alexametrics
20.3 C
Madura
Tuesday, June 28, 2022

Pendukung Paslon Bupati Terkapar di Arek Lancor

PAMEKASAN – Kerusuhan terjadi di Arek Lancor Pamekasan, Kamis (25/1). Massa pendukung pasangan calon (paslon) bupati tidak terima lantaran merasa dicurangi. Ratusan massa kalap. Mereka membakar kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Aparat kepolisian beranjak ke tempat kejadian perkara (TKP). Barikade berlapis diturunkan. Kerusuhan pecah sekitar pukul 11.15. Massa semakin beringas dengan membakar ban bekas dan melempari petugas. Petugas tak mau kalah. Gas air mata ditembakkan ke arah massa yang semakin sulit dikendalikan.

Kerusuhan itu terjadi dalam simulasi pengamanan pilkada tahap akhir. Polisi memantapkan pengamanan pesta demokrasi lima tahunan itu dengan menggelar simulasi kali terakhir setelah sehari sebelumnya juga menggelar kegiatan serupa.

Baca Juga :  Timses Khofifah-Emil Bagi-Bagi Sarung

Kapolres AKBP Teguh Wibowo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya polisi menunjukkan kesiapsiagaan dalam mengamankan pilkada. Seluruh rangkaian pilbup dan pilgub akan diamankan secara maksimal. Diakui, ada beberapa yang perlu dievaluasi. ”Hanya evaluasi kecil, seperti waktu aksi demonstrasi terlalu lama dan sebagainya,” kata Teguh.

Simulasi itu tidak memperlihatkan adanya tim penjinak bom (jibom). Menurut Teguh, polisi tidak menskenario penemuan bom atau benda yang dicurigai sebagai bom. Teguh berharap, pada saat pesta demokrasi benar-benar tidak ada bom.

Teguh mengimbau masing-masing pendukung paslon tidak melakukan tindakan berbahaya. Alat-alat yang bisa membahayakan keselamatan seseorang wajib dihindari saat kampanye. Tujuannya, agar keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga. Pada prinsipnya, polisi siaga 24 jam untuk mengamankan seluruh rangkaian pesta rakyat yang digelar lima tahunan tersebut.

Baca Juga :  Kadis Ketahanan Pangan Jabat Pj Sekkab

Anggota Divisi SDM dan Organisasi Panwaslu Pamekasan Suryadi mengatakan, masyarakat memiliki tanggung jawab bersama menyukseskan pilkada. Salah satunya, menjaga keamanan. Tanpa dukungan masyarakat, pilkada sulit berjalan sukses.

Dengan demikian, dia berharap kedewasaan dari seluruh unsur agar bahu-membahu mendorong pilkada aman dan damai. ”Mari sama-sama membangun pilkada yang aman dan damai,” tandasnya. 

PAMEKASAN – Kerusuhan terjadi di Arek Lancor Pamekasan, Kamis (25/1). Massa pendukung pasangan calon (paslon) bupati tidak terima lantaran merasa dicurangi. Ratusan massa kalap. Mereka membakar kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Aparat kepolisian beranjak ke tempat kejadian perkara (TKP). Barikade berlapis diturunkan. Kerusuhan pecah sekitar pukul 11.15. Massa semakin beringas dengan membakar ban bekas dan melempari petugas. Petugas tak mau kalah. Gas air mata ditembakkan ke arah massa yang semakin sulit dikendalikan.

Kerusuhan itu terjadi dalam simulasi pengamanan pilkada tahap akhir. Polisi memantapkan pengamanan pesta demokrasi lima tahunan itu dengan menggelar simulasi kali terakhir setelah sehari sebelumnya juga menggelar kegiatan serupa.

Baca Juga :  Diduga Spesialis Maling, Nyaris Diamuk Massa

Kapolres AKBP Teguh Wibowo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya polisi menunjukkan kesiapsiagaan dalam mengamankan pilkada. Seluruh rangkaian pilbup dan pilgub akan diamankan secara maksimal. Diakui, ada beberapa yang perlu dievaluasi. ”Hanya evaluasi kecil, seperti waktu aksi demonstrasi terlalu lama dan sebagainya,” kata Teguh.

Simulasi itu tidak memperlihatkan adanya tim penjinak bom (jibom). Menurut Teguh, polisi tidak menskenario penemuan bom atau benda yang dicurigai sebagai bom. Teguh berharap, pada saat pesta demokrasi benar-benar tidak ada bom.

Teguh mengimbau masing-masing pendukung paslon tidak melakukan tindakan berbahaya. Alat-alat yang bisa membahayakan keselamatan seseorang wajib dihindari saat kampanye. Tujuannya, agar keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga. Pada prinsipnya, polisi siaga 24 jam untuk mengamankan seluruh rangkaian pesta rakyat yang digelar lima tahunan tersebut.

Baca Juga :  Siapkan Rp 2,5 Miliar untuk Relokasi PKL

Anggota Divisi SDM dan Organisasi Panwaslu Pamekasan Suryadi mengatakan, masyarakat memiliki tanggung jawab bersama menyukseskan pilkada. Salah satunya, menjaga keamanan. Tanpa dukungan masyarakat, pilkada sulit berjalan sukses.

Dengan demikian, dia berharap kedewasaan dari seluruh unsur agar bahu-membahu mendorong pilkada aman dan damai. ”Mari sama-sama membangun pilkada yang aman dan damai,” tandasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/