alexametrics
20.3 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Selidiki Kasus Penembakan Pak Haji, Polres Sampang Periksa Tiga Saksi

SAMPANG – Kasus penembakan warga Desa Pecangga’an, Kecamatan Pangarengan sampai saat ini masih diselidiki polisi. Namun informasinya, jalannya penyelidikan tersendat karena tidak ada saksi yang melihat langsung peristiwa penembakan H Sattar tersebut.

Kasubbaghumas Ipda Eko Puji Waluyo mewakili Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman menegaskan, pihaknya akan terus menyelidiki kasus tersebut. “Kami sudah memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan,” katanya.

Menurut Eko, sampai saat ini baru ada tiga saksi yang dimintai keterangannya oleh polisi pada Jumat lalu (24/5). Rinciannya keponakan, putra dan istri korban. “Terus terang saja, kami terkendala di saksi. Sebab, saksinya benar-benar minim,” imbuhnya.

Dijelaskan, keponakan korban yang berusia 18 tahun pada saat kejadian sudah mencoba mengejar pelaku. Tapi karena karena sendirian dan diacungi pistol, akhirnya memilih mundur. “Kami akan berupaya sekuat tenaga mengungkap kasus ini,” janjinya.

Baca Juga :  Langganan Banjir, SMKN 1 Sampang Berharap Tahun Ini Aman

Eko menambahkan, polisi tentunya akan terus melakukan penyelidikan dan mendalami keterangan para saksi. Termasuk, mengembangkan informasi yang ada di lapangan. “Sehingga, identitas tersangka terungkap dan segera ditangkap,” tegasnya.

Perlu diketahui, H Sattar ditembak Orang Tidak Dikenal (OTD) pada Kamis (23/5) sekitar pukul 18.30. Sebelum didor, pak haji hendak salat tarawih ke masjid Desa Pecangga’an. Pria 49 tahun itu mengalami luka tembak di jari dan paha kiri. (Moh Iqbal)

SAMPANG – Kasus penembakan warga Desa Pecangga’an, Kecamatan Pangarengan sampai saat ini masih diselidiki polisi. Namun informasinya, jalannya penyelidikan tersendat karena tidak ada saksi yang melihat langsung peristiwa penembakan H Sattar tersebut.

Kasubbaghumas Ipda Eko Puji Waluyo mewakili Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman menegaskan, pihaknya akan terus menyelidiki kasus tersebut. “Kami sudah memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan,” katanya.

Menurut Eko, sampai saat ini baru ada tiga saksi yang dimintai keterangannya oleh polisi pada Jumat lalu (24/5). Rinciannya keponakan, putra dan istri korban. “Terus terang saja, kami terkendala di saksi. Sebab, saksinya benar-benar minim,” imbuhnya.


Dijelaskan, keponakan korban yang berusia 18 tahun pada saat kejadian sudah mencoba mengejar pelaku. Tapi karena karena sendirian dan diacungi pistol, akhirnya memilih mundur. “Kami akan berupaya sekuat tenaga mengungkap kasus ini,” janjinya.

Baca Juga :  Bangkalan 11, Sampang 11, dan Pamekasan 7

Eko menambahkan, polisi tentunya akan terus melakukan penyelidikan dan mendalami keterangan para saksi. Termasuk, mengembangkan informasi yang ada di lapangan. “Sehingga, identitas tersangka terungkap dan segera ditangkap,” tegasnya.

Perlu diketahui, H Sattar ditembak Orang Tidak Dikenal (OTD) pada Kamis (23/5) sekitar pukul 18.30. Sebelum didor, pak haji hendak salat tarawih ke masjid Desa Pecangga’an. Pria 49 tahun itu mengalami luka tembak di jari dan paha kiri. (Moh Iqbal)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Bupati Warning Prokes-Netralitas Panitia

Elegi Reklamasi

Kerras Ta’ Akerres

Artikel Terbaru

/