alexametrics
21.6 C
Madura
Friday, May 27, 2022

Bupati-Wabup Kompak Tak Hadiri Paripurna

BANGKALAN – DPRD bersama Pemkab Bangkalan menggelar rapat paripurna Senin (25/9). Agendanya, penyampaian jawaban bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan APBD Perubahan Bangkalan 2017.

Sayang, Bupati Bangkalan Muh. Makmun Ibnu Fuad tidak hadir. Bahkan, Wakil Bupati Mondir A. Rofii juga absen di rapat paripurna kemarin. Jawaban bupati atas pandangan umum fraksi diwakilkan kepada Sekkab Bangkalan Eddy Moeljono.

Eddy menyatakan, ketidakhadiran bupati tidak mengurangi esensi jawaban atas pandangan fraksi-fraksi. ”Rancangan secara umum sudah disepakati. Misalnya soal peningkatan PAD, penurunan dana perimbangan, dan lainnya itu sudah klir,” ucapnya.

Termasuk anggaran kegiatan yang dialihkan untuk program lain selesai dibahas. Contohnya, rehab gedung DPRD Bangkalan yang dianggarkan Rp 15 miliar. Anggaran tersebut dialihkan untuk panwaslu, kedudukan keuangan DPRD, dan kegiatan yang sifatnya mendesak.

Baca Juga :  Keluh Kesah Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)

”Semua itu dibahas di masing-masing komisi bersama mitra kerja. Tunggu saja hasil pembahasannya seperti apa,” ujar Eddy. Setelah pembahasan selesai, digelar rapat pandangan akhir (PA) sekaligus penetapan APBD Perubahan 2017.

Apakah tidak terlambat? Eddy mengatakan, selama setiap kegiatan lancar dan tidak ada penundaan, tidak akan terlambat. ”Asalkan, antara pemkab dan DPRD bersatu padu menyelesaikan pembahasan RAPBD perubahan ini,” imbuhnya.

Wakil Ketua DPRD Bangkalan Abdurrahman yang memimpin rapat paripurna mengatakan, agenda berikutnya pembahasan di masing-masing komisi. Dia berharap semua bekerja maksimal dan sesuai jadwal.

BANGKALAN – DPRD bersama Pemkab Bangkalan menggelar rapat paripurna Senin (25/9). Agendanya, penyampaian jawaban bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan APBD Perubahan Bangkalan 2017.

Sayang, Bupati Bangkalan Muh. Makmun Ibnu Fuad tidak hadir. Bahkan, Wakil Bupati Mondir A. Rofii juga absen di rapat paripurna kemarin. Jawaban bupati atas pandangan umum fraksi diwakilkan kepada Sekkab Bangkalan Eddy Moeljono.

Eddy menyatakan, ketidakhadiran bupati tidak mengurangi esensi jawaban atas pandangan fraksi-fraksi. ”Rancangan secara umum sudah disepakati. Misalnya soal peningkatan PAD, penurunan dana perimbangan, dan lainnya itu sudah klir,” ucapnya.


Termasuk anggaran kegiatan yang dialihkan untuk program lain selesai dibahas. Contohnya, rehab gedung DPRD Bangkalan yang dianggarkan Rp 15 miliar. Anggaran tersebut dialihkan untuk panwaslu, kedudukan keuangan DPRD, dan kegiatan yang sifatnya mendesak.

Baca Juga :  DPRD Pamekasan Tagih Janji Revisi HPP Garam

”Semua itu dibahas di masing-masing komisi bersama mitra kerja. Tunggu saja hasil pembahasannya seperti apa,” ujar Eddy. Setelah pembahasan selesai, digelar rapat pandangan akhir (PA) sekaligus penetapan APBD Perubahan 2017.

Apakah tidak terlambat? Eddy mengatakan, selama setiap kegiatan lancar dan tidak ada penundaan, tidak akan terlambat. ”Asalkan, antara pemkab dan DPRD bersatu padu menyelesaikan pembahasan RAPBD perubahan ini,” imbuhnya.

Wakil Ketua DPRD Bangkalan Abdurrahman yang memimpin rapat paripurna mengatakan, agenda berikutnya pembahasan di masing-masing komisi. Dia berharap semua bekerja maksimal dan sesuai jadwal.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/