alexametrics
19.5 C
Madura
Friday, July 1, 2022

Puti Guntur Dihadiahi Kerudung Merah dan Doa Sesepuh Muslimat

SURABAYA – Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor 2 Puti Guntur Soekarno, berkunjung ke kediaman sesepuh Muslimat NU Kota Surabaya Ibu Nyai Ainur Rohmah. Selain sesepuh Muslimat NU, dia juga Pengasuh Pondok Pesantren Annuriyah, Wonocolo.

Puti mendapatkan hadiah kerudung merah. Kerudung itu telah disiapkan khusus untuk cucu Bung Karno itu. Kedatangan Puti menjelang buka puasa, Rabu lalu, juga bertujuan menimba nilai-nilai santri. ”Ibu Nyai Ainur Rohmah adalah guru yang luar biasa bagi generasi muda seperti saya,” kata Puti Guntur Soekarno.

Kali ini, Puti tampil dengan mengenakan kerudung hijau. Dia ditemani Ny. Fatma Saifullah Yusuf, istri calon gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Keduanya disambut hangat oleh Ibu Nyai Ainur Rohmah dan ratusan santriwati di pondok pesantren tersebut.

Puti juga didampingi Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya Suszie Effiendriaty Manan dan anggota DPRD Kota Surabaya Dyah Katarina dari PDIP. Hadir pula sejumlah kader dan pengurus PDIP di Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya.

Selain berbuka, Puti Guntur terlihat membahas beberapa hal penting dengan Ibu Nyai Ainur. Di antaranya, mengenai pendidikan karakter di lingkungan institusi pendidikan. ”Di suasana Ramadan yang indah ini, yang bisa menjadi ujung tombak adalah pesantren, para ulama, para kiai, dan ibu nyai, untuk memberikan penguatan terhadap akhlak dan etika moral pada generasi muda,” kata Puti.

Dalam dialog, Ibu Nyai Ainur Rohmah berpesan agar dilakukan penguatan terhadap pengetahuan tentang Islam, yang mengajarkan rasa cinta kepada tanah air. Ulama senior itu berpesan, agenda itu harus dikerjakan Gus Ipul dan Puti, jika keduanya terpilih dalam Pilkada Jawa Timur 2018.

Baca Juga :  Gus Ipul Siap Berkantor di Madura

”Hubbul wathon minal iman memberi pesan sangat penting. Karena selain cinta kepada Allah SWT dan cinta kepada Nabi Muhammad, kita sebagai warga bangsa juga harus cinta kepada negara Indonesia, sesama, dan mensyukuri keberagaman yang dianugerahkan Allah SWT,” kata Puti.

Tak terasa azan Magrib pun tiba. Mereka melakukan buka puasa bersama. Suasana berlangsung ramah dan hangat. Seusai buka puasa dan salat Magrib, Ibu Nyai Ainur Rohmah duduk di kursi utama. Sementara cawagub Puti Guntur Soekarno, Ny. Fatma Saifullah Yusuf, dan segenap yang hadir, duduk di bawah. Lesehan di karpet.

Ibu Nyai Ainur lantas meminta seorang santri untuk mengeluarkan kerudung yang telah disiapkan. Ada tiga kerudung, semua berwarna merah. ”Silakan memilih salah satu,” kata Ibu Nyai Ainur, yang memiliki ribuan santri itu.

Puti Guntur mengambil salah satu. Dia diminta untuk mengenakan langsung. ”Dirangkap saja,” kata Ibu Nyai Ainur. Kerudung merah itu dikenakan pada Puti dirangkapkan dengan kerudung hijau yang dipakainya.

Setelah itu, Ibu Nyai Ainur Rohmah mengajak semua yang hadir untuk mendoakan bagi keberhasilan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno dalam Pilkada Jawa Timur. Seterusnya, acara dilanjutkan dengan salat Tarawih berjamaah di Pondok Pesantren Annuriyah.

Baca Juga :  Anggap Tak Cukup Bukti, Polres Lepas Jatim

”Kerudung itu sudah saya siapkan lama. Jagani kalau Mbak Puti datang ke sini,” kata Ibu Nyai Ainur Rohmah. Kenapa kerudung yang diberikan warna merah? ”Merah itu berani. Gak wedi (tidak takut). Gak licik,” kata Ibu Nyai Ainur.

Dia juga berpesan agar cawagub Puti Guntur Soekarno, Ny. Fatma Saifullah Yusuf, dan semua yang hadir untuk rajin salat malam. ”Yang rajin salat Tahajud ya. Yang biasanya 4 rakaat, ditambah menjadi 8 rakaat,” pesan Ibu Nyai Ainur menasihati mereka.

Menurut Puti Guntur, pondok pesantren adalah ujung tombak bagi penguatan karakter bangsa Indonesia. ”Para ulama, para kiai, ibu nyai, memberi penguatan terhadap akhlak dan etika kepada generasi muda. Dan juga penguatan atas pengetahuan tentang Islam, yang sangat mengedepankan rasa kemanusiaan dan mengajarkan cinta tanah air,” kata Puti.

Mantan Wali Kota Surabaya Bambang D. H. memuji langkah Puti Guntur untuk sowan Ibu Nyai Ainur Rohmah. ”Beliau adalah ulama panutan yang dengan terbuka berkenan membimbing agama dan mendampingi generasi yang lebih muda,” kata Bambang D. H.

Bambang D. H. dan keluarga memiliki hubungan dekat dengan Ny Ainur Rohmah. Sewaktu menjadi Wali Kota Surabaya dan setelah lengser, Bambang dan keluarga masih sering bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Annuriyah, Wonocolo. ”Kami bahkan diperlakukan seperti anak sendiri oleh Ibu Nyai Ainur,” kata Bambang D. H.

