alexametrics
21.6 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Merasa Dilecehkan, Pengunjung WPS Minta Karyawan Dipecat

SUMENEP – Kenyamanan pengunjung Water Park Sumekar (WPS) terganggu. Warga Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan, berinisial SC, geram. Dia mencurigai petugas berinisial S, 35, mencoba mengambil foto anaknya, F, 9, saat sedang mandi dan tidak memakai busana Jumat (23/12).

Kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) SC mengatakan, tindakan memalukan itu terjadi saat anaknya berbilas. S memegang handphone dan mengarahkan kameranya ke arah anaknya yang sedang tidak  berbusana. Kemudian, SC lari menghampiri pria tersebut dan merampas telepon genggamnya.

Setelah dicek, tidak ada foto ataupun video anaknya. Namun, karena merasa yakin pria tersebut berniat buruk, SC kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak pengelola. Dia meminta petugas tersebut dipecat. Saat audiensi bersama petugas kepolisian dan pihak pengelola, S mengakui bahwa dirinya berniat mengambil gambar.

Baca Juga :  Motivasi Siswa dan Kembangkan Bakat

Awalnya SC berniat melaporkan kejadian itu kepada polisi. Namun, dia mengurungkan keinginannya tersebut karena tidak memiliki bukti kuat.  Atas kejadian itu, dia meminta pihak pengelola memecat S. ”Pas dia mengaku juga lupa nggak saya rekam. Foto anak saya waktu madi juga nggak ada. Akhirnya, saya nggak jadi melapor ke poilisi,” jelasnya.

SC menganggap perilaku oknum petugas tersebut menyinggung perasaannya. Dia merasa privasi anaknya telah dilecehkan. Setelah kejadian itu, dirinya trauma dan tidak mau lagi berlibur ke lokasi wisata yang terletak di Desa Kasengan, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, itu.

Dikonfirmasi menganai hal tersebut, H Resno selaku pengelola WPS, mengakui kejadian tersebut. Menurut dia, itu hanya salah paham dan sudah diselesaikan secara baik-baik. Dia tidak membantah bahwa karyawannya mencoba mengambil foto F saat mandi. Namun, yang bersangkutan belum sempat mengambil foto.

Baca Juga :  Wisata Pelat Merah Mati Suri, Swasta Masih Beroperasi

H Resno  juga memastikan tidak ada niat apa pun dari karyawannya tersebut. Dia juga tidak akan memecat karyawannya seperti tuntutan SC. Sebab, karyawan tersebut tidak terbukti melakukan kesalahan fatal. Namun, kata dia, pihaknya sudah memberikan peringatan berupa teguran kepada S.

”Kami mengambil keputusan untuk tidak memecat karyawan itu. Sebab, menurut kami, tidak melakukan kesalahan yang membuat dia sampai harus dipecat. Hanya, kami sudah memberikan teguran karena membuat pengunjung menjadi tidak nyaman. Sebenarnya semua ini hanya salah paham,” tegasnya. 

SUMENEP – Kenyamanan pengunjung Water Park Sumekar (WPS) terganggu. Warga Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan, berinisial SC, geram. Dia mencurigai petugas berinisial S, 35, mencoba mengambil foto anaknya, F, 9, saat sedang mandi dan tidak memakai busana Jumat (23/12).

Kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) SC mengatakan, tindakan memalukan itu terjadi saat anaknya berbilas. S memegang handphone dan mengarahkan kameranya ke arah anaknya yang sedang tidak  berbusana. Kemudian, SC lari menghampiri pria tersebut dan merampas telepon genggamnya.

Setelah dicek, tidak ada foto ataupun video anaknya. Namun, karena merasa yakin pria tersebut berniat buruk, SC kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak pengelola. Dia meminta petugas tersebut dipecat. Saat audiensi bersama petugas kepolisian dan pihak pengelola, S mengakui bahwa dirinya berniat mengambil gambar.

Baca Juga :  Hari Ini JPU Hadirkan Saksi Ahli

Awalnya SC berniat melaporkan kejadian itu kepada polisi. Namun, dia mengurungkan keinginannya tersebut karena tidak memiliki bukti kuat.  Atas kejadian itu, dia meminta pihak pengelola memecat S. ”Pas dia mengaku juga lupa nggak saya rekam. Foto anak saya waktu madi juga nggak ada. Akhirnya, saya nggak jadi melapor ke poilisi,” jelasnya.

SC menganggap perilaku oknum petugas tersebut menyinggung perasaannya. Dia merasa privasi anaknya telah dilecehkan. Setelah kejadian itu, dirinya trauma dan tidak mau lagi berlibur ke lokasi wisata yang terletak di Desa Kasengan, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, itu.

Dikonfirmasi menganai hal tersebut, H Resno selaku pengelola WPS, mengakui kejadian tersebut. Menurut dia, itu hanya salah paham dan sudah diselesaikan secara baik-baik. Dia tidak membantah bahwa karyawannya mencoba mengambil foto F saat mandi. Namun, yang bersangkutan belum sempat mengambil foto.

Baca Juga :  Wisata Pantai Camplong, Tempat Berlibur dan Bermain Bersama Keluarga

H Resno  juga memastikan tidak ada niat apa pun dari karyawannya tersebut. Dia juga tidak akan memecat karyawannya seperti tuntutan SC. Sebab, karyawan tersebut tidak terbukti melakukan kesalahan fatal. Namun, kata dia, pihaknya sudah memberikan peringatan berupa teguran kepada S.

”Kami mengambil keputusan untuk tidak memecat karyawan itu. Sebab, menurut kami, tidak melakukan kesalahan yang membuat dia sampai harus dipecat. Hanya, kami sudah memberikan teguran karena membuat pengunjung menjadi tidak nyaman. Sebenarnya semua ini hanya salah paham,” tegasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/