alexametrics
19.4 C
Madura
Thursday, August 18, 2022

Perkara Pak Haji Masuk Kejari

BANGKALAN – Perkara dugaan penipuan dan penggelapan jual-beli tanah dengan tersangka Haji Muzammil, 45, warga Desa/Kecamatan Burneh memasuki babak baru. Polres Bangkalan melimpahkan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan negeri (kejari) pada Jumat (21/12).

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Jeni Al Jauza mengatakan, penyidik telah memeriksa korban, saksi maupun tersangka. Juga mengamankan barang bukti, seperti kuitansi jual-beli tanah. ”Semua rangkaian telah kami lakukan,” terangnya Sabtu (22/12).

Awalnya pelimpahan berkas tahap pertama dinyatakan tidak sempurna oleh jaksa sehingga berkas dikembalikan. Dengan begitu, penyidik polres merevisi berkas perkara sesuai dengan petunjuk jaksa.

Tak lama melakukan revisi, pihaknya kembali melimpahkan berkas tersebut. Kemudian, jaksa menyatakan sempurna. Dengan begitu, pihaknya melimpahkan tersangka beserta barang bukti kepada kejari. ”Sekarang sudah klir. Jaksa menyatakan P-21 (sempurna),” terangnya.

Baca Juga :  Mantan Kades Hoyyibah Dituntut Satu Setengah Tahun

Sekadar diingat, tahun 2016 Haji Muzammil menjadi makelar jual-beli tanah. Dia menawarkan sebidang tanah untuk dijual kepada H.M. Jasuli Nur, 60, warga Desa Basanah, Kecamatan Tanah Merah. Pemilik lahan tidak pernah memberikan kuasa kepada Muzammil untuk menjual tanahnya.

Kemudian, Jasuli dan pelaku terjadi kesepakatan harga Rp 440 juta untuk sebidang tanah di Desa Sanggragung, Kecamatan Socah, plus dengan sertifikatnya. Hingga 2018, tanah beserta sertifikat tak kunjung diserahkan kepada Jasuli. Jumat (6/4) korban lapor ke Polres Bangkalan. Selasa (30/10) sekitar pukul 11.30 polisi berhasil menciduk Muzammil.

BANGKALAN – Perkara dugaan penipuan dan penggelapan jual-beli tanah dengan tersangka Haji Muzammil, 45, warga Desa/Kecamatan Burneh memasuki babak baru. Polres Bangkalan melimpahkan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan negeri (kejari) pada Jumat (21/12).

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Jeni Al Jauza mengatakan, penyidik telah memeriksa korban, saksi maupun tersangka. Juga mengamankan barang bukti, seperti kuitansi jual-beli tanah. ”Semua rangkaian telah kami lakukan,” terangnya Sabtu (22/12).

Awalnya pelimpahan berkas tahap pertama dinyatakan tidak sempurna oleh jaksa sehingga berkas dikembalikan. Dengan begitu, penyidik polres merevisi berkas perkara sesuai dengan petunjuk jaksa.


Tak lama melakukan revisi, pihaknya kembali melimpahkan berkas tersebut. Kemudian, jaksa menyatakan sempurna. Dengan begitu, pihaknya melimpahkan tersangka beserta barang bukti kepada kejari. ”Sekarang sudah klir. Jaksa menyatakan P-21 (sempurna),” terangnya.

Baca Juga :  Perebutan Kursi Sekkab Dimulai, Delapan Pejabat Melamar

Sekadar diingat, tahun 2016 Haji Muzammil menjadi makelar jual-beli tanah. Dia menawarkan sebidang tanah untuk dijual kepada H.M. Jasuli Nur, 60, warga Desa Basanah, Kecamatan Tanah Merah. Pemilik lahan tidak pernah memberikan kuasa kepada Muzammil untuk menjual tanahnya.

Kemudian, Jasuli dan pelaku terjadi kesepakatan harga Rp 440 juta untuk sebidang tanah di Desa Sanggragung, Kecamatan Socah, plus dengan sertifikatnya. Hingga 2018, tanah beserta sertifikat tak kunjung diserahkan kepada Jasuli. Jumat (6/4) korban lapor ke Polres Bangkalan. Selasa (30/10) sekitar pukul 11.30 polisi berhasil menciduk Muzammil.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/