alexametrics
26.5 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Mahasiswa Soroti Peredaran Narkoba

PAMEKASAN – Peredaran narkoba di Pamekasan yang masih marak mendapatkan sorotan aktivis mahasiswa. Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan kemarin menemui Komisi IV DPRD Pamekasan kemarin (25/2).

Ketua Umum HMI Cabang Pamekasan Akhmad Hokim mengatakan, kasus narkoba di Kota Gerbang Salam masih menjadi masalah serius. Hokim mengungkapkan, pada 2018 sekitar 68 kasus dan 98 tersangka. Perinciannya, umur 15–19 tahun enam tersangka, 29–24 tahun 37 tersangka, 25–64 tahun 54 tersangka, dan 65 tahun satu tersangka.

Profesi tersangka juga beragam. Dari unsur swasta 85 orang, oknum satpam 1 orang,  wartawan 1 orang, tunakarya 3 orang, nelayan 2 orang, petani 1 orang, dan oknum Polri 1 orang.  ”Ini harus menjadi perhatian serius oleh pihak terkait,” terangnya.

Baca Juga :  Halangi Penegakan Hukum Kasus Narkoba, Kapolres Siapkan Sanksi Pidana

Karena itu, dia mendesak Pemkab Pamekasan dan aparat serius mengentaskan kasus peredaran penyalahgunaan narkoba. Sosialisasi harus lebih digencarkan kepada masyarakat. ”Kami berharap masyarakat di perdesaan perlu diberikan pemahaman bahaya penyalahgunaan narkoba,” harapnya.

Pengurus Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Pamekasan Ridawati mengaku selama ini pihaknya telah maksimal menyosialisasikan bahaya narkoba. Baik kepada siswa, guru, dan elemen masyarakat lain. ”Bahkan sidak tes urine di berbagai tempat,” terangnya.

Kendati demikian, dia mengakui masih banyak juga yang belum tersentuh sosialisasi. Karena itu, dia berharap masyarakat ikut serta mengawal dan mencegah peredaran penyalahgunaan narkoba. ”Kami berharap ada juga partisipasi dari masyarakat. Kami juga berencana akan melibatkan HMI dalam sektor ini,” terangnya.

Baca Juga :  Istri Baru Melahirkan, Warga Bangkalan Disel Polisi Gegara Curi Motor

Kasatnarkoba Polres Pamekasan AKP Mohammad Saiful berjanji akan semakin maksimal menindak kasus narkoba. Jika ada yang terlibat dalam kasus tersebut akan memprosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku. ”Kepada adik-adik HMI, kami juga telah sampaikan beberapa kasus yang sudah ditangani aparat,” katanya.

PAMEKASAN – Peredaran narkoba di Pamekasan yang masih marak mendapatkan sorotan aktivis mahasiswa. Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan kemarin menemui Komisi IV DPRD Pamekasan kemarin (25/2).

Ketua Umum HMI Cabang Pamekasan Akhmad Hokim mengatakan, kasus narkoba di Kota Gerbang Salam masih menjadi masalah serius. Hokim mengungkapkan, pada 2018 sekitar 68 kasus dan 98 tersangka. Perinciannya, umur 15–19 tahun enam tersangka, 29–24 tahun 37 tersangka, 25–64 tahun 54 tersangka, dan 65 tahun satu tersangka.

Profesi tersangka juga beragam. Dari unsur swasta 85 orang, oknum satpam 1 orang,  wartawan 1 orang, tunakarya 3 orang, nelayan 2 orang, petani 1 orang, dan oknum Polri 1 orang.  ”Ini harus menjadi perhatian serius oleh pihak terkait,” terangnya.

Baca Juga :  Desak Kejari Tuntaskan Kasus Raskin Pakondang

Karena itu, dia mendesak Pemkab Pamekasan dan aparat serius mengentaskan kasus peredaran penyalahgunaan narkoba. Sosialisasi harus lebih digencarkan kepada masyarakat. ”Kami berharap masyarakat di perdesaan perlu diberikan pemahaman bahaya penyalahgunaan narkoba,” harapnya.

Pengurus Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Pamekasan Ridawati mengaku selama ini pihaknya telah maksimal menyosialisasikan bahaya narkoba. Baik kepada siswa, guru, dan elemen masyarakat lain. ”Bahkan sidak tes urine di berbagai tempat,” terangnya.

Kendati demikian, dia mengakui masih banyak juga yang belum tersentuh sosialisasi. Karena itu, dia berharap masyarakat ikut serta mengawal dan mencegah peredaran penyalahgunaan narkoba. ”Kami berharap ada juga partisipasi dari masyarakat. Kami juga berencana akan melibatkan HMI dalam sektor ini,” terangnya.

Baca Juga :  TKI Asal Pamekasan Terjerat Kasus 5 Kg Sabu-Sabu

Kasatnarkoba Polres Pamekasan AKP Mohammad Saiful berjanji akan semakin maksimal menindak kasus narkoba. Jika ada yang terlibat dalam kasus tersebut akan memprosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku. ”Kepada adik-adik HMI, kami juga telah sampaikan beberapa kasus yang sudah ditangani aparat,” katanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/