alexametrics
19.4 C
Madura
Thursday, August 18, 2022

Seluruh Manusia Adalah Dai

ISLAM merupakan agama dakwah. Kekuatan Islam dibawa para dai yang mengemban misi dakwah ke mana pun mereka berpijak. Sedikit mengubah kata pepatah lama, ”Di mana bumi dipijak di sana mereka berdakwah”.

Makkah merupakan pusat dakwah Islam dan menjadi sumber dari segala ilmu keislaman. Ditokohi seorang utusan sangat istimewa, Nabi Muhammad SAW. Pulau Sulawesi menjadi salah satu dari sekian banyak tempat bersejarah di Indonesia dalam dakwah Islam yang terbukukan untuk kepentingan akademis maupun kepentingan praktis.

Dakwah yang sering dilihat kebanyakan masyarakat di YouTube ataupun di majelis taklim disampaikan oleh orang-orang yang alim dan berilmu. Terbentuklah persepsi dan asumsi dalam masyarakat bahwa tidak sembarang orang bisa menjadi seorang dai.

Hendra Umar, lelaki kelahiran Manado ini membongkar hati dan pikiran masyarakat dengan opini-opini yang membangun dan membentuk kembali kepercayaan diri mereka untuk berdakwah. Buku Membongkar Mitos-Mitos Dakwah ini merupakan suatu buku dakwah yang mengajak semua orang untuk berdakwah. Tidak terkecuali kepada orang-orang awam.

Hendra menyumbangkan kontribusi yang besar dalam dunia dakwah. Dalam dunia psikologi, dia benar-benar telah membongkar asumsi yang salah tentang dakwah. Hal itu juga melemahkan dakwah Islam, khususnya di Indonesia. Seperti pembahasan salah satu subjudul di dalam buku ini Anak Kecil Dilarang Berdakwah! Hendra mengatakan bahwa hal itu tidak benar.

Baca Juga :  KPU Belum Data Orang Gila

Dia memberi peluang kepada seluruh manusia untuk berdakwah. Bahkan, kepada orang-orang yang diremehkan orang banyak dalam dakwahnya. Seperti anak kecil, orang awam, dan nonmuslim. Semua dibahas tuntas dengan opini luar biasa yang berlandaskan pada Alquran dan Hadis.

Ia memberikan pertimbangan kepada pembaca, jika memang dakwah itu hanya boleh dilakukan oleh orang-orang yang sudah alim saja, ajaran-ajaran Islam akan lambat dikerjakan oleh umatnya sendiri. Contoh dalam keluarga yang kepala keluarganya adalah orang yang belum alim agama Islam, apakah suami tidak boleh berdakwah kepada istrinya jika ia tidak melaksanakan salat? Atau, dakwah Islam tetap harus ditegakkan? Begitu menurut Hendra.

Ada 14 mitos-mitos dakwah dalam masyarakat yang telah dibahas secara detail. Di antaranya, larangan berdakwah jika belum mengamalkan, larangan berdakwah jika belum bisa memperbaiki keluarga, dakwah hanya tugas sebagian orang, dan nonmuslim dilarang berdakwah.

Tidak seperti buku-buku bertema dakwah lain yang hanya menyingkap tentang metode-metode dakwah para kai dan ulama terdahulu. Buku ini lebih kepada perumusan dan penyadaran bahwa seluruh umat Islam sebagai subjek dakwah yang selama ini terlupakan. Hendra merasa bahwa dakwah Islam telah hilang dari permukaan akibat kesadaran berdakwah telah hilang dari dalam hati muslim.

Baca Juga :  Mahasiswa Dampingi Pengusaha Teripang Manfaatkan Digital Marketing

Terdapat beberapa ayat dan hadis dalam setiap judul mitos yang akan dibongkar oleh Hendra sebagai penguat opini. Namun, ada beberapa hadis yang dinilai oleh banyak ulama sebagai hadis daif yang ia cantumkan menjadi dalil. Contoh  hadis yang terdapat dalam bab Diam Itu Emas, menjelaskan bahwa diam dalam dakwah itu tidak diperbolehkan. Artinya, jika seorang dai diam karena percaya dengan mitos ”diam itu emas” dan tidak menegur para pelaku kejahatan, ia juga sama seperti pelaku tersebut.

Bagaimanapun penulis menggunakan hadis daif tidak mengurangi kepercayaan terhadap buku ini karena ada ayat-ayat Alquran yang ia cantumkan sebagai sumber utama dalam ide-idenya. Buku ini cocok untuk dibaca. Menggunakan bahasa Indonesia yang fasih dan tertib. Pembahasannya pun akan diterima oleh semua corak masyarakat.

Buku ini juga bisa menjadi referensi bagi mahasiswa fakultas dakwah supaya siap menyandang gelar sebagai dai. Juga kepada mahasiswa yang sedang dalam tahap pencarian judul penelitian skripsi. Fokus masalah yang dibahas adalah hal-hal baru yang penting dalam dunia dakwah Islam namun telah lama terlupakan oleh umat Islam sendiri. 

 

KAMILA LUQMAN

Mahasiswi semester akhir Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan.

