alexametrics
21.3 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Kantor Bakorwil Pamekasan Mau Direhabilitasi, 5 Rekanan Nawar Segini

SURABAYA – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PRKPCK) Jawa Timur memiliki program konstruksi fisik rehabilitasi kantor Bakorwil Pamekasan.

Hingga Senin (24/6), proyek yang nilainya sekitar Rp 2,1 miliar tersebut belum terealiasi lantaran masih lelang. Dalam pelaksanaan lelang, tentunya dilarang ada pengondisian pemenang.

Dinas PRKPCK Jawa Timur menyedikan anggaran Rp 2.120.000.000 untuk konstruksi fisik rehabilitasi kantor Bakorwil Pamekasan. Dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp 2.118.810.308,58.

Tahapan tender memasuki Evaluasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis, dan Harga. Teken kontrak dijadwalkan 8-12 Juli. Di kantor Bakorwil Pamekasan yang baru, nanti dilengkapi bangunan East Java Super Corridor (EJSC).

Dari 81 rekanan, ada lima yang menawar. Rinciannya Dubay Utama Rp 1.830.368.669,98 dengan harga terkoreksi Rp 1.830.368.669,98. Posisi kedua CV Cakra Ningrat Rp 1.864.203.024,60 dengan harga terkoreksi Rp 1.864.203.024,60.

Baca Juga :  Hadapi Semen Padang, Gomes Bawa Saldi dan Eriyanto

Selanjutnya, X’patriat Muda Rp 1.884.321.801,21 dengan harga terkoreksi Rp 1.884.321.801,21. Lalu CV Nadia Pratama Rp 1.906.682.000,43 dengan harga terkoreksi Rp 1.906.682.000,43. Terakhir CV Noz Sebelas Rp 2.065.910.372,93 dengan harga terkoreksi Rp 2.065.910.372,93.

Wahyu Sukoco selaku PPK Proyek Bakorwil Pamekasan menegaskan, tidak akan ada pengondisian pemenang dalam lelang proyek rehabilitasi kantor Bakorwil Pamekasan.

Menurutnya, penentuan pemenang mengacu ke penawaran terendah dan kelengkapan berkas. “Contoh begini, rekanan nomor urut satu penawaran terendah. Setelah dievaluasi, berkasnya tidak lengkap, bisa kalah,” ujarnya.

Dijelaskan, karena berkas tidak lengkap, maka panitia lelang lalu mengecek berkas rekanan dengan nilai tawar terendah urut kedua. Jika berkasnya juga tidak lengkap, maka rekanan nomor urut tiga berpeluang menang.

Baca Juga :  Halili Yasin Bangga Jadi Kader PPP

“Dengan catatan, bisa melengkapi semua berkas persyataran. Penawaran paling rendah dan persyaratan terlengkap pasti jadi pemenang,” terang Wahyu.

Wahyu berharap, rekanan pemenang lelang konstruksi fisik rehabilitasi kantor Bakorwil Pamekasan berasal dari Madura. “Dengan catatan, penawarannya terendah dan berkas persyaratan lengkap,” tegasnya.

Dijelaskan, proses lelang bukan tanggungjawab Dinas PRKPCK Jawa Timur. Sebab, sudah ada panitia lelang dari ULP Pemprov Jawa Timur. “Terkait informasi detail lelang, sampeyan hubungi ULP saja,” sarannya.

SURABAYA – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PRKPCK) Jawa Timur memiliki program konstruksi fisik rehabilitasi kantor Bakorwil Pamekasan.

Hingga Senin (24/6), proyek yang nilainya sekitar Rp 2,1 miliar tersebut belum terealiasi lantaran masih lelang. Dalam pelaksanaan lelang, tentunya dilarang ada pengondisian pemenang.

Dinas PRKPCK Jawa Timur menyedikan anggaran Rp 2.120.000.000 untuk konstruksi fisik rehabilitasi kantor Bakorwil Pamekasan. Dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp 2.118.810.308,58.


Tahapan tender memasuki Evaluasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis, dan Harga. Teken kontrak dijadwalkan 8-12 Juli. Di kantor Bakorwil Pamekasan yang baru, nanti dilengkapi bangunan East Java Super Corridor (EJSC).

Dari 81 rekanan, ada lima yang menawar. Rinciannya Dubay Utama Rp 1.830.368.669,98 dengan harga terkoreksi Rp 1.830.368.669,98. Posisi kedua CV Cakra Ningrat Rp 1.864.203.024,60 dengan harga terkoreksi Rp 1.864.203.024,60.

Baca Juga :  Dilaporkan Warganya, Kades Cangkreng Jadi Tersangka

Selanjutnya, X’patriat Muda Rp 1.884.321.801,21 dengan harga terkoreksi Rp 1.884.321.801,21. Lalu CV Nadia Pratama Rp 1.906.682.000,43 dengan harga terkoreksi Rp 1.906.682.000,43. Terakhir CV Noz Sebelas Rp 2.065.910.372,93 dengan harga terkoreksi Rp 2.065.910.372,93.

Wahyu Sukoco selaku PPK Proyek Bakorwil Pamekasan menegaskan, tidak akan ada pengondisian pemenang dalam lelang proyek rehabilitasi kantor Bakorwil Pamekasan.

Menurutnya, penentuan pemenang mengacu ke penawaran terendah dan kelengkapan berkas. “Contoh begini, rekanan nomor urut satu penawaran terendah. Setelah dievaluasi, berkasnya tidak lengkap, bisa kalah,” ujarnya.

Dijelaskan, karena berkas tidak lengkap, maka panitia lelang lalu mengecek berkas rekanan dengan nilai tawar terendah urut kedua. Jika berkasnya juga tidak lengkap, maka rekanan nomor urut tiga berpeluang menang.

Baca Juga :  Pelaku Miras Masih Pelajar, Sekolah Tak Boleh Lepas Tangan

“Dengan catatan, bisa melengkapi semua berkas persyataran. Penawaran paling rendah dan persyaratan terlengkap pasti jadi pemenang,” terang Wahyu.

Wahyu berharap, rekanan pemenang lelang konstruksi fisik rehabilitasi kantor Bakorwil Pamekasan berasal dari Madura. “Dengan catatan, penawarannya terendah dan berkas persyaratan lengkap,” tegasnya.

Dijelaskan, proses lelang bukan tanggungjawab Dinas PRKPCK Jawa Timur. Sebab, sudah ada panitia lelang dari ULP Pemprov Jawa Timur. “Terkait informasi detail lelang, sampeyan hubungi ULP saja,” sarannya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/