alexametrics
19.5 C
Madura
Tuesday, August 9, 2022

Relawan Demokrasi Belum Bekerja

BANGKALAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangkalan telah merampungkan rekrutmen relawan demokrasi. Meski begitu, para relawan itu belum bisa melaksanakan tugasnya.

Komisioner KPU Bangkalan Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Faisal Rahman menyatakan, ada 55 orang yang ditetapkan berdasarkan surat keputusan (SK) sebagai relawan demokrasi. ”Tidak kita lantik, cuma kita tetapkan saja berdasarkan SK,” kata dia kemarin (24/1).

Relawan demokrasi memiliki tugas meningkatkan partisipasi pemilih di pemilu. KPU telah membagi 55 relawan demokrasi menjadi 10 kelompok dengan basis yang berbeda. ”Jumlahnya ada yang 5 dan ada yang 6,” ujarnya.

Sepuluh basis itu adalah pemilih pemula, muda, keluarga, perempuan, dan penyandang disabilitas. Lalu, basis berkebutuhan khusus, pemilih marginal, komunitas, keagamaan, dan warga internet.

Baca Juga :  KPU Belum Sikapi Putusan MK soal PPK

Faisal mengakui, relawan demokrasi belum bisa melaksanakan tugasnya di lapangan. Sebab, masih ada beberapa pembekalan. ”Bulan depan masih harus bimtek (bimbingan teknis) dulu,” tuturnya.

Tiap relawan menerima honor Rp 750 ribu setiap bulan. Masa bakti bagi relawan demokrasi sampai April mendatang. Faisal berharap adanya relawan demokrasi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang masa depan bangsa. ”Tingkat melek politik bisa menjadi lebih baik,” harapnya. (jup)

BANGKALAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangkalan telah merampungkan rekrutmen relawan demokrasi. Meski begitu, para relawan itu belum bisa melaksanakan tugasnya.

Komisioner KPU Bangkalan Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Faisal Rahman menyatakan, ada 55 orang yang ditetapkan berdasarkan surat keputusan (SK) sebagai relawan demokrasi. ”Tidak kita lantik, cuma kita tetapkan saja berdasarkan SK,” kata dia kemarin (24/1).

Relawan demokrasi memiliki tugas meningkatkan partisipasi pemilih di pemilu. KPU telah membagi 55 relawan demokrasi menjadi 10 kelompok dengan basis yang berbeda. ”Jumlahnya ada yang 5 dan ada yang 6,” ujarnya.


Sepuluh basis itu adalah pemilih pemula, muda, keluarga, perempuan, dan penyandang disabilitas. Lalu, basis berkebutuhan khusus, pemilih marginal, komunitas, keagamaan, dan warga internet.

Baca Juga :  Masih Kekurangan Ribuan Surat Suara

Faisal mengakui, relawan demokrasi belum bisa melaksanakan tugasnya di lapangan. Sebab, masih ada beberapa pembekalan. ”Bulan depan masih harus bimtek (bimbingan teknis) dulu,” tuturnya.

Tiap relawan menerima honor Rp 750 ribu setiap bulan. Masa bakti bagi relawan demokrasi sampai April mendatang. Faisal berharap adanya relawan demokrasi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang masa depan bangsa. ”Tingkat melek politik bisa menjadi lebih baik,” harapnya. (jup)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/