alexametrics
19 C
Madura
Tuesday, August 9, 2022

Sungguh Tega, Orang Tua Pembuang Bayi Akhirnya Dibekuk

SAMPANG – Kasus pembuangan bayi di gorong-gorong Desa Pacanggaan, Kecamatan Pangarengan, Sampang, kini mulai menemukan titik terang. Tim Opsnal Satreskrim Polres Sampang berhasil mengungkap pelaku pembuangan bayi tak berdosa tersebut.

Diduga, bayi laki-laki yang ditemukan dua siswa yang hendak berangkat sekolah itu merupakan hasil hubungan gelap Misweh, 60, warga Dusun Kobbu, Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan, dengan Maskuroh, 33, warga Dusun Kangkongan, Desa Apaan, Kecamatan Pangarengan. Misweh dan Maskuroh kini mendekam di jeruji besi ruang tahanan Polres Sampang.

Misweh ditangkap di rumahnya pada Minggu (23/12). Sementara Maskuroh berhasil diringkus di wilayah Kota Sumenep pada Jumat (14/12).

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto menyatakan, pelaku pembuangan bayi berhasil ditangkap setelah timnya melakukan penyelidikan. Polisi mengecek seluruh rumah sakit dan tokoh masyarakat.

Baca Juga :  Santri Temukan Bayi Perempuan Telanjang

Setelah ditangkap, ibu kandung bayi tersebut mengaku telah membuang bayinya karena malu. Tersangka juga mengakui bahwa bayi itu dilahirkan di rumahnya tanpa bantuan orang lain. ”Ibu kandung bayi itu mengaku melahirkan pada malam hari. Lalu, membuang bayinya pada pagi hari,” ujar Hery.

Polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut. Akhirnya, tersangka mengakui bahwa bayi tersebut merupakan hasil hubungan dengan Misweh. ”Ini hasil hubungan di luar nikah bersama Misweh yang sudah berumur,” jelasnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka diancam pasal 77 huruf b UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau pasal 305 KUHP subs pasal 308 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. ”Kami tahan keduanya. Hanya, yang perempuan masih dalam perawatan karena pendarahan,” tegas Hery.

Baca Juga :  22 Kabupaten dan Kota di Jatim Terkategori Rawan Banjir

Di hadapan penyidik, Misweh Senin (24/12) mengakui bahwa dirinya memiliki hubungan khusus dengan Maskuroh. Dia mengaku tidak menyadari kalau bayi yang dibuang oleh Maskuroh tersebut merupakan bayi dari hasil hubungannya. ”Saya memang pernah berhubungan, tapi tidak sadar kalau itu adalah anak dari hubungan saya,” katanya.

SAMPANG – Kasus pembuangan bayi di gorong-gorong Desa Pacanggaan, Kecamatan Pangarengan, Sampang, kini mulai menemukan titik terang. Tim Opsnal Satreskrim Polres Sampang berhasil mengungkap pelaku pembuangan bayi tak berdosa tersebut.

Diduga, bayi laki-laki yang ditemukan dua siswa yang hendak berangkat sekolah itu merupakan hasil hubungan gelap Misweh, 60, warga Dusun Kobbu, Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan, dengan Maskuroh, 33, warga Dusun Kangkongan, Desa Apaan, Kecamatan Pangarengan. Misweh dan Maskuroh kini mendekam di jeruji besi ruang tahanan Polres Sampang.

Misweh ditangkap di rumahnya pada Minggu (23/12). Sementara Maskuroh berhasil diringkus di wilayah Kota Sumenep pada Jumat (14/12).


Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto menyatakan, pelaku pembuangan bayi berhasil ditangkap setelah timnya melakukan penyelidikan. Polisi mengecek seluruh rumah sakit dan tokoh masyarakat.

Baca Juga :  Inilah Kisah Mariah, Janda Tua yang Hidup Sebatang Kara

Setelah ditangkap, ibu kandung bayi tersebut mengaku telah membuang bayinya karena malu. Tersangka juga mengakui bahwa bayi itu dilahirkan di rumahnya tanpa bantuan orang lain. ”Ibu kandung bayi itu mengaku melahirkan pada malam hari. Lalu, membuang bayinya pada pagi hari,” ujar Hery.

Polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut. Akhirnya, tersangka mengakui bahwa bayi tersebut merupakan hasil hubungan dengan Misweh. ”Ini hasil hubungan di luar nikah bersama Misweh yang sudah berumur,” jelasnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka diancam pasal 77 huruf b UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau pasal 305 KUHP subs pasal 308 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. ”Kami tahan keduanya. Hanya, yang perempuan masih dalam perawatan karena pendarahan,” tegas Hery.

Baca Juga :  SMP Adiwayata Belajar Jurnalistik

Di hadapan penyidik, Misweh Senin (24/12) mengakui bahwa dirinya memiliki hubungan khusus dengan Maskuroh. Dia mengaku tidak menyadari kalau bayi yang dibuang oleh Maskuroh tersebut merupakan bayi dari hasil hubungannya. ”Saya memang pernah berhubungan, tapi tidak sadar kalau itu adalah anak dari hubungan saya,” katanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/