alexametrics
20.8 C
Madura
Wednesday, August 17, 2022

KH Muhaimin Abdul Bari Larang Bawa Simbol NU di Pilkada

SAMPANG – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Sampang melarang simbol NU digunakan untuk kepentingan kampanye calon bupati dan wakil bupati yang bertarung di pilkada. Hal itu ditegaskan Ketua PC NU Sampang KH Muhaimin Abdul Bari saat menghadiri peresmian kantor PC Fatayat NU Sampang Sabtu (24/2).

Dia menyatakan, larangan penggunaan atribut atau lambang NU diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) NU hasil Muktamar Ke-33 di Jombang 2015. ”Lambang NU tidak boleh digunakan di pilkada. Itu sudah menjadi peraturan yang tidak boleh dilanggar siapa pun, terutama kader dan pengurus,” katanya.

Muhaimin melanjutkan, NU membebaskan pilihan politik warga NU. Baik dalam konteks pemilihan geburnur dan wakil gubernur (Wagub) Jawa Timur maupun pemilihan bupati dan wakil bupati. ”Warga nahdliyin dan nahdliyat khususnya pengurus, silakan aspirasi politiknya digunakan. Tapi jangan menggunakan simbol-simbol organisasi NU atau banom,” ujarnya.

Baca Juga :  Tangkap Tiga Pemuda Pencuri Baterai Tower

Pihaknya akan memberikan sanksi kepada pengurus NU yang ditemukan bergabung dalam tim sukses (timses) calon dan menggunakan simbol NU untuk memenangkan jagoannya di pilkada. ”Kami tidak melarang pengurus atau warga NU ikut dalam tim pemenangan. Tapi, kami harap tidak membawa dan menggunakan simbol atau lambang NU,” tandas dia.

Imbauan tersebut sebagai antisipasi agar tidak terjadi perpecahan di internal NU. Secara keorganisasian, pihaknya akan segera melakukan pertemuan dengan semua elemen NU Sampang pada 27 Februari.

Muhaimin mengajak dan menyerukan kepada masyarakat agar tidak menggunakan simbol dan atribut NU untuk kepentingan politik. Sebab, NU didirikan bukan untuk tujuan politik tetapi untuk membangun masyarakat yang berbudaya, berperadaban, berpendidikan, cerdas, menyejahterahkan, dan damai.

Baca Juga :  Pilkada Sampang,¬†PKS Dukung¬†Pasangan Jihad

”Semua warga NU jangan sampai memecah persaudaraan meski berbeda aspirasi politik. Sebab, NU merupakan benteng persatuan dan kesatuan umat,” pungkasnya.

SAMPANG – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Sampang melarang simbol NU digunakan untuk kepentingan kampanye calon bupati dan wakil bupati yang bertarung di pilkada. Hal itu ditegaskan Ketua PC NU Sampang KH Muhaimin Abdul Bari saat menghadiri peresmian kantor PC Fatayat NU Sampang Sabtu (24/2).

Dia menyatakan, larangan penggunaan atribut atau lambang NU diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) NU hasil Muktamar Ke-33 di Jombang 2015. ”Lambang NU tidak boleh digunakan di pilkada. Itu sudah menjadi peraturan yang tidak boleh dilanggar siapa pun, terutama kader dan pengurus,” katanya.

Muhaimin melanjutkan, NU membebaskan pilihan politik warga NU. Baik dalam konteks pemilihan geburnur dan wakil gubernur (Wagub) Jawa Timur maupun pemilihan bupati dan wakil bupati. ”Warga nahdliyin dan nahdliyat khususnya pengurus, silakan aspirasi politiknya digunakan. Tapi jangan menggunakan simbol-simbol organisasi NU atau banom,” ujarnya.

Baca Juga :  KPU Tetapkan DPS Pilkada 2018

Pihaknya akan memberikan sanksi kepada pengurus NU yang ditemukan bergabung dalam tim sukses (timses) calon dan menggunakan simbol NU untuk memenangkan jagoannya di pilkada. ”Kami tidak melarang pengurus atau warga NU ikut dalam tim pemenangan. Tapi, kami harap tidak membawa dan menggunakan simbol atau lambang NU,” tandas dia.

Imbauan tersebut sebagai antisipasi agar tidak terjadi perpecahan di internal NU. Secara keorganisasian, pihaknya akan segera melakukan pertemuan dengan semua elemen NU Sampang pada 27 Februari.

Muhaimin mengajak dan menyerukan kepada masyarakat agar tidak menggunakan simbol dan atribut NU untuk kepentingan politik. Sebab, NU didirikan bukan untuk tujuan politik tetapi untuk membangun masyarakat yang berbudaya, berperadaban, berpendidikan, cerdas, menyejahterahkan, dan damai.

Baca Juga :  Hitung Ulang Dua TPS, KPU Pastikan Sudah Klir

”Semua warga NU jangan sampai memecah persaudaraan meski berbeda aspirasi politik. Sebab, NU merupakan benteng persatuan dan kesatuan umat,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/