alexametrics
28.9 C
Madura
Thursday, August 11, 2022

Pikat Investor dan Tumbuhkan Lapangan Pekerjaan

Pengembangan Kawasan Industri Berteknologi Tinggi di Kendal

JAWA TENGAH – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal berhasil menciptakan lapangan pekerjaan dan membuat model terobosan pengembangan kawasan melalui pengembangan industri berteknologi tinggi. Sebagai KEK berbasis industri pertama di Pulau Jawa, Kawasan Industri Kendal (KIK) diharapkan mampu menjadi percontohan sebagai kawasan industri yang berhasil di Indonesia.

Hingga Juli 2022, komitmen investasi telah mencapai Rp 27 triliun dan berasal dari 75 pelaku usaha dari berbagai negara. Misalnya seperti Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Cina, Taiwan, dan Hongkong. Termasuk, investor dari dalam negeri. Investasi tersebut mampu menyerap 12.030 orang tenaga kerja dan telah menghasilkan nilai ekspor sebesar US$ 50 juta.

“Dari data-data tersebut, dapat kita lihat bahwa investasi dan fasilitas fiskal yang diberikan pemerintah, termasuk juga tax holiday, berhasil mendorong peningkatan ekspor,” ucap Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Dewan Nasional KEK dalam kunjungannya ke KIK di Tegal, Sabtu (23/7).

Baca Juga :  KPU Sosialisasikan Pencalonan Perseorangan

Sebagai sebuah kawasan yang menyandang status KEK, tentu saja banyak kelebihan yang didapatkan oleh KIK dibanding kawasan industri lainnya. Kelebihan tersebut ada pada fasilitas dan kemudahan yang didapatkan. Misalnya fasilitas fiskal dan non fiskal (baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah).

Sebagai implementasi dari kebijakan tersebut, saat ini telah diajukan fasilitas fiskal berupa PPN tidak dipungut untuk Barang Kena Pajak (BKP) milik Badan Usaha/Pelaku Usaha di KEK Kendal. Termasuk, Jasa Kena Pajak (JKP) milik Badan Usaha/Pelaku Usaha di KEK Kendal untuk transaksi hingga Juli 2022.

Terdapat sembilan Badan Usaha/Pelaku Usaha di KEK Kendal yang telah memperoleh Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan di KEK. Yakni PT Kawasan Industri Kendal, PT Masterkidz Indonesia, PT Maju Bersama Gemilang, PT Eclat Textile, PT Sinar Harapan Plastik, PT Auri Steel Metalindo, PT Borine Technology Indonesia, PT Global Textile, dan PT Dharma Shunli Industry.

Baca Juga :  Menko Airlangga Beri Apresiasi Penerima Program Kartu Prakerja di Palu

Pemerintah terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan KEK Kendal agar dapat berkembang lebih pesat dan memberikan efek positif bagi peningkatan investasi di Indonesia. KEK Kendal ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2019. Dengan berbagai kelebihannya ini, KEK Kendal diharapkan bisa menjadi sebuah kawasan industri yang berbeda dan mampu menjadi destinasi investasi terbaik.

“Perkembangan yang terlihat di KEK Kendal membuktikan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah telah memberikan hasil positif. Investasi yang ditanamkan investor telah membuahkan lapangan kerja yang banyak bagi masyarakat sekitar,” pungkas Airlangga.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Airlangga juga melakukan peresmian Showroom PT Masterkidz Indonesia dan PT Borine Technology Indonesia di area KIK. Selain itu, menyempatkan diri untuk meninjau proses produksi yang berlangsung di kedua pabrik. (SJDNKEK/map/fsr/*/par)

JAWA TENGAH – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal berhasil menciptakan lapangan pekerjaan dan membuat model terobosan pengembangan kawasan melalui pengembangan industri berteknologi tinggi. Sebagai KEK berbasis industri pertama di Pulau Jawa, Kawasan Industri Kendal (KIK) diharapkan mampu menjadi percontohan sebagai kawasan industri yang berhasil di Indonesia.

Hingga Juli 2022, komitmen investasi telah mencapai Rp 27 triliun dan berasal dari 75 pelaku usaha dari berbagai negara. Misalnya seperti Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Cina, Taiwan, dan Hongkong. Termasuk, investor dari dalam negeri. Investasi tersebut mampu menyerap 12.030 orang tenaga kerja dan telah menghasilkan nilai ekspor sebesar US$ 50 juta.

“Dari data-data tersebut, dapat kita lihat bahwa investasi dan fasilitas fiskal yang diberikan pemerintah, termasuk juga tax holiday, berhasil mendorong peningkatan ekspor,” ucap Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Dewan Nasional KEK dalam kunjungannya ke KIK di Tegal, Sabtu (23/7).

Baca Juga :  Menko Airlangga Dukung Produksi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai

Sebagai sebuah kawasan yang menyandang status KEK, tentu saja banyak kelebihan yang didapatkan oleh KIK dibanding kawasan industri lainnya. Kelebihan tersebut ada pada fasilitas dan kemudahan yang didapatkan. Misalnya fasilitas fiskal dan non fiskal (baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah).

Sebagai implementasi dari kebijakan tersebut, saat ini telah diajukan fasilitas fiskal berupa PPN tidak dipungut untuk Barang Kena Pajak (BKP) milik Badan Usaha/Pelaku Usaha di KEK Kendal. Termasuk, Jasa Kena Pajak (JKP) milik Badan Usaha/Pelaku Usaha di KEK Kendal untuk transaksi hingga Juli 2022.

Terdapat sembilan Badan Usaha/Pelaku Usaha di KEK Kendal yang telah memperoleh Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan di KEK. Yakni PT Kawasan Industri Kendal, PT Masterkidz Indonesia, PT Maju Bersama Gemilang, PT Eclat Textile, PT Sinar Harapan Plastik, PT Auri Steel Metalindo, PT Borine Technology Indonesia, PT Global Textile, dan PT Dharma Shunli Industry.

Baca Juga :  Jangan Pasang Alat Peraga Kampanye Sembarangan

Pemerintah terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan KEK Kendal agar dapat berkembang lebih pesat dan memberikan efek positif bagi peningkatan investasi di Indonesia. KEK Kendal ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2019. Dengan berbagai kelebihannya ini, KEK Kendal diharapkan bisa menjadi sebuah kawasan industri yang berbeda dan mampu menjadi destinasi investasi terbaik.

“Perkembangan yang terlihat di KEK Kendal membuktikan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah telah memberikan hasil positif. Investasi yang ditanamkan investor telah membuahkan lapangan kerja yang banyak bagi masyarakat sekitar,” pungkas Airlangga.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Airlangga juga melakukan peresmian Showroom PT Masterkidz Indonesia dan PT Borine Technology Indonesia di area KIK. Selain itu, menyempatkan diri untuk meninjau proses produksi yang berlangsung di kedua pabrik. (SJDNKEK/map/fsr/*/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/