alexametrics
21.1 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Dituding Lamban oleh Pelapor, Polres Sumenep Komitmen Usut Tuntas

SUMENEP – Polres Sumenep menanggapi kekecewaan Khairur Rasyidi yang menilai penanganan kasusnya lamban. Mewakili Kapolres AKBP Muslimin, Kasubbaghumas AKP Mohamad Heri menegaskan institusinya akan profesional mengusut kasus tersebut.

Mohamad Heri ketika dikonfirmasi mengatakan, kasus tersebut masih diselidiki jajarannya. “Kami sudah melayangkan surat panggilan ke pelapor untuk dimintai keterangan tambahan. Sebab, kami kekurangan data,” katanya.

Menurut Mohamad Heri, pelapor tak kunjung datang ke Polres Sumenep meski sudah dipanggil. Padahal, kehadirannya penting untuk memberi keterangan tambahan. “Kami akan mengusut tuntas kasus yang merugikan Khairur Rasyidi dan Khotibul Umam tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Khairur Rasyidi saat dikonfirmasi RadarMadura.id mengaku sudah menerima surat panggilan dari polisi. “Ketidakhadiran saya ke Polres Sumenep karena banyak halangan. Insya Allah, Rabu (27/2) saya ke Polres Sumenep,” janjinya.

Baca Juga :  Polres Bangkalan Target Ungkap Kasus Bulanan

Ketika RadarMadura.id menghubungi Syafrudin Budiman tidak berhasil. Seperti sebelum-sebelumnya, nomor telepon selulernya tidak aktif. Saat dikonfirmasi lagi tetap tidak aktif. Didatangi ke rumah kontrakannya, yang bersangkutan tidak ada di tempat.

Perlu diketahui, Khairur Rasyidi melaporkan Syafrudin Budiman ke Polres Sumenep pada akhir Desember 2018. Calon anggota DPRD Jawa Timur dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu dilaporkan atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan.

Ceritanya, Khairur Rasyidi bersama temannya yakni Khatibul Umam berkunjung ke rumah Syafrudin Budiman, Rabu (19/12/2018). Setiba di rumah terlapor, mereka pun berbincang. Lalu, terlapor meminjam sepeda Khatibul Umam dengan alasan membeli tiket ke minimarket.

Baca Juga :  Jangan Pasang Alat Peraga Kampanye Sembarangan

“Ditunggu-tunggu, tak kunjung kembali. Saya kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib. Sebab, terlapor telah melakukan tindak kriminal dan menyebabkan kerugian bagi orang lain,” sesal Khairur Rasyidi. (Ubay Shabaro)

SUMENEP – Polres Sumenep menanggapi kekecewaan Khairur Rasyidi yang menilai penanganan kasusnya lamban. Mewakili Kapolres AKBP Muslimin, Kasubbaghumas AKP Mohamad Heri menegaskan institusinya akan profesional mengusut kasus tersebut.

Mohamad Heri ketika dikonfirmasi mengatakan, kasus tersebut masih diselidiki jajarannya. “Kami sudah melayangkan surat panggilan ke pelapor untuk dimintai keterangan tambahan. Sebab, kami kekurangan data,” katanya.

Menurut Mohamad Heri, pelapor tak kunjung datang ke Polres Sumenep meski sudah dipanggil. Padahal, kehadirannya penting untuk memberi keterangan tambahan. “Kami akan mengusut tuntas kasus yang merugikan Khairur Rasyidi dan Khotibul Umam tersebut,” tegasnya.


Sementara itu, Khairur Rasyidi saat dikonfirmasi RadarMadura.id mengaku sudah menerima surat panggilan dari polisi. “Ketidakhadiran saya ke Polres Sumenep karena banyak halangan. Insya Allah, Rabu (27/2) saya ke Polres Sumenep,” janjinya.

Baca Juga :  Polres Sumenep Siap Bantu Konser Peduli Palestina

Ketika RadarMadura.id menghubungi Syafrudin Budiman tidak berhasil. Seperti sebelum-sebelumnya, nomor telepon selulernya tidak aktif. Saat dikonfirmasi lagi tetap tidak aktif. Didatangi ke rumah kontrakannya, yang bersangkutan tidak ada di tempat.

Perlu diketahui, Khairur Rasyidi melaporkan Syafrudin Budiman ke Polres Sumenep pada akhir Desember 2018. Calon anggota DPRD Jawa Timur dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu dilaporkan atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan.

Ceritanya, Khairur Rasyidi bersama temannya yakni Khatibul Umam berkunjung ke rumah Syafrudin Budiman, Rabu (19/12/2018). Setiba di rumah terlapor, mereka pun berbincang. Lalu, terlapor meminjam sepeda Khatibul Umam dengan alasan membeli tiket ke minimarket.

Baca Juga :  Perempuan Harus Merdeka

“Ditunggu-tunggu, tak kunjung kembali. Saya kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib. Sebab, terlapor telah melakukan tindak kriminal dan menyebabkan kerugian bagi orang lain,” sesal Khairur Rasyidi. (Ubay Shabaro)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

RBT, Syahrini, dan Sesuatu yang Lain

Kampanye Media Massa Hanya 21 Hari

Terancam Hukuman 5 Tahun

Artikel Terbaru

/