alexametrics
21.1 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Bawaslu Temukan Ribuan Data Invalid

SAMPANG – Pengawasan menjelang pemungutan suara ulang (PSU) betul-betul dimaksimalkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sampang. Setelah logistik disalurkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), data tidak valid dari jumlah daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP) diketahui berjumlah 5.594 (lihat grafis).

Ribuan data tersebut tidak valid karena nomor induk kependudukan (NIK) dan nama ganda serta ada NIK yang ganda. Temuan tersebut dipastikan tidak akan mengubah jumlah DPTHP. Hanya, Bawaslu menahan formulir C6 atau tidak mendistribusikan kepada pemilih yang terdaftar dalam DPTHP. Temuan tersebar ada di Kecamatan Tambelangan, Kedungdung, dan Sampang.

Ketua Bawaslu Sampang Insiyatun mengatakan, temuan data invalid merupakan pencermatan panwascam dan panitia pengawas lapangan (PPL). Pihaknya langsung menindaklanjuti ke panitia pemilihan kecamatan (PPK) masing-masing dan KPU. ”Mulai hari ini (kemarin, Red) sudah kami rekomendasikan ke KPU,” terangnya.

Perempuan asal Sumenep itu menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan hingga hari H PSU pada Sabtu (27/10). Pasca PSU, pihaknya juga terus melakukan pengawasan. ”Semua tahapan awal memang kami awasi. Kami akan mengawasi secara maksimal,” katanya.

Ketua KPU Sampang Syamsul Mu’arif mengatakan, tahapan saat ini pendistribusian kotak suara. Secara serentak akan disebar ke kecamatan. ”Pihak kecamatan, panwas, dan tim paslon bersama-sama menyaksikan pendistribusian,” jelasnya.

Baca Juga :  Soal Tes Calon Panwascam Jangan Bocor

Kotak suara berisi surat suara, alat peraga kampanye (APK), formulir, alat coblos serta daftar hadir. Setelah di tingkat PPK nantinya akan ditaruh di kantor kecamatan atau gudang yang telah disiapkan. ”Untuk pengamanannya polisi yang mengatur,” ujarnya.

Kotak suara 1.450 unit. Tiap tempat pemungutan suara (TPS) ada satu kotak suara. Bagi pengungsi Syiah di Sidoarjo ada dua TPS. Yakni, dari Kecamatan Omben dan Karang Penang. ”Berangkatnya Jumat sore (26/10),” tutupnya.

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman mengatakan, pihaknya akan melakukan pengamanan selama proses pendistribusian. Sebelum mendistribusikan kotak suara pihaknya akan menggelar apel. ”Pendistribusian kotak suara langsung bersama petugas keamanan yang ditugaskan ke masing-masing kecamatan,” katanya.

Anggaran untuk pengamanan PSU mencapai Rp 8 miliar. Perinciannya, untuk polres Rp 6 miliar dan Kodim Rp 2 miliar. Anggaran tersebut diambil dari sisa pilkada serentak di KPU sebesar Rp 11 miliar dan APBD Perubahan Sampang sekitar Rp 15 miliar.

Pagu anggaran pengamanan di kepolisian menyusut sekitar Rp 2 miliar dibandingkan dengan anggaran pengamanan pada pilkada serentak. Anggaran tersebut digunakan untuk kebutuhan pelaksanaan pengamanan PSU dari kepolisian. Sebagian pasukan sudah diturunkan ke lapangan sejak Senin (22/10). Sementara apel pengamanan PSU akan dilaksanakan Kamis (25/10) di Lapangan Wijaya bersama seluruh personel. ”Dari kami itu jumlah personelnya kisaran lima ribu lima ratus personel. Dua kompi sudah diterjunkan terlebih dahulu,” ujarnya.

Baca Juga :  Dalami Penggelembungan Suara

Lokasi yang masuk dalam materi gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) akan mendapatkan pengamanan lebih. Meski demikian, semua lokasi masuk dalam kategori rawan. Pasukan yang kami turunkan nanti dari teknis, TI, jibom, intel, kinain, wanteror. Semua akan bergabung untuk mengamankan PSU Kabupaten Sampang.

”Jangan mudah terprovokasi. Tetap jaga kondusivitas. Upayakan segera melapor kepada aparat penegak hukum di lokasi jika ada kejadian,” pesan Budi.

Dandim 0828/Sampang Letkol Czi Ari Syahrial menambahkan, prajurit yang akan diterjunkan ke lapangan berkisar 2.000 pasukan. Keberadaan pasukan ini bukan untuk menebar ketakutan, melainkan untuk memberikan keamanan.

Dia mengatakan, tidak ada pasukan dari Kopassus. Akan tetapi, pasukan yang diterjunkan ke lapangan memang sudah dibekali ilmu yang khusus dengan tugas khusus. ”Masing-masing pasukan sudah memiliki tugas khusus,” ujarnya.

Pihaknya berharap supaya PSU Sampang yang akan digelar dua hari lagi berjalan lancar, aman, damai, dan kondusif. Hindari adanya pertengkaran dan percekcokan. ”Upayakan setiap ada masalah atau temuan langsung dilaporkan kepada tim pengamanan dari kepolisian maupun dari TNI,” tandasnya.

