alexametrics
25.2 C
Madura
Tuesday, August 16, 2022

Wakil Rakyat Minta Gelorakan Gerakan Berwisata

PAMEKASAN – Objek wisata di Pamekasan memang kalah banyak jika dibanding dengan yang ada di Sumenep. Akan tetapi, hal itu bukan alasan untuk tidak menarik wisatawan datang ke Kota Gerbang Salam. Sebab masih ada banyak hal yang bisa dijual bagi para pelancong.

Demikian disampaikan Ketua Fraksi Demokrat Moh. Ali Sabtu (25/11). Menurut dia, Pamekasan merupakan kota perlintasan. Para pelancong yang ingin berlibur ke Sumenep dengan jalur darat pasti melintasi Pamekasan.

Itulah yang menjadi nilai tawar bagi Pamekasan. Karena itu, meski dengan keterbatasan objek wisata, tetap saja Pamekasan memiliki daya tarik. Dengan syarat, upaya menggerakkan semangat berwisata ke Kota Gerbang Salam terus digalakkan.

”Slogan seperti Ayo Mampir Pamekasan perlu terus digelorakan. Baik oleh pemerintah daerah, pelaku wisata, atau masyarakat umum,” ujar Ali.

Baca Juga :  Komisi C SebutĀ Ada Konspirasi Peruntukan Pengganti DAK

Masing-masing pihak, tegas Ali, punya tanggung jawab berbeda. Pemerintah bertugas menyediakan infrastruktur dan fasilitas wisata. Pengelola atau pelaku wisata bisa mengemas objek wisata hingga mengesankan bagi pengunjung. Jika penyambutan baik, wisatawan akan datang kembali.

”Sedangkan masyarakat bertugas memberi rasa aman dan mengamankan area sekitar wisata. Jangan sampai ada kriminalitas di area wisata. Itu akan membuat wisatawan takut untuk berkunjung,” tegasnya.

Di Pamekasan, lanjut politikus asal pantura tersebut, ada beberapa objek yang layak jual. Selain Api Tak Kunjung Padam, ada pula wisata religi Batu Ampar, Makam Joko Tarub, dan lainnya. Ada pula wisata Pantai Jumiang dan Pantai Talang Siring yang juga bisa disulap agar bernilai wisata tinggi.

Baca Juga :  Spiritualisme Hujan

”Yang dikelola swasta juga mulai bermunculan. Ada Bukit Cinta SPM, Bukit Brukoh, dan lain-lain. Tinggal bagaimana potensi yang ada dikembangkan dan dipromosikan,” tukasnya.

Ajakan Ali ini sebenarnya telah disambut oleh para pelaku wisata. Pokdarwis Jumiang misalnya kini menggelorakannya melalui media sosial (medsos). Mereka memanfaatkan medsos seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan lainnya untuk mempromosikan wisata.

Wakil Ketua Pokdarwis Jumiang Saleh mengatakan bahwa gerakan ajakan berwisata di medsos untuk mendongkrak pengunjung. Dia juga mengajak seluruh elemen untuk peduli dengan pariwisata di Pamekasan. ”Yuk, jadikan Madura sebagai pulau wisata dan Pamekasan sebagai kota wisata,” ajaknya.

 

PAMEKASAN – Objek wisata di Pamekasan memang kalah banyak jika dibanding dengan yang ada di Sumenep. Akan tetapi, hal itu bukan alasan untuk tidak menarik wisatawan datang ke Kota Gerbang Salam. Sebab masih ada banyak hal yang bisa dijual bagi para pelancong.

Demikian disampaikan Ketua Fraksi Demokrat Moh. Ali Sabtu (25/11). Menurut dia, Pamekasan merupakan kota perlintasan. Para pelancong yang ingin berlibur ke Sumenep dengan jalur darat pasti melintasi Pamekasan.

Itulah yang menjadi nilai tawar bagi Pamekasan. Karena itu, meski dengan keterbatasan objek wisata, tetap saja Pamekasan memiliki daya tarik. Dengan syarat, upaya menggerakkan semangat berwisata ke Kota Gerbang Salam terus digalakkan.


”Slogan seperti Ayo Mampir Pamekasan perlu terus digelorakan. Baik oleh pemerintah daerah, pelaku wisata, atau masyarakat umum,” ujar Ali.

Baca Juga :  Pemkab Pamekasan Dukung Vaksin Merah Putih

Masing-masing pihak, tegas Ali, punya tanggung jawab berbeda. Pemerintah bertugas menyediakan infrastruktur dan fasilitas wisata. Pengelola atau pelaku wisata bisa mengemas objek wisata hingga mengesankan bagi pengunjung. Jika penyambutan baik, wisatawan akan datang kembali.

”Sedangkan masyarakat bertugas memberi rasa aman dan mengamankan area sekitar wisata. Jangan sampai ada kriminalitas di area wisata. Itu akan membuat wisatawan takut untuk berkunjung,” tegasnya.

Di Pamekasan, lanjut politikus asal pantura tersebut, ada beberapa objek yang layak jual. Selain Api Tak Kunjung Padam, ada pula wisata religi Batu Ampar, Makam Joko Tarub, dan lainnya. Ada pula wisata Pantai Jumiang dan Pantai Talang Siring yang juga bisa disulap agar bernilai wisata tinggi.

Baca Juga :  Pamekasan Lumbung Rokok Bodong
- Advertisement -

”Yang dikelola swasta juga mulai bermunculan. Ada Bukit Cinta SPM, Bukit Brukoh, dan lain-lain. Tinggal bagaimana potensi yang ada dikembangkan dan dipromosikan,” tukasnya.

Ajakan Ali ini sebenarnya telah disambut oleh para pelaku wisata. Pokdarwis Jumiang misalnya kini menggelorakannya melalui media sosial (medsos). Mereka memanfaatkan medsos seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan lainnya untuk mempromosikan wisata.

Wakil Ketua Pokdarwis Jumiang Saleh mengatakan bahwa gerakan ajakan berwisata di medsos untuk mendongkrak pengunjung. Dia juga mengajak seluruh elemen untuk peduli dengan pariwisata di Pamekasan. ”Yuk, jadikan Madura sebagai pulau wisata dan Pamekasan sebagai kota wisata,” ajaknya.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/