alexametrics
19.4 C
Madura
Thursday, August 18, 2022

Panwaslu Bangkalan Siapkan Mental Jelang Pencoblosan

BANGKALAN – Seluruh pengawas pemilu se-Bangkalan dikumpulkan di aula MAN, Jumat (22/6). Pertemuan itu menyambut pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) pada Rabu (27/6). Tujuannya, menyiapkan mental mereka menghadapi tekanan dan intimidasi.

Ketua Panwaslu Bangkalan A. Mustain Saleh mengutarakan, secara aturan dan teknis semua anggota pengawas pemilu sudah paham. Kini, tinggal memompa semangat mereka agar tidak takut ketika menghadap intimidasi dan tekanan ketika pelaksanaan pemungutan berlangsung.

”Hal-hal nonteknis seperti intimidasi, tekanan, dan lainnya perlu dipersiapkan. Makanya, kami datangkan motivator nasional Didik Madani, mantan jurnalis Jawa Pos Group,” terangnya.

Mustain menyampaikan, seluruh pengawas pemilu dari tingkat kecamatan hingga desa harus profesional. Ketika melihat pelanggaran pilkada dituntut tegas dalam bertindak. ”Tidak boleh kendur, minder, harus tegas, dan profesional,” ujarnya.

Baca Juga :  Nyuri Handphone, Warga Sampang Diamankan Petugas Pasar Kolpajung

Jumlah pengawas kecamatan (panwascam) yang tersebar di 18 kecamatan itu sebanyak 54 orang. Sementara, pengawas pemilu lapangan (PPL) berjumlah 281 orang tersebar di desa dan kelurahan. ”Mereka harus menjalankan tugas dengan baik. Nanti tinggal implementasi mereka di lapangan,” tuturnya.

Selain itu, selama pengawasan berlangsung, panwascam dan PPL tidak boleh melakukan penyimpangan di luar tugas dan fungsi mereka. Tolak segala pemberian yang dapat mengganggu tugas utama pengawas. Apabila diketahui bermain-main dengan tim pasangan calon (paslon) tertentu, sanksi tegas berupa pemecatan menanti.

”Bahkan, bukan hanya dipecat. Tapi, bisa dipenjara selama 6 tahun. Itu misalnya ada pengawas yang bermain-main dengan tim paslon,” ucapnya. ”Harus berani ketika melihat adanya pelanggaran pilkada,” pungkasnya.

Baca Juga :  Dua Insan BRILiaN Toreh Prestasi di Ajang UN World Innovation Day Hack 2022

BANGKALAN – Seluruh pengawas pemilu se-Bangkalan dikumpulkan di aula MAN, Jumat (22/6). Pertemuan itu menyambut pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) pada Rabu (27/6). Tujuannya, menyiapkan mental mereka menghadapi tekanan dan intimidasi.

Ketua Panwaslu Bangkalan A. Mustain Saleh mengutarakan, secara aturan dan teknis semua anggota pengawas pemilu sudah paham. Kini, tinggal memompa semangat mereka agar tidak takut ketika menghadap intimidasi dan tekanan ketika pelaksanaan pemungutan berlangsung.

”Hal-hal nonteknis seperti intimidasi, tekanan, dan lainnya perlu dipersiapkan. Makanya, kami datangkan motivator nasional Didik Madani, mantan jurnalis Jawa Pos Group,” terangnya.


Mustain menyampaikan, seluruh pengawas pemilu dari tingkat kecamatan hingga desa harus profesional. Ketika melihat pelanggaran pilkada dituntut tegas dalam bertindak. ”Tidak boleh kendur, minder, harus tegas, dan profesional,” ujarnya.

Baca Juga :  Honor PPDP Kuras Anggaran Rp 1,19 M

Jumlah pengawas kecamatan (panwascam) yang tersebar di 18 kecamatan itu sebanyak 54 orang. Sementara, pengawas pemilu lapangan (PPL) berjumlah 281 orang tersebar di desa dan kelurahan. ”Mereka harus menjalankan tugas dengan baik. Nanti tinggal implementasi mereka di lapangan,” tuturnya.

Selain itu, selama pengawasan berlangsung, panwascam dan PPL tidak boleh melakukan penyimpangan di luar tugas dan fungsi mereka. Tolak segala pemberian yang dapat mengganggu tugas utama pengawas. Apabila diketahui bermain-main dengan tim pasangan calon (paslon) tertentu, sanksi tegas berupa pemecatan menanti.

”Bahkan, bukan hanya dipecat. Tapi, bisa dipenjara selama 6 tahun. Itu misalnya ada pengawas yang bermain-main dengan tim paslon,” ucapnya. ”Harus berani ketika melihat adanya pelanggaran pilkada,” pungkasnya.

Baca Juga :  Sopir AKAS Maut Jadi Tersangka

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/