alexametrics
20.5 C
Madura
Thursday, July 7, 2022

Menjambret, Dimassa Dulu, Masuk Penjara Kemudian

BANGKALAN – Pencurian dengan kekerasan masih marak di wilayah hukum Polres Bangkalan. Polsek Tragah meringkus pelaku jambret, Moh. Munip, 27, warga Desa Karang Leman, Kecamatan Tragah. Tersangka kini mendekam di penjara.

Sabtu (23/6) sekitar pukul 19.30, Munip berada di kawasan Desa Jaddung, Kecamatan Tragah, Bangkalan, menggunakan sepada motor Suzuki Satria 150 nopol W 4628 JS. Dia merencanakan penjambretan.

Tak berselang lama, melintas Munasun, 50, dan Laila, 21. Ibu dan anak itu merupakan warga setempat. Munip langsung merampas tas dan handphone Laila.

Pada saat Munip merampas barang berharga milik korban, terjadi tarik-menarik. Korban berteriak minta tolong ada penjambret. Munip panik ketakutan. Dia lalu melarikan diri.

Baca Juga :  Bangkalan Masuk Zona Aman, Wakapolres Ajak Warga Gunakan Hak Pilih

Aksi melarikan diri gagal. Warga menangkap Munip. Dia menjadi bulan-bulanan amukan massa. Tak lama kemudian, polisi mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Warga tidak lagi memukuli Munip. Selanjutnya, dia dibawa ke Mapolsek Tragah. Kepada petugas, Munip mengakui perbuatannya. Sejumlah barang bukti (BB) berhasil diamankan polisi. Di antaranya, motor suzuki Satria 150, tas ransel merah muda milik korban, dan handphone Oppo A37.

Munip mengaku, uang hasil penjualan barang curiannya akan digunakan untuk biaya hidup dan senang-senang. ”Saya menyesal dengan perbuatan ini,” ucapnya lirih saat rilis di Mapolres Bangkalan, Minggu (24/6).

Kapolres Bangkalan AKBP Boby Paludin Tambunan membenarkan telah menangkap Munip yang diduga mencuri dengan tindak kekerasan atau jambret. Munip dijerat pasal 365 ayat 1 dan 2 ke-1 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Dia terancam hukuman 15 tahun penjara. ”Tersangka kami tahan,” terangnya.

Baca Juga :  Polres-Kejari Pantau Proyek Rest Area

BANGKALAN – Pencurian dengan kekerasan masih marak di wilayah hukum Polres Bangkalan. Polsek Tragah meringkus pelaku jambret, Moh. Munip, 27, warga Desa Karang Leman, Kecamatan Tragah. Tersangka kini mendekam di penjara.

Sabtu (23/6) sekitar pukul 19.30, Munip berada di kawasan Desa Jaddung, Kecamatan Tragah, Bangkalan, menggunakan sepada motor Suzuki Satria 150 nopol W 4628 JS. Dia merencanakan penjambretan.

Tak berselang lama, melintas Munasun, 50, dan Laila, 21. Ibu dan anak itu merupakan warga setempat. Munip langsung merampas tas dan handphone Laila.


Pada saat Munip merampas barang berharga milik korban, terjadi tarik-menarik. Korban berteriak minta tolong ada penjambret. Munip panik ketakutan. Dia lalu melarikan diri.

Baca Juga :  JPRM-Kemenag Siapkan Bazar Takjil dan Pesantren Jurnalistik

Aksi melarikan diri gagal. Warga menangkap Munip. Dia menjadi bulan-bulanan amukan massa. Tak lama kemudian, polisi mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Warga tidak lagi memukuli Munip. Selanjutnya, dia dibawa ke Mapolsek Tragah. Kepada petugas, Munip mengakui perbuatannya. Sejumlah barang bukti (BB) berhasil diamankan polisi. Di antaranya, motor suzuki Satria 150, tas ransel merah muda milik korban, dan handphone Oppo A37.

Munip mengaku, uang hasil penjualan barang curiannya akan digunakan untuk biaya hidup dan senang-senang. ”Saya menyesal dengan perbuatan ini,” ucapnya lirih saat rilis di Mapolres Bangkalan, Minggu (24/6).

Kapolres Bangkalan AKBP Boby Paludin Tambunan membenarkan telah menangkap Munip yang diduga mencuri dengan tindak kekerasan atau jambret. Munip dijerat pasal 365 ayat 1 dan 2 ke-1 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Dia terancam hukuman 15 tahun penjara. ”Tersangka kami tahan,” terangnya.

Baca Juga :  Polres-Kejari Pantau Proyek Rest Area

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/