alexametrics
27.2 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Serapan Anggaran Sangat Minim, Komisi III Semprit Dinas PUPR

PAMEKASAN – Minimnya serapan angaran di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan menjadi perhatian dewan. Komisi III DPRD Pamekasan memanggil kepala dinas PUPR untuk mengevaluasi serapan anggaran yang sangat minim itu Kamis (24/5).

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Hosnan Ahmadi mengatakan, secara umum, progres serapan anggaran dinas PUPR lebih baik dari tahun lalu. Tetapi msih jauh dari idelal. Sebab, pada pertengahan triwulan kedua 2018 ini serapannya masih sangat minim.

Dijelaskan, anggaran yang dikelola Dinas PUPR Pamekasan Rp 124 miliar. Lelang yang tuntas dan sudah dikeluarkan surat perintah kerja (SPK) baru Rp 17 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).

Baca Juga :  Panwaslu Sampang Rekrut 1.450 Pengawas TPS

Sementara pembayaran dari pemerintah kepada rekanan secara bertahap. Tahap pertama, yang wajib dibayar 20 persen dari total nilai kontrak. ”Artinya, kalau Rp 17 miliar, berarti uang yang dikeluarkan pada tahap pertama hanya sekitar Rp 3 miliar,” kata dia.

Komisi III mendesak agar lelang segera dituntaskan. Apalagi, total keseluruhan anggaran yang masuk tahap lelang baru sekitar Rp 95 miliar. Sementara sisanya, masih tahap pengajuan.

Hosnan menyampaikan, semakin lama pengerjaan proyek, kualitas pembangunan diyakini lebih baik. Sebab, rekanan memiliki waktu cukup lama untuk mengerjakan tugasnya dengan baik. Pengawasan dari pemerintah juga bisa lebih maksimal.

Masyarakat secara umum juga diminta terlibat aktif dalam pengawasan proyek. Jika ada indikasi penyimpangan, bisa dilaporkan ke dewan untuk ditindaklanjuti. ”Semua elemen masyarakat dipersilakan terlibat aktif dalam pengawasan,” ujarnya.

Baca Juga :  Janganlah Ragu Akan Cinta

Kepala Dinas PUPR Pamekasan Totok Hartono mengatakan, realisasi anggaran memang sangat minim. Tetapi dinilai masih ideal. Sebab, sekarang baru pertengahan triwulan kedua.

Idealnya, triwulan pertama khusus perencanaan. Kemudian triwulan kedua lelang dan awal triwulan ketiga realisasi. ”Sekarang masih tahap lelang, nanti awal Juli baru realisasi,” katanya.

Totok optimistis pekerjaan proyek berjalan maksimal. Pengawasan dari seluruh stakeholder akan membantu memaksimalkan pekerjaan pembangunan itu. ”Seluruh masyarakat dipersilakan ikut andil dalam pengawasan,” pungkasnya.

 

PAMEKASAN – Minimnya serapan angaran di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan menjadi perhatian dewan. Komisi III DPRD Pamekasan memanggil kepala dinas PUPR untuk mengevaluasi serapan anggaran yang sangat minim itu Kamis (24/5).

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Hosnan Ahmadi mengatakan, secara umum, progres serapan anggaran dinas PUPR lebih baik dari tahun lalu. Tetapi msih jauh dari idelal. Sebab, pada pertengahan triwulan kedua 2018 ini serapannya masih sangat minim.

Dijelaskan, anggaran yang dikelola Dinas PUPR Pamekasan Rp 124 miliar. Lelang yang tuntas dan sudah dikeluarkan surat perintah kerja (SPK) baru Rp 17 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).

Baca Juga :  Proyek Pompa Banjir Baru 15 Persen

Sementara pembayaran dari pemerintah kepada rekanan secara bertahap. Tahap pertama, yang wajib dibayar 20 persen dari total nilai kontrak. ”Artinya, kalau Rp 17 miliar, berarti uang yang dikeluarkan pada tahap pertama hanya sekitar Rp 3 miliar,” kata dia.

Komisi III mendesak agar lelang segera dituntaskan. Apalagi, total keseluruhan anggaran yang masuk tahap lelang baru sekitar Rp 95 miliar. Sementara sisanya, masih tahap pengajuan.

Hosnan menyampaikan, semakin lama pengerjaan proyek, kualitas pembangunan diyakini lebih baik. Sebab, rekanan memiliki waktu cukup lama untuk mengerjakan tugasnya dengan baik. Pengawasan dari pemerintah juga bisa lebih maksimal.

Masyarakat secara umum juga diminta terlibat aktif dalam pengawasan proyek. Jika ada indikasi penyimpangan, bisa dilaporkan ke dewan untuk ditindaklanjuti. ”Semua elemen masyarakat dipersilakan terlibat aktif dalam pengawasan,” ujarnya.

Baca Juga :  Beredar Mosi Tidak Percaya Sekwan

Kepala Dinas PUPR Pamekasan Totok Hartono mengatakan, realisasi anggaran memang sangat minim. Tetapi dinilai masih ideal. Sebab, sekarang baru pertengahan triwulan kedua.

Idealnya, triwulan pertama khusus perencanaan. Kemudian triwulan kedua lelang dan awal triwulan ketiga realisasi. ”Sekarang masih tahap lelang, nanti awal Juli baru realisasi,” katanya.

Totok optimistis pekerjaan proyek berjalan maksimal. Pengawasan dari seluruh stakeholder akan membantu memaksimalkan pekerjaan pembangunan itu. ”Seluruh masyarakat dipersilakan ikut andil dalam pengawasan,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/