alexametrics
21.1 C
Madura
Friday, July 1, 2022

Mantan Karyawan BRI Dituntut 5 Tahun Enam Bulan

SAMPANG – Kasus pembobolan uang nasabah BRI Cabang Sampang terus menggelinding. Pengadilan Tipikor Surabaya kembali menggelar sidang lanjutan Kamis (23/11). Jaksa menuntut berbeda dua orang terdakwa mantan karyawan bank tersebut.

Samsul Arifin selaku Funding Officer (FO) Bank BRI Cabang Sampang dituntut 5 tahun 6 bulan. Sementara Yogi Sagita selaku teller di Kantor Teras BRI Unit Batu Lenger, Kecamatan Sokobanah, dituntut 4 tahun 6 bulan.

Perbedaan tuntutan karena peran mereka berbeda. Sidang Kamis (26/10) agenda pemeriksaan ahli. Setelah itu, sidang ditunda dua minggu dengan alasan pemeriksaan terdakwa. Seharusnya, sidang tuntutan digelar Kamis (16/11). Karena pemeriksaan terdakwa belum selesai, akhirnya digelar kemarin.

”Yang menikmati uangnya SA (Samsul Arifin). Kalau YS (Yogi Sagita) hanya membantu,” kata Kasipidsus Kejari Sampang Yudie Arieanto Tri Santosa.

Baca Juga :  Kakek 70 Tahun Cabuli Siswi SMP

Pria asal Sidoarjo itu menambahkan, Samsul juga harus mengganti uang sebesar Rp 1,8 miliar. Sebab, dia menggunakan uang hasil pembobolan. Sementara Yogi tidak ada uang pengganti karena hanya membantu.

”Kalau tidak dibayar uang yang harus diganti, maka diganti kurungan selama setahun. Mereka kita tuntut pasal 2 ayat 1 tentang Tindak Pidana Korupsi,” pungkasnya.

Perlu diketahui, terdakwa diduga melakukan tindak pidana sejak 2015. Uang nasabah yang sudah dibobol secara keseluruhan mencapai Rp 6 miliar. Jumlah nasabah 32 orang. 

SAMPANG – Kasus pembobolan uang nasabah BRI Cabang Sampang terus menggelinding. Pengadilan Tipikor Surabaya kembali menggelar sidang lanjutan Kamis (23/11). Jaksa menuntut berbeda dua orang terdakwa mantan karyawan bank tersebut.

Samsul Arifin selaku Funding Officer (FO) Bank BRI Cabang Sampang dituntut 5 tahun 6 bulan. Sementara Yogi Sagita selaku teller di Kantor Teras BRI Unit Batu Lenger, Kecamatan Sokobanah, dituntut 4 tahun 6 bulan.

Perbedaan tuntutan karena peran mereka berbeda. Sidang Kamis (26/10) agenda pemeriksaan ahli. Setelah itu, sidang ditunda dua minggu dengan alasan pemeriksaan terdakwa. Seharusnya, sidang tuntutan digelar Kamis (16/11). Karena pemeriksaan terdakwa belum selesai, akhirnya digelar kemarin.


”Yang menikmati uangnya SA (Samsul Arifin). Kalau YS (Yogi Sagita) hanya membantu,” kata Kasipidsus Kejari Sampang Yudie Arieanto Tri Santosa.

Baca Juga :  BKPSDM Sumenep Dukung Lomba Foto Hari Ibu

Pria asal Sidoarjo itu menambahkan, Samsul juga harus mengganti uang sebesar Rp 1,8 miliar. Sebab, dia menggunakan uang hasil pembobolan. Sementara Yogi tidak ada uang pengganti karena hanya membantu.

”Kalau tidak dibayar uang yang harus diganti, maka diganti kurungan selama setahun. Mereka kita tuntut pasal 2 ayat 1 tentang Tindak Pidana Korupsi,” pungkasnya.

Perlu diketahui, terdakwa diduga melakukan tindak pidana sejak 2015. Uang nasabah yang sudah dibobol secara keseluruhan mencapai Rp 6 miliar. Jumlah nasabah 32 orang. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/