alexametrics
20.3 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Caleg PKB Laporkan Caleg PKB

BANGKALAN – Dugaan pelanggaran pemilu terus mencuat. Kali ini berkenaan dengan pemilihan legislatif (pileg) DPRD Bangkalan. Mayyis Abdullah, caleg Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melaporkan rekan caleg separtainya ke Bawaslu di Jalan Pemuda Kaffa kemarin (24/4).

Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu. Terdapat rekaman video di TPS 9 Desa Kampak, Kecamatan Geger, yang memperlihatkan dugaan kecurangan. Oknum yang diduga melakukan tindakan tersebut merupakan petugas KPPS dan caleg PKB nomor urut 4 dapil II Ach. Hariyanto.

Risang Bima Wijaya selaku kuasa hukum Mayyis Abdullah mengutarakan, dugaan pelanggaran yang terekam dalam video baru diketahui 23 April melalui grup WhatsApp. Dalam rekaman terlihat oknum petugas KPPS TPS 9 Desa Kampak memasukkan surat suara ke kotak suara DPRD kabupaten.

”Dari video itu juga tampak jelas saudara Ach. Hariyanto selaku caleg ikut membantu dugaan pelanggaran tersebut,” katanya. Risang menambahkan, yang bersangkutan beberapa kali keluar masuk ruangan. Kemudian, menyerahkan surat suara yang diduga dicoblos sendiri kepada petugas di TPS tersebut.

Atas tindakan itu, tentu telah merugikan Mayyis selaku caleg di dapil yang sama dari dapil II PKB nomor urut 2. ”Diduga pelanggaran yang dilakukan saudara Ach. Hariyanto tidak hanya dilakukan di TPS 9 Desa Kampak, tetapi juga dilakukan di TPS-TPS lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Warga Sengketakan Lahan Pasar Bringkoning

Karena itu, pihaknya meminta Bawaslu melakukan tindakan tegas atas pelanggaran tersebut. Dalam laporan ini pihaknya membawa sejumlah bukti. Selain dua video, juga dua orang saksi. ”Kalau ini tidak dijatuhkan sanksi, sama saja dengan mencederai pelaksanaan pemilu dan demokrasi,” sebutnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Bangkalan Buyung Pambudi mengatakan, pihaknya akan melakukan kajian awal atas laporan ini. Apakah ini masuk pidana pemilu atau tidak. ”Setelah kajian awal, kami undang pelapor dan saksi,” katanya.

Terpisah, Ach. Hariyanto membantah bahwa dirinya melakukan kecurangan berupa pencoblosan. Kala itu, dia mengaku hanya menyarankan petugas untuk segera memasukkan surat suara ke kotak suara. ”Posisi saya waktu itu kaget karena saksi-saksi dari berbagai caleg itu nyoblos sendiri. Melihat pelanggaran itu, saya menyarankan untuk segera dimasukkan ke kotak suara,” dalihnya.

Pria yang akrab disapa Antok itu mengaku tidak benar jika dirinya dituding ikut mencoblos. Sebab, pihaknya juga tidak tahu apakah surat suara yang dimasukkan dalam kotak suara itu surat suara DPRD kabupaten atau surat suara DPRD provinsi, DPR RI atau pilpres. ”Saya hanya menginstruksikan agar semua cepat dihitung karena waktunya sangat mepet kala itu,” pungkasnya.

Baca Juga :  Panwaslu Bangkalan Klaim Temukan Pelanggaran di 18 TPS

Maraknya isu pelanggaran pemilu di Bangkalan membuat KPU buka suara. KPU meminta semua pihak melapor ke Bawaslu jika diketahui ada penyelenggara yang bermain curang. ”Silakan laporkan ke Bawaslu sesuai prosedur,” kata Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar.

Dia mengutarakan, laporan tersebut lengkapi dengan bukti-bukti yang masuk kategori pelanggaran pemilu. Jika Bawaslu memberikan rekomendasi, KPU tidak akan segan-segan untuk bertindak tegas. Sebab, hal itu sudah tidak layak untuk dipertahankan. ”Tidak akan kami toleransi,” ujarnya.

Fauzan menegaskan, apa pun rekomendasi Bawaslu tetap akan menindaklanjuti oleh KPU. Terbukti, di TPS 15 Desa Banyoneng Laok, Kecamatan Geger, yang dilakukan pemungutan suara ulang (PSU). Itu sebagai langkah dari KPU bahwa sangat transparan dan mau menindaklanjuti rekomendasi.

”Siapa pun mau menang dan tidak mau kalah. Tapi, jika ada permasalahan, jalur yang benar itu Bawaslu,” tandasnya.

