alexametrics
28.2 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

KBRI: Dua TKI Asal Sampang Terlibat Perampokan

SAMPANG – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia memastikan dua TKI asal Sampang yang tewas ditembak polisi dua bulan lalu terlibat kasus perampokan. Demikian disampaikan Agus Badrul Jamal, koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI di Malaysia, Minggu (25/2).

Dia mengungkapkan, berdasar informasi yang diterima dari kepolisian Malaysia, dua TKI asal Sampang ditembak mati karena tertangkap tangan melakukan perampokan di wilayah Shah Alam. Pihak KBRI lalu melakukan pencarian ahli waris korban dengan melibatkan LP3TKI Surabaya.

Hasilnya, KBRI menemukan ahli waris dua TKI itu di Sampang. ”Mereka merampok menggunakan senjata. Ditembak karena melawan polisi,” katanya.

Setelah ditemukan, KBRI meminta supaya ahli waris datang langsung ke Malaysia untuk dites DNA. Itu permintaan polisi Malaysia. Namun, pihak ahli waris tak menghendaki hal itu. ”Karena tak mau hadir langsung ke Malaysia, makanya prosesnya lama,” terang dia.

KBRI di Malaysia, lanjut Agus, membutuhkan pendekatan personal untuk bisa memberikan izin kuasa ahli waris mewakili ahli waris mengklaim jenazah dua TKI. Setelah melalui pendekatan, pihak kepolisian Malaysia membolehkan kuasa ahli waris yang datang mengambil jenazah. ”Itu pun dengan syarat ada surat pengesahan dari KBRI,” paparnya.

Baca Juga :  Tukang Becak Mencari Keadilan

KBRI memastikan terlebih dahulu ahli waris yang benar-benar berhak mengklaim jenazah kepada BNP2TKI, Kemenlu, dan LP3TKI Surabaya. Dengan demikian, dua jenazah TKI itu bisa dipulangkan ke Sampang pada Sabtu (24/2).

Atas kejadian itu, KBRI berharap warga negara Indonesia (WNI) yang ada di Malaysia bekerja sesuai aturan yang berlaku. Selain itu, TKI hendaknya bekerja dengan sungguh-sungguh dan menjaga persatuan dan kesatuan serta silaturahmi antarwarga. ”Taati peraturan di Indonesia maupun di Malaysia,” pungkasnya.

Ach. Sabra’i, kepala Desa Karang Anyar, Kecamatan Ketapang, Sampang, menegaskan, penanganan dua jenazah TKI yang meninggal di Malaysia akibat ditembak sangat lamban. Dua bulan lebih jenazah dibiarkan di Malaysia. ”Kami harap penanganan jenazah tak terbengkalai,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sales Mobil Tipu Pembeli Ratusan Juta

Dia juga meminta kepada pemerintah Indonesia supaya segera mengurus kebenaran dugaan kasus yang disangkakan kepada dua TKI itu. Sebab, berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi yang ada di Malaysia, korban dijebak. ”TKI bukan hewan, tapi manusia. Jadi pemerintah harus lebih menghormati,” paparnya.

Ani, 70, orang tua korban, berharap mendapat keadilan. Selama ini anaknya dikenal sebagai orang baik. Menurut dia, mestinya pemerintah mengurus jenazah lebih cepat untuk dipulangkan. ”Mohon dimaafkan segala kesalahan anak saya. Semoga dia mendapat tempat di sisi Allah,” ucapnya.

Untuk diketahui, dua TKI asal Sampang yang ditembak polisi Malaysia atas dugaan perampokan di wilayah Shah Alam yaitu Muhammad Hoddin, 35, warga Dusun Ragung Laok, Desa Karang Anyar, Kecamatan Ketapang dan Syamsul Bahri, 36, warga Desa Bluuran, Kecamatan Karang Penang. Jenazah dua TKI itu dipulangkan ke rumah duka pada Sabtu (24/2) lalu. 

