alexametrics
21.4 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Persembahan JPRM untuk Madura

MOHON maaf jika belakangan ini penikmat dan pembaca Jawa Pos Radar Madura (JPRM) disajikan berita-berita tentang Madura Awards (MA). Apa itu MA? Rasanya telat menjelaskan apa itu MA sekarang. Sebab, event ini sudah 5 tahun dipersembahkan anak perusahaan Jawa Pos ini.

Perhelatannya pun setiap tahun di tiap kabupaten. Tahun pertama dulu digelar di Pamekasan. Kemudian Bangkalan, Sumenep, dan Sampang. Kembali lagi ke Pamekasan dan tahun keenam ini akan digelar di Bangkalan. Bukan waktu yang singkat untuk mengawal roda pemerintahan di Pulau Garam ini. Setidaknya sudah satu periode kepemimpinan bupati.

Kembali lagi ke pertanyaan tadi, apa itu MA? MA sebuah penghargaan yang diberikan oleh JPRM kepada lembaga pemerintahan. Tentu yang memiliki prestasi dan inovasi dalam pelayanan publik. Ukurannya selama kurun waktu satu tahun. Baik kabupaten, organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, badan usaha milik daerah (BUMD) serta badan usaha milik desa (BUMDes).

Baca Juga :  Moch. Tarsun Intens Beri Pembinaan dan Motivasi

Semua kategori itu dikompetisikan. Kajiannya pun berbasis akademis. Melibatkan dosen dari perguruan tinggi di Madura serta wartawan JPRM yang kapasitasnya tidak diragukan lagi. Pemilihan delegasi terbaik masing-masing kabupaten pun juga tidak asal comot. Perlu proses panjang. Mulai seleksi di internal pemerintahan sendiri hingga sampai di tangan para juri MA di JPRM untuk kemudian dinilai.

Tak hanya itu, ada penghargaan untuk tokoh. Pemilihannya melalui pembaca JPRM. Itu diberikan kepada perorangan. Atau orang yang ditokohkan. Semua bergantung pembaca untuk memilih siapa yang akan ditokohkan.

JPRM hanya menginput data siapa saja tokoh atau orang yang dipilih pembaca melalui balot di koran JPRM. Tidak ada campur tangan JPRM ataupun panitia. Jadi murni dan betul-betul pilihan pembaca. Penghargaan itu akan diberikan pada malam puncak anugerah MA. Itulah sekelumit tentang Madura Awards.

Baca Juga :  Kepala SMAN 1 Pakong Kagum Kepemimpinan Slamet

Saya kira inilah sedikit kontribusi JPRM untuk Madura. Meski tidak seberapa, mudah-mudahan bisa menjadi penggerak, pendorong, penyemangat bagi pemerintah untuk terus berinovasi. Memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Masyarakat di empat kabupaten, tentunya.

Mudah-mudahan kita tidak sedang bermimpi untuk membuat Madura menjadi terbaik dari yang terbaik dalam segala hal. Tapi itu butuh proses. Di sinilah JPRM mencoba menjadi salah satu bagian dari proses itu. Saya berharap semua pemangku kebijakan terus menyambut baik apa yang kami buat.

Sekali lagi mohon doa dan dukungannya tan-tretan sadaja. Teruntuk bupati Bangkalan yang kemarin telah kami kulonuwuni untuk dijadikan tuan rumah malam puncak bergengsi ini. Tak lupa juga untuk bupati Sampang, bupati Pamekasan, dan bupati Sumenep yang nantinya pasti kami minta masukan dan sarannya terkait ajang ini.

MOHON maaf jika belakangan ini penikmat dan pembaca Jawa Pos Radar Madura (JPRM) disajikan berita-berita tentang Madura Awards (MA). Apa itu MA? Rasanya telat menjelaskan apa itu MA sekarang. Sebab, event ini sudah 5 tahun dipersembahkan anak perusahaan Jawa Pos ini.

Perhelatannya pun setiap tahun di tiap kabupaten. Tahun pertama dulu digelar di Pamekasan. Kemudian Bangkalan, Sumenep, dan Sampang. Kembali lagi ke Pamekasan dan tahun keenam ini akan digelar di Bangkalan. Bukan waktu yang singkat untuk mengawal roda pemerintahan di Pulau Garam ini. Setidaknya sudah satu periode kepemimpinan bupati.

Kembali lagi ke pertanyaan tadi, apa itu MA? MA sebuah penghargaan yang diberikan oleh JPRM kepada lembaga pemerintahan. Tentu yang memiliki prestasi dan inovasi dalam pelayanan publik. Ukurannya selama kurun waktu satu tahun. Baik kabupaten, organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, badan usaha milik daerah (BUMD) serta badan usaha milik desa (BUMDes).

Baca Juga :  Kepala SMAN 1 Pakong Kagum Kepemimpinan Slamet

Semua kategori itu dikompetisikan. Kajiannya pun berbasis akademis. Melibatkan dosen dari perguruan tinggi di Madura serta wartawan JPRM yang kapasitasnya tidak diragukan lagi. Pemilihan delegasi terbaik masing-masing kabupaten pun juga tidak asal comot. Perlu proses panjang. Mulai seleksi di internal pemerintahan sendiri hingga sampai di tangan para juri MA di JPRM untuk kemudian dinilai.

Tak hanya itu, ada penghargaan untuk tokoh. Pemilihannya melalui pembaca JPRM. Itu diberikan kepada perorangan. Atau orang yang ditokohkan. Semua bergantung pembaca untuk memilih siapa yang akan ditokohkan.

JPRM hanya menginput data siapa saja tokoh atau orang yang dipilih pembaca melalui balot di koran JPRM. Tidak ada campur tangan JPRM ataupun panitia. Jadi murni dan betul-betul pilihan pembaca. Penghargaan itu akan diberikan pada malam puncak anugerah MA. Itulah sekelumit tentang Madura Awards.

Baca Juga :  Doakan JPRM Semakin Jaya

Saya kira inilah sedikit kontribusi JPRM untuk Madura. Meski tidak seberapa, mudah-mudahan bisa menjadi penggerak, pendorong, penyemangat bagi pemerintah untuk terus berinovasi. Memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Masyarakat di empat kabupaten, tentunya.

Mudah-mudahan kita tidak sedang bermimpi untuk membuat Madura menjadi terbaik dari yang terbaik dalam segala hal. Tapi itu butuh proses. Di sinilah JPRM mencoba menjadi salah satu bagian dari proses itu. Saya berharap semua pemangku kebijakan terus menyambut baik apa yang kami buat.

Sekali lagi mohon doa dan dukungannya tan-tretan sadaja. Teruntuk bupati Bangkalan yang kemarin telah kami kulonuwuni untuk dijadikan tuan rumah malam puncak bergengsi ini. Tak lupa juga untuk bupati Sampang, bupati Pamekasan, dan bupati Sumenep yang nantinya pasti kami minta masukan dan sarannya terkait ajang ini.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/