alexametrics
20.6 C
Madura
Saturday, May 28, 2022

Kejari Kembalikan Berkas Perkara Idris

SAMPANG – Proses hukum kasus pembunuhan berencana dengan cara ditembak terus berjalan. Senin (17/12) lalu berkas perkara dengan tersangka Idris diserahkan oleh polisi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang.

Berkas dikembalikan setelah beberapa hari dilakukan penelitian oleh tim jaksa. Kasipidum Kejari Sampang Tulus Ardiansyah mengatakan, berkas perkara Idris yang diserahkan penyidik Polres Sampang P19. Artinya, dikembalikan lagi oleh jaksa ke penyidik.

Berkas perkara Idris dinyatakan kurang lengkap oleh jaksa peneliti. ”Keterangan saksi banyak yang kurang,” kata dia. Berkas dikembalikan oleh jaksa ke penyidik, Jumat (21/12).

Selanjutnya, berkas yang dikembalikan itu akan dilengkapi terlebih dahulu oleh penyidik sebelum dinyatakan P21. Biasanya jika ada yang tidak paham atau kurang mengerti, penyidik akan melakukan koordinasi dengan jaksa.

Baca Juga :  Dukung Bambang Jadi Tokoh Pejabat/Politik

Jaksa kemudian memberikan petunjuk atas kekurangan yang harus dilengkapi. ”Itu bergantung pada petunjuk jaksa tim peneliti. Tapi biasanya tidak lama prosesnya,” terang dia.

Ditegaskan, proses P19 menuju ke P21 biasanya tidak sampai satu minggu. Pihaknya akan berkoordinasi dengan penyidik polres supaya berkas tersebut segera dilengkapi. ”Jika sudah lengkap, langsung P21,” ujarnya.

Selanjutnya, pelimpahan tahap kedua yaitu tersangka dan barang bukti. Pihaknya akan lebih teliti dalam menangani kasus tersebut. Apalagi pasal yang digunakan pembunuhan berencana dan undang-undang darurat.

Menurut Tulus Ardiansyah, jika tahap kedua sudah selesai, pihaknya memiliki waktu maksimal 20 hari mempersiapkan pelimpahan ke pengadilan untuk disidangkan. ”Kami ingin cepat-cepat disidangkan kasus ini,” pungkasnya.

Baca Juga :  Suburkan Tembakau, 16 Poktan di Sampang Dibantu 32 Ton Pupuk ZA

Nur Faizah, istri Subaidi menegaskan, pembunuh suaminya harus dihukum berat. Selain itu, proses hukum dipercepat. Dia meminta kepada polres, kejaksaan, dan pengadilan melaksanakan tugas dengan baik. Utamanya dalam menangani kasus pembunuhan berencana.

”Hukum seberat-beratnya pembunuh suami saya. Dia telah merenggut tulang punggung keluarga kami,” katanya. 

 

SAMPANG – Proses hukum kasus pembunuhan berencana dengan cara ditembak terus berjalan. Senin (17/12) lalu berkas perkara dengan tersangka Idris diserahkan oleh polisi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang.

Berkas dikembalikan setelah beberapa hari dilakukan penelitian oleh tim jaksa. Kasipidum Kejari Sampang Tulus Ardiansyah mengatakan, berkas perkara Idris yang diserahkan penyidik Polres Sampang P19. Artinya, dikembalikan lagi oleh jaksa ke penyidik.

Berkas perkara Idris dinyatakan kurang lengkap oleh jaksa peneliti. ”Keterangan saksi banyak yang kurang,” kata dia. Berkas dikembalikan oleh jaksa ke penyidik, Jumat (21/12).


Selanjutnya, berkas yang dikembalikan itu akan dilengkapi terlebih dahulu oleh penyidik sebelum dinyatakan P21. Biasanya jika ada yang tidak paham atau kurang mengerti, penyidik akan melakukan koordinasi dengan jaksa.

Baca Juga :  Dukung Bambang Jadi Tokoh Pejabat/Politik

Jaksa kemudian memberikan petunjuk atas kekurangan yang harus dilengkapi. ”Itu bergantung pada petunjuk jaksa tim peneliti. Tapi biasanya tidak lama prosesnya,” terang dia.

Ditegaskan, proses P19 menuju ke P21 biasanya tidak sampai satu minggu. Pihaknya akan berkoordinasi dengan penyidik polres supaya berkas tersebut segera dilengkapi. ”Jika sudah lengkap, langsung P21,” ujarnya.

Selanjutnya, pelimpahan tahap kedua yaitu tersangka dan barang bukti. Pihaknya akan lebih teliti dalam menangani kasus tersebut. Apalagi pasal yang digunakan pembunuhan berencana dan undang-undang darurat.

Menurut Tulus Ardiansyah, jika tahap kedua sudah selesai, pihaknya memiliki waktu maksimal 20 hari mempersiapkan pelimpahan ke pengadilan untuk disidangkan. ”Kami ingin cepat-cepat disidangkan kasus ini,” pungkasnya.

Baca Juga :  Target Hasil Perikanan Tangkap 8.200 Ton

Nur Faizah, istri Subaidi menegaskan, pembunuh suaminya harus dihukum berat. Selain itu, proses hukum dipercepat. Dia meminta kepada polres, kejaksaan, dan pengadilan melaksanakan tugas dengan baik. Utamanya dalam menangani kasus pembunuhan berencana.

”Hukum seberat-beratnya pembunuh suami saya. Dia telah merenggut tulang punggung keluarga kami,” katanya. 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/