SAMPANG – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia memastikan dua TKI asal Sampang yang tewas ditembak polisi dua bulan lalu terlibat kasus perampokan. Demikian disampaikan Agus Badrul Jamal, koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI di Malaysia, Minggu (25/2).

Dia mengungkapkan, berdasar informasi yang diterima dari kepolisian Malaysia, dua TKI asal Sampang ditembak mati karena tertangkap tangan melakukan perampokan di wilayah Shah Alam. Pihak KBRI lalu melakukan pencarian ahli waris korban dengan melibatkan LP3TKI Surabaya.

Hasilnya, KBRI menemukan ahli waris dua TKI itu di Sampang. ”Mereka merampok menggunakan senjata. Ditembak karena melawan polisi,” katanya.


Setelah ditemukan, KBRI meminta supaya ahli waris datang langsung ke Malaysia untuk dites DNA. Itu permintaan polisi Malaysia. Namun, pihak ahli waris tak menghendaki hal itu. ”Karena tak mau hadir langsung ke Malaysia, makanya prosesnya lama,” terang dia.

KBRI di Malaysia, lanjut Agus, membutuhkan pendekatan personal untuk bisa memberikan izin kuasa ahli waris mewakili ahli waris mengklaim jenazah dua TKI. Setelah melalui pendekatan, pihak kepolisian Malaysia membolehkan kuasa ahli waris yang datang mengambil jenazah. ”Itu pun dengan syarat ada surat pengesahan dari KBRI,” paparnya.

Baca Juga :  Rekom PKB Sistem Paket

KBRI memastikan terlebih dahulu ahli waris yang benar-benar berhak mengklaim jenazah kepada BNP2TKI, Kemenlu, dan LP3TKI Surabaya. Dengan demikian, dua jenazah TKI itu bisa dipulangkan ke Sampang pada Sabtu (24/2).

Atas kejadian itu, KBRI berharap warga negara Indonesia (WNI) yang ada di Malaysia bekerja sesuai aturan yang berlaku. Selain itu, TKI hendaknya bekerja dengan sungguh-sungguh dan menjaga persatuan dan kesatuan serta silaturahmi antarwarga. ”Taati peraturan di Indonesia maupun di Malaysia,” pungkasnya.

Ach. Sabra’i, kepala Desa Karang Anyar, Kecamatan Ketapang, Sampang, menegaskan, penanganan dua jenazah TKI yang meninggal di Malaysia akibat ditembak sangat lamban. Dua bulan lebih jenazah dibiarkan di Malaysia. ”Kami harap penanganan jenazah tak terbengkalai,” ungkapnya.

Baca Juga :  Fit and Proper Test KI Tertutup

Dia juga meminta kepada pemerintah Indonesia supaya segera mengurus kebenaran dugaan kasus yang disangkakan kepada dua TKI itu. Sebab, berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi yang ada di Malaysia, korban dijebak. ”TKI bukan hewan, tapi manusia. Jadi pemerintah harus lebih menghormati,” paparnya.

Ani, 70, orang tua korban, berharap mendapat keadilan. Selama ini anaknya dikenal sebagai orang baik. Menurut dia, mestinya pemerintah mengurus jenazah lebih cepat untuk dipulangkan. ”Mohon dimaafkan segala kesalahan anak saya. Semoga dia mendapat tempat di sisi Allah,” ucapnya.

Untuk diketahui, dua TKI asal Sampang yang ditembak polisi Malaysia atas dugaan perampokan di wilayah Shah Alam yaitu Muhammad Hoddin, 35, warga Dusun Ragung Laok, Desa Karang Anyar, Kecamatan Ketapang dan Syamsul Bahri, 36, warga Desa Bluuran, Kecamatan Karang Penang. Jenazah dua TKI itu dipulangkan ke rumah duka pada Sabtu (24/2) lalu. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/