahwa ini loh cerita yang sesungguhnya dengan menandatangani pakta integritas,” jelas Herpin.

Baca Juga :  Wujud Pengabdian Said Abdullah pada Ponpes

”Tentunya sudah harus membayar kerugian negara. Itu harus diajukan sebelum penuntutan, sebelum persidangan,” tandas dia.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/