alexametrics
27.2 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Bawaslu Minta Formulir C6 yang Bersangkutan Ditahan

SAMPANG – Pemungutan suara ulang (PSU) pilkada akan dilaksanakan Sabtu, 27 Oktober. Logistik telah disalurkan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sampang menemukan data invalid pada daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP).

Temuan data invalid itu tersebar di lima kecamatan. Yakni, Kecamatan Pangarengan, Jrengik, Tambelangan, Camplong, dan Banyuates. Tetapi jumlah pastinya belum diketahui.

Demikian diungkapkan Ketua Bawaslu Sampang Insiyatun Selasa (23/10). Menurut dia, data invalid itu bukan merupakan usulan atau temuan dari masyarakat maupun tim pasangan calon (paslon).

”Itu (temuan, Red) merupakan pencermatan teman-teman panwascam dan PPL. Temuannya, data identik dan meninggal,” ungkap dia kepada Radarmadura.id.

Perempuan berkerudung itu menjelaskan, dari hasil pencermatan itu nantinya tidak menggunakan istilah pencoretan. Nantinya formulir C6 tidak akan disebar kepada pemilih yang dianggap invalid.

Baca Juga :  Pergantian Ketua DPRD Terancam Gagal

Sebab, lanjut dia, data identik jelas-jelas ganda. Di antaranya, ganda NIK, nama, dan tanggal lahir. Pihaknya sudah menjelaskan dan merekomendasikan ke tingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK).

”Memang belum selesai direkap. Tapi sudah kami sampaikan ke PPK supaya C6 tidak didistribusikan oleh panitia pemungutan suara (PPS),” katanya.

”Artinya, DPTHP PSU yang sudah ditetapkan berjumlah 767.032 jiwa tetap tidak berubah angkanya. Yang bisa berubah adalah siapa saja yang meninggal, pindah atau data identik,” jelasnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Sampang Divisi Teknis, Perencanaan, dan Data Addy Imansyah mengaku belum menerima laporan pasti. Jadi semua rekomendasi Bawaslu yang sudah disampaikan pada saat proses perbaikan DPT mulai 21 September hingga 16 Oktober akan ditindaklanjuti.

Baca Juga :  Puisi Madura Maniro AF.*

Jika dalam temuan Bawaslu ada pemilih PNS, pihaknya akan menindaklanjuti dengan mencoret manual atau menandai di salinan hard copy DPTHP. ”Kalau memang benar-benar PNS. Karena kami belum tahu rekomendasi Bawaslu seperti apa,” ujarnya.

Addy menegaskan, KPU sudah optimal dalam proses DPTHP. Termasuk beberapa yang ditengarai potensi ganda, baik ganda identik maupun ganda NIK.

Sekadar informasi, DPTHP PSU ditetapkan jumlah 767.032 jiwa. Ratusan ribu pemilih itu tersebar di 186 desa/kelurahan di 14 kecamatan. Jumlah pemilih laki-laki sebanyak 377.998 jiwa dan pemilih perempuan 389.034 jiwa.

Sebelum dilakukan perbaikan DPT, jumlah pemilih 803.499 jiwa. Dengan demikian, ada pengurangan signifikan. Untuk pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) berkurang 41.487 jiwa dan  pemilih baru ada tambahan 5.020. 

SAMPANG – Pemungutan suara ulang (PSU) pilkada akan dilaksanakan Sabtu, 27 Oktober. Logistik telah disalurkan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sampang menemukan data invalid pada daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP).

Temuan data invalid itu tersebar di lima kecamatan. Yakni, Kecamatan Pangarengan, Jrengik, Tambelangan, Camplong, dan Banyuates. Tetapi jumlah pastinya belum diketahui.

Demikian diungkapkan Ketua Bawaslu Sampang Insiyatun Selasa (23/10). Menurut dia, data invalid itu bukan merupakan usulan atau temuan dari masyarakat maupun tim pasangan calon (paslon).


”Itu (temuan, Red) merupakan pencermatan teman-teman panwascam dan PPL. Temuannya, data identik dan meninggal,” ungkap dia kepada Radarmadura.id.

Perempuan berkerudung itu menjelaskan, dari hasil pencermatan itu nantinya tidak menggunakan istilah pencoretan. Nantinya formulir C6 tidak akan disebar kepada pemilih yang dianggap invalid.

Baca Juga :  13 Jam Tertibkan APK, Bawaslu Sisir Enam Kecamatan

Sebab, lanjut dia, data identik jelas-jelas ganda. Di antaranya, ganda NIK, nama, dan tanggal lahir. Pihaknya sudah menjelaskan dan merekomendasikan ke tingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK).

”Memang belum selesai direkap. Tapi sudah kami sampaikan ke PPK supaya C6 tidak didistribusikan oleh panitia pemungutan suara (PPS),” katanya.

”Artinya, DPTHP PSU yang sudah ditetapkan berjumlah 767.032 jiwa tetap tidak berubah angkanya. Yang bisa berubah adalah siapa saja yang meninggal, pindah atau data identik,” jelasnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Sampang Divisi Teknis, Perencanaan, dan Data Addy Imansyah mengaku belum menerima laporan pasti. Jadi semua rekomendasi Bawaslu yang sudah disampaikan pada saat proses perbaikan DPT mulai 21 September hingga 16 Oktober akan ditindaklanjuti.

Baca Juga :  Pemilu 2019 Kotak dan Bilik Suara Berbahan Kardus

Jika dalam temuan Bawaslu ada pemilih PNS, pihaknya akan menindaklanjuti dengan mencoret manual atau menandai di salinan hard copy DPTHP. ”Kalau memang benar-benar PNS. Karena kami belum tahu rekomendasi Bawaslu seperti apa,” ujarnya.

Addy menegaskan, KPU sudah optimal dalam proses DPTHP. Termasuk beberapa yang ditengarai potensi ganda, baik ganda identik maupun ganda NIK.

Sekadar informasi, DPTHP PSU ditetapkan jumlah 767.032 jiwa. Ratusan ribu pemilih itu tersebar di 186 desa/kelurahan di 14 kecamatan. Jumlah pemilih laki-laki sebanyak 377.998 jiwa dan pemilih perempuan 389.034 jiwa.

Sebelum dilakukan perbaikan DPT, jumlah pemilih 803.499 jiwa. Dengan demikian, ada pengurangan signifikan. Untuk pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) berkurang 41.487 jiwa dan  pemilih baru ada tambahan 5.020. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/