alexametrics
27.1 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Uang Suap untuk Kajari Hasil Jual Mobil Mini Cooper

SURABAYA – Kades Dasok Agus Mulyadi juga memberikan keterangan dalam sidang lanjutan dugaan suap kepada mantan Kajari Pamekasan Rudi Indra Prasetya. Dalam persidangan dia memberikan keterangan uang Rp 250 juta itu diberikan karena takut jika tidak dituruti, ancaman Rudi menjadi kenyataan. Agus menjual mobil pribadinya, yakni mini cooper.

Mobil tersebut milik Achmad Syafii yang dibeli Agus sebesar Rp 320 juta. Namun, mobil yang dibeli dari bupati itu belum lunas. Hanya karena terdesak, mobil itu dijual dengan harga Rp 250 juta.

Hasil penjualan mobil tersebut diberikan kepada Rudi. Pembelian mobil itu diakui oleh Achmad Syafii. Namun sampai sekarang belum lunas. Mobil mini cooper itu beli second. Sedikit murah karena keluaran 2006.

Baca Juga :  Menu Kesukaan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pamekasan Mukhlis

Syafii tidak menampik memiliki kedekatan dengan Agus. Namun, kedekatan tersebut sewajarnya. Tidak ada kedekatan khusus. Bahkan, ketika mendengar proyek Agus bermasalah, Syafii mengaku sempat menegur untuk dikerjakan dengan baik.

Maqdir Ismail, kuasa hukum Achmad Syafii mengatakan, tidak ada fakta yang menunjukkan bahwa bupati memerintahkan melakukan suap. Bahkan terhadap pemberian uang suap itu, kliennya tidak terlibat.

”Itu kan sudah disetujui di bawah. Lalu, bupati diminta masukan selaku kepala daerah. Kemudian bupati bilang enggi ampon palastare,” katanya.

”Nah, apakah kalimat tersebut bentuk perintah. Jelas tidak. Karena itu, dalam hal ini bupati hanya sebagai korban atas apa yang sudah diselesaikan pejabat di bawah. Lalu, yang perlu diketahui, bupati ini tidak kena OTT. Ini perlu majelis hakim mempertimbangkan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kapolda Jatim: Yang Kurang Ajar Bandarnya

JPU KPK Arif Hermanto mengatakan, dalam kasus ini, pelaku di lapangan adalah kepala inspektorat, Kasubag, Kajari, dan Kades Dasok. Namun, sebelum 20 Juli, tepatnya pada 18 Juli, Kajari bertemu dengan bupati.

Pertemuan tersebut menyinggung tentang pengerjaan proyek jalan paving di Desa Dasok. ”Atas dasar itu, kami berkeyakinan jika bupati memiliki keterlibatan. Semua disertai dengan bukti-bukti,” tegasnya.

Untuk itu, pekan depan akan dilanjutkan dengan sidang penuntutan. Jika tidak ada perubahan, sidang akan digelar pada Selasa (5/12). ”Lihat saja nanti di tuntutan,” tandas Arif Hermanto.

SURABAYA – Kades Dasok Agus Mulyadi juga memberikan keterangan dalam sidang lanjutan dugaan suap kepada mantan Kajari Pamekasan Rudi Indra Prasetya. Dalam persidangan dia memberikan keterangan uang Rp 250 juta itu diberikan karena takut jika tidak dituruti, ancaman Rudi menjadi kenyataan. Agus menjual mobil pribadinya, yakni mini cooper.

Mobil tersebut milik Achmad Syafii yang dibeli Agus sebesar Rp 320 juta. Namun, mobil yang dibeli dari bupati itu belum lunas. Hanya karena terdesak, mobil itu dijual dengan harga Rp 250 juta.

Hasil penjualan mobil tersebut diberikan kepada Rudi. Pembelian mobil itu diakui oleh Achmad Syafii. Namun sampai sekarang belum lunas. Mobil mini cooper itu beli second. Sedikit murah karena keluaran 2006.

Baca Juga :  Menunggu Tanamkan Kesabaran

Syafii tidak menampik memiliki kedekatan dengan Agus. Namun, kedekatan tersebut sewajarnya. Tidak ada kedekatan khusus. Bahkan, ketika mendengar proyek Agus bermasalah, Syafii mengaku sempat menegur untuk dikerjakan dengan baik.

Maqdir Ismail, kuasa hukum Achmad Syafii mengatakan, tidak ada fakta yang menunjukkan bahwa bupati memerintahkan melakukan suap. Bahkan terhadap pemberian uang suap itu, kliennya tidak terlibat.

”Itu kan sudah disetujui di bawah. Lalu, bupati diminta masukan selaku kepala daerah. Kemudian bupati bilang enggi ampon palastare,” katanya.

”Nah, apakah kalimat tersebut bentuk perintah. Jelas tidak. Karena itu, dalam hal ini bupati hanya sebagai korban atas apa yang sudah diselesaikan pejabat di bawah. Lalu, yang perlu diketahui, bupati ini tidak kena OTT. Ini perlu majelis hakim mempertimbangkan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Seminar Tujuh Keajaiban Rezeki Digelar

JPU KPK Arif Hermanto mengatakan, dalam kasus ini, pelaku di lapangan adalah kepala inspektorat, Kasubag, Kajari, dan Kades Dasok. Namun, sebelum 20 Juli, tepatnya pada 18 Juli, Kajari bertemu dengan bupati.

Pertemuan tersebut menyinggung tentang pengerjaan proyek jalan paving di Desa Dasok. ”Atas dasar itu, kami berkeyakinan jika bupati memiliki keterlibatan. Semua disertai dengan bukti-bukti,” tegasnya.

Untuk itu, pekan depan akan dilanjutkan dengan sidang penuntutan. Jika tidak ada perubahan, sidang akan digelar pada Selasa (5/12). ”Lihat saja nanti di tuntutan,” tandas Arif Hermanto.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/