 

ISLAM merupakan agama dakwah. Kekuatan Islam dibawa para dai yang mengemban misi dakwah ke mana pun mereka berpijak. Sedikit mengubah kata pepatah lama, ”Di mana bumi dipijak di sana mereka berdakwah”.

Makkah merupakan pusat dakwah Islam dan menjadi sumber dari segala ilmu keislaman. Ditokohi seorang utusan sangat istimewa, Nabi Muhammad SAW. Pulau Sulawesi menjadi salah satu dari sekian banyak tempat bersejarah di Indonesia dalam dakwah Islam yang terbukukan untuk kepentingan akademis maupun kepentingan praktis.

Dakwah yang sering dilihat kebanyakan masyarakat di YouTube ataupun di majelis taklim disampaikan oleh orang-orang yang alim dan berilmu. Terbentuklah persepsi dan asumsi dalam masyarakat bahwa tidak sembarang orang bisa menjadi seorang dai.


Hendra Umar, lelaki kelahiran Manado ini membongkar hati dan pikiran masyarakat dengan opini-opini yang membangun dan membentuk kembali kepercayaan diri mereka untuk berdakwah. Buku Membongkar Mitos-Mitos Dakwah ini merupakan suatu buku dakwah yang mengajak semua orang untuk berdakwah. Tidak terkecuali kepada orang-orang awam.

Hendra menyumbangkan kontribusi yang besar dalam dunia dakwah. Dalam dunia psikologi, dia benar-benar telah membongkar asumsi yang salah tentang dakwah. Hal itu juga melemahkan dakwah Islam, khususnya di Indonesia. Seperti pembahasan salah satu subjudul di dalam buku ini Anak Kecil Dilarang Berdakwah! Hendra mengatakan bahwa hal itu tidak benar.

Baca Juga :  Niwar Sudiyanto Bersepeda hingga Luar Kota

Dia memberi peluang kepada seluruh manusia untuk berdakwah. Bahkan, kepada orang-orang yang diremehkan orang banyak dalam dakwahnya. Seperti anak kecil, orang awam, dan nonmuslim. Semua dibahas tuntas dengan opini luar biasa yang berlandaskan pada Alquran dan Hadis.

Ia memberikan pertimbangan kepada pembaca, jika memang dakwah itu hanya boleh dilakukan oleh orang-orang yang sudah alim saja, ajaran-ajaran Islam akan lambat dikerjakan oleh umatnya sendiri. Contoh dalam keluarga yang kepala keluarganya adalah orang yang belum alim agama Islam, apakah suami tidak boleh berdakwah kepada istrinya jika ia tidak melaksanakan salat? Atau, dakwah Islam tetap harus ditegakkan? Begitu menurut Hendra.

- Advertisement -

Ada 14 mitos-mitos dakwah dalam masyarakat yang telah dibahas secara detail. Di antaranya, larangan berdakwah jika belum mengamalkan, larangan berdakwah jika belum bisa memperbaiki keluarga, dakwah hanya tugas sebagian orang, dan nonmuslim dilarang berdakwah.

Tidak seperti buku-buku bertema dakwah lain yang hanya menyingkap tentang metode-metode dakwah para kai dan ulama terdahulu. Buku ini lebih kepada perumusan dan penyadaran bahwa seluruh umat Islam sebagai subjek dakwah yang selama ini terlupakan. Hendra merasa bahwa dakwah Islam telah hilang dari permukaan akibat kesadaran berdakwah telah hilang dari dalam hati muslim.

Baca Juga :  Cetak Insan BRILiaN Unggul, BRI Kembali Buka Program BFLP

Terdapat beberapa ayat dan hadis dalam setiap judul mitos yang akan dibongkar oleh Hendra sebagai penguat opini. Namun, ada beberapa hadis yang dinilai oleh banyak ulama sebagai hadis daif yang ia cantumkan menjadi dalil. Contoh  hadis yang terdapat dalam bab Diam Itu Emas, menjelaskan bahwa diam dalam dakwah itu tidak diperbolehkan. Artinya, jika seorang dai diam karena percaya dengan mitos ”diam itu emas” dan tidak menegur para pelaku kejahatan, ia juga sama seperti pelaku tersebut.

Bagaimanapun penulis menggunakan hadis daif tidak mengurangi kepercayaan terhadap buku ini karena ada ayat-ayat Alquran yang ia cantumkan sebagai sumber utama dalam ide-idenya. Buku ini cocok untuk dibaca. Menggunakan bahasa Indonesia yang fasih dan tertib. Pembahasannya pun akan diterima oleh semua corak masyarakat.

Buku ini juga bisa menjadi referensi bagi mahasiswa fakultas dakwah supaya siap menyandang gelar sebagai dai. Juga kepada mahasiswa yang sedang dalam tahap pencarian judul penelitian skripsi. Fokus masalah yang dibahas adalah hal-hal baru yang penting dalam dunia dakwah Islam namun telah lama terlupakan oleh umat Islam sendiri. 

 

KAMILA LUQMAN

Mahasiswi semester akhir Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/