BANGKALAN – Dugaan pelanggaran pemilu terus mencuat. Kali ini berkenaan dengan pemilihan legislatif (pileg) DPRD Bangkalan. Mayyis Abdullah, caleg Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melaporkan rekan caleg separtainya ke Bawaslu di Jalan Pemuda Kaffa kemarin (24/4).

Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu. Terdapat rekaman video di TPS 9 Desa Kampak, Kecamatan Geger, yang memperlihatkan dugaan kecurangan. Oknum yang diduga melakukan tindakan tersebut merupakan petugas KPPS dan caleg PKB nomor urut 4 dapil II Ach. Hariyanto.

Risang Bima Wijaya selaku kuasa hukum Mayyis Abdullah mengutarakan, dugaan pelanggaran yang terekam dalam video baru diketahui 23 April melalui grup WhatsApp. Dalam rekaman terlihat oknum petugas KPPS TPS 9 Desa Kampak memasukkan surat suara ke kotak suara DPRD kabupaten.


”Dari video itu juga tampak jelas saudara Ach. Hariyanto selaku caleg ikut membantu dugaan pelanggaran tersebut,” katanya. Risang menambahkan, yang bersangkutan beberapa kali keluar masuk ruangan. Kemudian, menyerahkan surat suara yang diduga dicoblos sendiri kepada petugas di TPS tersebut.

Atas tindakan itu, tentu telah merugikan Mayyis selaku caleg di dapil yang sama dari dapil II PKB nomor urut 2. ”Diduga pelanggaran yang dilakukan saudara Ach. Hariyanto tidak hanya dilakukan di TPS 9 Desa Kampak, tetapi juga dilakukan di TPS-TPS lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Diganjar Hukuman Seumur Hidup

Karena itu, pihaknya meminta Bawaslu melakukan tindakan tegas atas pelanggaran tersebut. Dalam laporan ini pihaknya membawa sejumlah bukti. Selain dua video, juga dua orang saksi. ”Kalau ini tidak dijatuhkan sanksi, sama saja dengan mencederai pelaksanaan pemilu dan demokrasi,” sebutnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Bangkalan Buyung Pambudi mengatakan, pihaknya akan melakukan kajian awal atas laporan ini. Apakah ini masuk pidana pemilu atau tidak. ”Setelah kajian awal, kami undang pelapor dan saksi,” katanya.

Terpisah, Ach. Hariyanto membantah bahwa dirinya melakukan kecurangan berupa pencoblosan. Kala itu, dia mengaku hanya menyarankan petugas untuk segera memasukkan surat suara ke kotak suara. ”Posisi saya waktu itu kaget karena saksi-saksi dari berbagai caleg itu nyoblos sendiri. Melihat pelanggaran itu, saya menyarankan untuk segera dimasukkan ke kotak suara,” dalihnya.

Pria yang akrab disapa Antok itu mengaku tidak benar jika dirinya dituding ikut mencoblos. Sebab, pihaknya juga tidak tahu apakah surat suara yang dimasukkan dalam kotak suara itu surat suara DPRD kabupaten atau surat suara DPRD provinsi, DPR RI atau pilpres. ”Saya hanya menginstruksikan agar semua cepat dihitung karena waktunya sangat mepet kala itu,” pungkasnya.

Baca Juga :  Miras Oplosan Hasil Razia Berasal dari Luar Daerah

Maraknya isu pelanggaran pemilu di Bangkalan membuat KPU buka suara. KPU meminta semua pihak melapor ke Bawaslu jika diketahui ada penyelenggara yang bermain curang. ”Silakan laporkan ke Bawaslu sesuai prosedur,” kata Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar.

Dia mengutarakan, laporan tersebut lengkapi dengan bukti-bukti yang masuk kategori pelanggaran pemilu. Jika Bawaslu memberikan rekomendasi, KPU tidak akan segan-segan untuk bertindak tegas. Sebab, hal itu sudah tidak layak untuk dipertahankan. ”Tidak akan kami toleransi,” ujarnya.

Fauzan menegaskan, apa pun rekomendasi Bawaslu tetap akan menindaklanjuti oleh KPU. Terbukti, di TPS 15 Desa Banyoneng Laok, Kecamatan Geger, yang dilakukan pemungutan suara ulang (PSU). Itu sebagai langkah dari KPU bahwa sangat transparan dan mau menindaklanjuti rekomendasi.

”Siapa pun mau menang dan tidak mau kalah. Tapi, jika ada permasalahan, jalur yang benar itu Bawaslu,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/