SAMPANG – Pengawasan menjelang pemungutan suara ulang (PSU) betul-betul dimaksimalkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sampang. Setelah logistik disalurkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), data tidak valid dari jumlah daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP) diketahui berjumlah 5.594 (lihat grafis).

Ribuan data tersebut tidak valid karena nomor induk kependudukan (NIK) dan nama ganda serta ada NIK yang ganda. Temuan tersebut dipastikan tidak akan mengubah jumlah DPTHP. Hanya, Bawaslu menahan formulir C6 atau tidak mendistribusikan kepada pemilih yang terdaftar dalam DPTHP. Temuan tersebar ada di Kecamatan Tambelangan, Kedungdung, dan Sampang.

Ketua Bawaslu Sampang Insiyatun mengatakan, temuan data invalid merupakan pencermatan panwascam dan panitia pengawas lapangan (PPL). Pihaknya langsung menindaklanjuti ke panitia pemilihan kecamatan (PPK) masing-masing dan KPU. ”Mulai hari ini (kemarin, Red) sudah kami rekomendasikan ke KPU,” terangnya.


Perempuan asal Sumenep itu menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan hingga hari H PSU pada Sabtu (27/10). Pasca PSU, pihaknya juga terus melakukan pengawasan. ”Semua tahapan awal memang kami awasi. Kami akan mengawasi secara maksimal,” katanya.

Ketua KPU Sampang Syamsul Mu’arif mengatakan, tahapan saat ini pendistribusian kotak suara. Secara serentak akan disebar ke kecamatan. ”Pihak kecamatan, panwas, dan tim paslon bersama-sama menyaksikan pendistribusian,” jelasnya.

Baca Juga :  Pembangunan Pariwisata Lamban, Disparbud Tunggu Perubahan APBD

Kotak suara berisi surat suara, alat peraga kampanye (APK), formulir, alat coblos serta daftar hadir. Setelah di tingkat PPK nantinya akan ditaruh di kantor kecamatan atau gudang yang telah disiapkan. ”Untuk pengamanannya polisi yang mengatur,” ujarnya.

Kotak suara 1.450 unit. Tiap tempat pemungutan suara (TPS) ada satu kotak suara. Bagi pengungsi Syiah di Sidoarjo ada dua TPS. Yakni, dari Kecamatan Omben dan Karang Penang. ”Berangkatnya Jumat sore (26/10),” tutupnya.

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman mengatakan, pihaknya akan melakukan pengamanan selama proses pendistribusian. Sebelum mendistribusikan kotak suara pihaknya akan menggelar apel. ”Pendistribusian kotak suara langsung bersama petugas keamanan yang ditugaskan ke masing-masing kecamatan,” katanya.

Anggaran untuk pengamanan PSU mencapai Rp 8 miliar. Perinciannya, untuk polres Rp 6 miliar dan Kodim Rp 2 miliar. Anggaran tersebut diambil dari sisa pilkada serentak di KPU sebesar Rp 11 miliar dan APBD Perubahan Sampang sekitar Rp 15 miliar.

Pagu anggaran pengamanan di kepolisian menyusut sekitar Rp 2 miliar dibandingkan dengan anggaran pengamanan pada pilkada serentak. Anggaran tersebut digunakan untuk kebutuhan pelaksanaan pengamanan PSU dari kepolisian. Sebagian pasukan sudah diturunkan ke lapangan sejak Senin (22/10). Sementara apel pengamanan PSU akan dilaksanakan Kamis (25/10) di Lapangan Wijaya bersama seluruh personel. ”Dari kami itu jumlah personelnya kisaran lima ribu lima ratus personel. Dua kompi sudah diterjunkan terlebih dahulu,” ujarnya.

Baca Juga :  Soal Tes Calon Panwascam Jangan Bocor

Lokasi yang masuk dalam materi gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) akan mendapatkan pengamanan lebih. Meski demikian, semua lokasi masuk dalam kategori rawan. Pasukan yang kami turunkan nanti dari teknis, TI, jibom, intel, kinain, wanteror. Semua akan bergabung untuk mengamankan PSU Kabupaten Sampang.

”Jangan mudah terprovokasi. Tetap jaga kondusivitas. Upayakan segera melapor kepada aparat penegak hukum di lokasi jika ada kejadian,” pesan Budi.

Dandim 0828/Sampang Letkol Czi Ari Syahrial menambahkan, prajurit yang akan diterjunkan ke lapangan berkisar 2.000 pasukan. Keberadaan pasukan ini bukan untuk menebar ketakutan, melainkan untuk memberikan keamanan.

Dia mengatakan, tidak ada pasukan dari Kopassus. Akan tetapi, pasukan yang diterjunkan ke lapangan memang sudah dibekali ilmu yang khusus dengan tugas khusus. ”Masing-masing pasukan sudah memiliki tugas khusus,” ujarnya.

Pihaknya berharap supaya PSU Sampang yang akan digelar dua hari lagi berjalan lancar, aman, damai, dan kondusif. Hindari adanya pertengkaran dan percekcokan. ”Upayakan setiap ada masalah atau temuan langsung dilaporkan kepada tim pengamanan dari kepolisian maupun dari TNI,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/