alexametrics
20.6 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Oknum Guru Edarkan Narkoba Langsung Dipecat

BANGKALAN – Sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah yang dialami Dini Agustina Sofia, 27, warga Kelurahan Kemayoran, Bangkalan. Selain terancam kurungan pidana karena diduga terlibat kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu (SS), dia juga terancam dipecat dari status guru sukarelawan (sukwan).

Sekretaris Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika mengatakan, sudah mengetahui penangkapan seorang guru sukwan yang diduga menjadi pengedar SS. ”Ya, saya tahu dari media,” terangnya kemarin (23/9).

Dia mengungkapkan telah berkoordinasi dengan kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Geger. Kemudian, langsung koordinasi kepada kepala SDN Tegarpriyah 1 untuk memecat yang bersangkutan.

Bambang menilai, perbuatan pelaku telah mencoreng profesi guru. Seorang guru seharusnya memberikan contoh yang baik kepada anak didiknya. ”Itu kan guru sukwan. Kami perintahkan untuk langsung dipecat. Kalau guru sukwan itu kan hanya SK kepala sekolah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Komisi A Curiga Bantuan Rehab Balai Desa Akal-akalan

Belakangan, Dini diketahui menjadi guru sukwan di SDN Tegarpriyah I, Kecamatan Geger, Bangkalan. Alumnus SMKN 1 Bangkalan itu ditangkap Satnarkoba Polres Sampang di Jalan Imam Ghozali, Kamis (21/9) sekitar pukul 22.00.

Dari lokasi petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (BB). Di antaranya, tujuh poket plastik kecil diduga berisi sabu dengan berat keseluruhan 2,82 gram, handphone (HP) warna putih, dan uang tunai senilai Rp 150 ribu.

Akibat perbuatannya, Dini dijerat pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Tersangka terancam hukuman minimal empat tahun penjara.

Kasus tersebut juga memantik perhatian Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman. Dia geram mendengar oknum guru terlibat dalam peredaran narkoba. Sebab, seorang pengajar harus memberikan contoh baik kepada siswanya.

Baca Juga :  Amankan Pengedar Sabu-Sabu

”Seorang guru itu harus menjadi suri teladan bagi anak didiknya. Kalau oknum guru kelakuannya seperti ini, kasihan anak didiknya,” katanya.

Politikus Demokrat itu meminta Disdik Bangkalan untuk memberikan sanksi tegas. Hal itu agar menjadi pelajaran bagi oknum guru yang ditangkap dan guru yang lain. ”Harus ada tindakan tegas dari dinas terkait. Toh ini demi kebaikan juga,” tandasnya. 

BANGKALAN – Sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah yang dialami Dini Agustina Sofia, 27, warga Kelurahan Kemayoran, Bangkalan. Selain terancam kurungan pidana karena diduga terlibat kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu (SS), dia juga terancam dipecat dari status guru sukarelawan (sukwan).

Sekretaris Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika mengatakan, sudah mengetahui penangkapan seorang guru sukwan yang diduga menjadi pengedar SS. ”Ya, saya tahu dari media,” terangnya kemarin (23/9).

Dia mengungkapkan telah berkoordinasi dengan kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Geger. Kemudian, langsung koordinasi kepada kepala SDN Tegarpriyah 1 untuk memecat yang bersangkutan.


Bambang menilai, perbuatan pelaku telah mencoreng profesi guru. Seorang guru seharusnya memberikan contoh yang baik kepada anak didiknya. ”Itu kan guru sukwan. Kami perintahkan untuk langsung dipecat. Kalau guru sukwan itu kan hanya SK kepala sekolah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Amankan Pengedar Sabu-Sabu

Belakangan, Dini diketahui menjadi guru sukwan di SDN Tegarpriyah I, Kecamatan Geger, Bangkalan. Alumnus SMKN 1 Bangkalan itu ditangkap Satnarkoba Polres Sampang di Jalan Imam Ghozali, Kamis (21/9) sekitar pukul 22.00.

Dari lokasi petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (BB). Di antaranya, tujuh poket plastik kecil diduga berisi sabu dengan berat keseluruhan 2,82 gram, handphone (HP) warna putih, dan uang tunai senilai Rp 150 ribu.

Akibat perbuatannya, Dini dijerat pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Tersangka terancam hukuman minimal empat tahun penjara.

Kasus tersebut juga memantik perhatian Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman. Dia geram mendengar oknum guru terlibat dalam peredaran narkoba. Sebab, seorang pengajar harus memberikan contoh baik kepada siswanya.

Baca Juga :  Komisi A Curiga Bantuan Rehab Balai Desa Akal-akalan

”Seorang guru itu harus menjadi suri teladan bagi anak didiknya. Kalau oknum guru kelakuannya seperti ini, kasihan anak didiknya,” katanya.

Politikus Demokrat itu meminta Disdik Bangkalan untuk memberikan sanksi tegas. Hal itu agar menjadi pelajaran bagi oknum guru yang ditangkap dan guru yang lain. ”Harus ada tindakan tegas dari dinas terkait. Toh ini demi kebaikan juga,” tandasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/