alexametrics
25.8 C
Madura
Thursday, August 11, 2022

Bertemu Airlangga, Direktur Eksekutif Global Fund Jajaki Peluang Kerja Sama

JAKARTA – Direktur Eksekutif The Global Fund Peter Sands mengucapkan selamat untuk Presidensi G20 Indonesia. Peter terkesan atas proses G20 di bawah kepemimpinan Indonesia. Hal tersebut disampaikan Peter saat bertemu dengan Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (23/6).

Peter Sands tidak hanya memuji Presidensi G20 Indonesia. Tapi, The Global Fund juga berinisiatif menjajaki peluang kerja sama dengan Pemerintah Indonesia. Sebab, dalam waktu yang tidak terlalu lama akan digelar The Global Fund’s 7th Replenishment Conference.

Airlangga menegaskan mengapresiasi The Global Fund yang telah mendukung dan membantu Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19. The Global Fund turut membiayai 18 laboratorium di Indonesia untuk penanganan pandemi Covid-19. Indonesia juga telah menerima US$ 88 juta alokasi dana bantuan dari The Global Fund.

Baca Juga :  Akselerasi Transformasi Digital UMKM Pangan Dukung Pemulihan Ekonomi

Airlangga juga menyampaikan beberapa peluang kolaborasi di hadapan The Global Fund. Yakni studi proyek transformasi digitalisasi kesehatan, mekanisme pendanaan kesehatan, dan transformasi pada unit pelayanan kesehatan, serta research and development pada sistem kesehatan di Indonesia.

Sekadar diketahui, The Global Fund merupakan penyandang dana terbesar di dunia untuk program pencegahan, pengobatan, dan perawatan AIDS, TBC, dan malaria. Dalam upaya penanganan Covid-19, The Global Fund yang berbasis di Jenewa, Swiss, itu telah berkontribusi sekitar US$ 5 miliar. Mulai dari tes, treatment, pengadaan oksigen, dan genomic sequencing.

The Global Fund juga bermitra dengan COVAX untuk penyediaan vaksin Covid-19. Hingga Juni 2019, The Global Fund telah mengucurkan dana lebih dari US$ 41,6 miliar untuk mendukung program pendanaan AIDS, TBC, dan malaria. Khusus Indonesia, The Global Fund telah berkontribusi pada penanganan penyakit TBC yang memerlukan kontribusi dana sekitar US$ 6,9 miliar.

Baca Juga :  Rekomendasikan 3 Hal Penting untuk Capai Ketahanan Air Nasional 2021

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga dan Peter Sands sepakat bahwa kontribusi negara G20 untuk menjadi donor perlu ditingkatkan. Khususnya jika pandemi kembali melanda. Hal ini sejalan dengan komitmen yang diterima dari pendanaan Financial Intermediary Fund (FIF) G20 yang terkumpul US$ 1,1 miliar. Pemerintah Indonesia telah memberikan komitmen pendanaan FIF sebesar US$ 50 juta atau Rp 742 miliar.

Airlangga tidak sendirian saat menerima Peter Sands dan rombongan. Dalam pertemuan yang digelar di kantor Kemenko Bidang Perekonomian itu, Airlangga ditemani Tim Asistensi Raden Pardede dan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Amerika dan Pasifik Irwan Sinaga yang juga menjabat Plh. Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional. (dep7/ltg/fsr/*/par)

JAKARTA – Direktur Eksekutif The Global Fund Peter Sands mengucapkan selamat untuk Presidensi G20 Indonesia. Peter terkesan atas proses G20 di bawah kepemimpinan Indonesia. Hal tersebut disampaikan Peter saat bertemu dengan Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (23/6).

Peter Sands tidak hanya memuji Presidensi G20 Indonesia. Tapi, The Global Fund juga berinisiatif menjajaki peluang kerja sama dengan Pemerintah Indonesia. Sebab, dalam waktu yang tidak terlalu lama akan digelar The Global Fund’s 7th Replenishment Conference.

Airlangga menegaskan mengapresiasi The Global Fund yang telah mendukung dan membantu Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19. The Global Fund turut membiayai 18 laboratorium di Indonesia untuk penanganan pandemi Covid-19. Indonesia juga telah menerima US$ 88 juta alokasi dana bantuan dari The Global Fund.

Baca Juga :  Airlangga: Visi KIB Dorong Masyarakat Bersatu untuk Indonesia Maju

Airlangga juga menyampaikan beberapa peluang kolaborasi di hadapan The Global Fund. Yakni studi proyek transformasi digitalisasi kesehatan, mekanisme pendanaan kesehatan, dan transformasi pada unit pelayanan kesehatan, serta research and development pada sistem kesehatan di Indonesia.

Sekadar diketahui, The Global Fund merupakan penyandang dana terbesar di dunia untuk program pencegahan, pengobatan, dan perawatan AIDS, TBC, dan malaria. Dalam upaya penanganan Covid-19, The Global Fund yang berbasis di Jenewa, Swiss, itu telah berkontribusi sekitar US$ 5 miliar. Mulai dari tes, treatment, pengadaan oksigen, dan genomic sequencing.

The Global Fund juga bermitra dengan COVAX untuk penyediaan vaksin Covid-19. Hingga Juni 2019, The Global Fund telah mengucurkan dana lebih dari US$ 41,6 miliar untuk mendukung program pendanaan AIDS, TBC, dan malaria. Khusus Indonesia, The Global Fund telah berkontribusi pada penanganan penyakit TBC yang memerlukan kontribusi dana sekitar US$ 6,9 miliar.

Baca Juga :  Tamatan SD Edarkan Sabu-Sabu

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga dan Peter Sands sepakat bahwa kontribusi negara G20 untuk menjadi donor perlu ditingkatkan. Khususnya jika pandemi kembali melanda. Hal ini sejalan dengan komitmen yang diterima dari pendanaan Financial Intermediary Fund (FIF) G20 yang terkumpul US$ 1,1 miliar. Pemerintah Indonesia telah memberikan komitmen pendanaan FIF sebesar US$ 50 juta atau Rp 742 miliar.

Airlangga tidak sendirian saat menerima Peter Sands dan rombongan. Dalam pertemuan yang digelar di kantor Kemenko Bidang Perekonomian itu, Airlangga ditemani Tim Asistensi Raden Pardede dan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Amerika dan Pasifik Irwan Sinaga yang juga menjabat Plh. Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional. (dep7/ltg/fsr/*/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/