SURABAYA – Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor 2 Puti Guntur Soekarno, berkunjung ke kediaman sesepuh Muslimat NU Kota Surabaya Ibu Nyai Ainur Rohmah. Selain sesepuh Muslimat NU, dia juga Pengasuh Pondok Pesantren Annuriyah, Wonocolo.

Puti mendapatkan hadiah kerudung merah. Kerudung itu telah disiapkan khusus untuk cucu Bung Karno itu. Kedatangan Puti menjelang buka puasa, Rabu lalu, juga bertujuan menimba nilai-nilai santri. ”Ibu Nyai Ainur Rohmah adalah guru yang luar biasa bagi generasi muda seperti saya,” kata Puti Guntur Soekarno.

Kali ini, Puti tampil dengan mengenakan kerudung hijau. Dia ditemani Ny. Fatma Saifullah Yusuf, istri calon gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Keduanya disambut hangat oleh Ibu Nyai Ainur Rohmah dan ratusan santriwati di pondok pesantren tersebut.


Puti juga didampingi Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya Suszie Effiendriaty Manan dan anggota DPRD Kota Surabaya Dyah Katarina dari PDIP. Hadir pula sejumlah kader dan pengurus PDIP di Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya.

Selain berbuka, Puti Guntur terlihat membahas beberapa hal penting dengan Ibu Nyai Ainur. Di antaranya, mengenai pendidikan karakter di lingkungan institusi pendidikan. ”Di suasana Ramadan yang indah ini, yang bisa menjadi ujung tombak adalah pesantren, para ulama, para kiai, dan ibu nyai, untuk memberikan penguatan terhadap akhlak dan etika moral pada generasi muda,” kata Puti.

Dalam dialog, Ibu Nyai Ainur Rohmah berpesan agar dilakukan penguatan terhadap pengetahuan tentang Islam, yang mengajarkan rasa cinta kepada tanah air. Ulama senior itu berpesan, agenda itu harus dikerjakan Gus Ipul dan Puti, jika keduanya terpilih dalam Pilkada Jawa Timur 2018.

Baca Juga :  Khofifah Janji Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur di Madura

”Hubbul wathon minal iman memberi pesan sangat penting. Karena selain cinta kepada Allah SWT dan cinta kepada Nabi Muhammad, kita sebagai warga bangsa juga harus cinta kepada negara Indonesia, sesama, dan mensyukuri keberagaman yang dianugerahkan Allah SWT,” kata Puti.

Tak terasa azan Magrib pun tiba. Mereka melakukan buka puasa bersama. Suasana berlangsung ramah dan hangat. Seusai buka puasa dan salat Magrib, Ibu Nyai Ainur Rohmah duduk di kursi utama. Sementara cawagub Puti Guntur Soekarno, Ny. Fatma Saifullah Yusuf, dan segenap yang hadir, duduk di bawah. Lesehan di karpet.

Ibu Nyai Ainur lantas meminta seorang santri untuk mengeluarkan kerudung yang telah disiapkan. Ada tiga kerudung, semua berwarna merah. ”Silakan memilih salah satu,” kata Ibu Nyai Ainur, yang memiliki ribuan santri itu.

Puti Guntur mengambil salah satu. Dia diminta untuk mengenakan langsung. ”Dirangkap saja,” kata Ibu Nyai Ainur. Kerudung merah itu dikenakan pada Puti dirangkapkan dengan kerudung hijau yang dipakainya.

Setelah itu, Ibu Nyai Ainur Rohmah mengajak semua yang hadir untuk mendoakan bagi keberhasilan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno dalam Pilkada Jawa Timur. Seterusnya, acara dilanjutkan dengan salat Tarawih berjamaah di Pondok Pesantren Annuriyah.

Baca Juga :  Survei Terbaru Unair: Gus Ipul Tetap Ungguli Khofifah

”Kerudung itu sudah saya siapkan lama. Jagani kalau Mbak Puti datang ke sini,” kata Ibu Nyai Ainur Rohmah. Kenapa kerudung yang diberikan warna merah? ”Merah itu berani. Gak wedi (tidak takut). Gak licik,” kata Ibu Nyai Ainur.

Dia juga berpesan agar cawagub Puti Guntur Soekarno, Ny. Fatma Saifullah Yusuf, dan semua yang hadir untuk rajin salat malam. ”Yang rajin salat Tahajud ya. Yang biasanya 4 rakaat, ditambah menjadi 8 rakaat,” pesan Ibu Nyai Ainur menasihati mereka.

Menurut Puti Guntur, pondok pesantren adalah ujung tombak bagi penguatan karakter bangsa Indonesia. ”Para ulama, para kiai, ibu nyai, memberi penguatan terhadap akhlak dan etika kepada generasi muda. Dan juga penguatan atas pengetahuan tentang Islam, yang sangat mengedepankan rasa kemanusiaan dan mengajarkan cinta tanah air,” kata Puti.

Mantan Wali Kota Surabaya Bambang D. H. memuji langkah Puti Guntur untuk sowan Ibu Nyai Ainur Rohmah. ”Beliau adalah ulama panutan yang dengan terbuka berkenan membimbing agama dan mendampingi generasi yang lebih muda,” kata Bambang D. H.

Bambang D. H. dan keluarga memiliki hubungan dekat dengan Ny Ainur Rohmah. Sewaktu menjadi Wali Kota Surabaya dan setelah lengser, Bambang dan keluarga masih sering bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Annuriyah, Wonocolo. ”Kami bahkan diperlakukan seperti anak sendiri oleh Ibu Nyai Ainur,” kata Bambang D. H.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/