alexametrics
27.2 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Polres Bangkalan Luncurkan Tim Khusus Antibegal, Siap Tembak Mati

BANGKALAN – Polres Bangkalan terus berinovasi. Terbaru, Korps Bhayangakara yang dipimpin Kapolres AKBP Boby Paludin Tambunan ini membentuk Tim Khusus Antibegal. Tim ini diluncurkan di halaman polres setempat Minggu (24/6).

Tim Khusus Antibegal dipimpinan Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Jeni Al Jauza.  Sementara jumlah personel sepuluh petugas. Mereka adalah polisi yang memiliki keterampilan dan kemampuan khusus untuk memberantas pelaku kejahatan.

Mereka juga dilengkapi beberapa perlengkapan. Di antaranya, senjata api (senpi) pistol, senjata laras panjang, dan sepeda motor trail. Kemudian, seragam serba hitam dilengkapi rompi antipeluru, helm antipeluru, sarung muka, dan kacamata.

Kapolres Bangkalan AKBP Boby Paludin Tambunan mengatakan, Tim Khusus Antibegal ini dibentuk untuk menumpas pelaku curanmor ataupun begal di Kota Salak. Pihaknya berkomitmen memberi rasa nyaman dan aman kepada warga. 

Baca Juga :  Sepekan Bentuk Tim Kasus Curat, Polisi Amankan 10 Tersangka

Dia mengungkapkan, Tim Khusus Antibegal lebih diperankan dalam penindakan hukum dalam memberantas pelaku kejahatan. Sementara tindakan preventif dilakukan oleh anggota satuan fungsi samapta Bhayangkara (sabhara) dan anggota polsek jajaran.

Pihaknya telah melakukan pemetaan terkait lokasi maupun waktu rawan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) maupun begal. Sehingga saban hari dilakukan Operasi Bulan Sabit dengan waktu dan lokasi berbeda-beda. Tergantung situasi dan kondisi di lapangan.

”Alhamdullah sejak diberlakukan Operasi Bulan Sabit, kejadian begal ataupun curanmor terus menurun,” terangnya.

Dia selalu memerintahkan kepada anggota bila melakukan penangkapan pelaku curanmor atau begal. Jika mengancaam keamanan dan keselamatan warga maupun petugas, Boby memerintakan agar dilakukan tindakan tegas. Yakni, tembak di tempat.

Baca Juga :  Maulida Sumbang Medali Perunggu di Popnas

Dengan begitu, tidak membahayakan keselamatan warga dan polisi. Selain itu memberikan shock therapy bagi pelaku lain. Dengan demikian, tidak lagi menjadi pelaku kejahatan. ”Kami sudah perintahkan anggota. Jika pelaku mengancam keselamatan warga dan polisi, kami perintahkan anggota untuk 810 (tembak mati, Red) pelaku,” ucapnya.

 

BANGKALAN – Polres Bangkalan terus berinovasi. Terbaru, Korps Bhayangakara yang dipimpin Kapolres AKBP Boby Paludin Tambunan ini membentuk Tim Khusus Antibegal. Tim ini diluncurkan di halaman polres setempat Minggu (24/6).

Tim Khusus Antibegal dipimpinan Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Jeni Al Jauza.  Sementara jumlah personel sepuluh petugas. Mereka adalah polisi yang memiliki keterampilan dan kemampuan khusus untuk memberantas pelaku kejahatan.

Mereka juga dilengkapi beberapa perlengkapan. Di antaranya, senjata api (senpi) pistol, senjata laras panjang, dan sepeda motor trail. Kemudian, seragam serba hitam dilengkapi rompi antipeluru, helm antipeluru, sarung muka, dan kacamata.


Kapolres Bangkalan AKBP Boby Paludin Tambunan mengatakan, Tim Khusus Antibegal ini dibentuk untuk menumpas pelaku curanmor ataupun begal di Kota Salak. Pihaknya berkomitmen memberi rasa nyaman dan aman kepada warga. 

Baca Juga :  Sengketa Lahan RSUD Masuk Pengadilan

Dia mengungkapkan, Tim Khusus Antibegal lebih diperankan dalam penindakan hukum dalam memberantas pelaku kejahatan. Sementara tindakan preventif dilakukan oleh anggota satuan fungsi samapta Bhayangkara (sabhara) dan anggota polsek jajaran.

Pihaknya telah melakukan pemetaan terkait lokasi maupun waktu rawan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) maupun begal. Sehingga saban hari dilakukan Operasi Bulan Sabit dengan waktu dan lokasi berbeda-beda. Tergantung situasi dan kondisi di lapangan.

”Alhamdullah sejak diberlakukan Operasi Bulan Sabit, kejadian begal ataupun curanmor terus menurun,” terangnya.

Dia selalu memerintahkan kepada anggota bila melakukan penangkapan pelaku curanmor atau begal. Jika mengancaam keamanan dan keselamatan warga maupun petugas, Boby memerintakan agar dilakukan tindakan tegas. Yakni, tembak di tempat.

Baca Juga :  Maulida Sumbang Medali Perunggu di Popnas

Dengan begitu, tidak membahayakan keselamatan warga dan polisi. Selain itu memberikan shock therapy bagi pelaku lain. Dengan demikian, tidak lagi menjadi pelaku kejahatan. ”Kami sudah perintahkan anggota. Jika pelaku mengancam keselamatan warga dan polisi, kami perintahkan anggota untuk 810 (tembak mati, Red) pelaku,” ucapnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/