alexametrics
20.4 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

BRI Jadi Perusahaan Publik Terbesar di Indonesia 8 Tahun Berturut-turut

JAKARTA – Konsistensi BRI menghadirkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan semakin diakui di mata internasional. Buktinya, BRI dinobatkan sebagai perusahaan publik terbesar di Indonesia dalam pemeringkatan Forbes 2022 Global 2000 World’s Largest Companies selama delapan tahun berturut-turut.

Pengamat ekonomi perbankan Bina Nusantara Universitas (Binus) Doddy Ariefianto mengatakan, capaian BRI tersebut tidak lepas dari kinerja perseroan yang mampu terus tumbuh positif selama lebih dari 100 tahun. BRI juga dinilai mampu menumbuhkan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Sehingga, BRI memiliki social & economic values yang tinggi di dalam negeri. Dengan menempati peringkat 1 di Indonesia dan 349 secara global, kata Doddy, hal itu mengindikasikan bahwa BRI mampu memperkuat fundamental bisnisnya.

“Wajar saja jika Forbes memberikan penilaian itu. Alasan pertama, track record BRI sudah lama bahkan lebih dari 100 tahun dengan kinerja positif yang berkelanjutan. Kedua, BRI satu-satunya bank di Indonesia yang cabangnya, atau network-nya paling ekstensif. Tidak ada yang bisa mengalahkan BRI. Punya kantor sampai plosok negeri, ada BRI Unit,” kata Doddy.

Strategi go smaller, go shorter, go faster dengan mengoptimalisasi sektor ultra mikro yang diterapkan BRI juga menjadi trik jitu untuk mendongkrak kinerja bisnis. Strategi tersebut untuk mendukung target 90 % inklusi keuangan pada 2024 yang diusung Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

BRI saat ini telah terkonsolidasi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian dalam Holding Ultra Mikro. Aksi korporasi yang ditempuh BRI dengan memimpin Holding Ultra Mikro efektif untuk menciptakan pertumbuhan bisnis baru, terutama di sektor ultra mikro.

Baca Juga :  Penistaan Agama

“Dengan bergabungnya Pegadaian dan PNM ke dalam BRI Group jadi spektrum produknya lebih banyak. Jadi kalau berhubungan dengan UMKM, kita bicara macam-macam aspek. Ada yang membutuhkan kredit, atau baru empowering belum ke tahap pembiayaan, atau mungkin tidak bisa kredit jadi lewat Pegadaian,” imbuhnya.

Doddy menjelaskan, apresiasi Forbes menjadi bukti bahwa BRI mampu menjawab tantangan disrupsi di era digital. Strategi BRI yang menerapkan ‘phygital’ di mana layanan fisik dan digital dikolaborasikan sudah sangat tepat.

“BRI memanfaatkan momentum. Layanan digitalnya lengkap, ada juga layanan dari officer-nya lewat mantri atau bahkan laku pandai. Bagaimanapun juga di Indonesia masih memerlukan touch antar manusia belum bisa sepenuhnya secara digital,” katanya.

“Benar pakai istilah ‘phygital’. BRI sudah pada posisi bagus. Terkait teknologi tidak perlu terdepan. Karena harus diperhitungkan plus minusnya. Terlalu canggih juga belum tentu cocok untuk Indonesia,” tambah Doddy.

Sekadar informasi,terdapat tujuh perusahaan publik di Indonesia yang masuk dalam daftar Forbes 2022 Global 2000. Empat di antaranya adalah perusahaan BUMN. Dengan pencapaian itu, BRI menempati peringkat tertinggi di Indonesia delapan tahun berturut-turut.

Untuk mendapat apresiasi dari Forbes, terdapat empat aspek yang dinilai. Yakni sales, profit, assets, dan tentunya market value. Mengutip data Forbes, volume sales BRI mencapai US$ 12,77 miliar. Khusus profit US$ 2,17 miliar, assets US$ 117,74 miliar dan market value US$ 50,14 miliar.

Baca Juga :  Idul Adha, Pekan Depan CFD Libur

Komitmen Jaga Pertumbuhan
Dirut BRI Sunarso mengatakan, perseroan akan tetap fokus pada sektor UMKM sebagai backbone utama bisnis perseroan. Komitmen tersebut tercermin dari komposisi penyaluran kredit UMKM sebesar 83,95 % dari total portofolio kredit.

Menurut dia, perseroan akan terus memperkuat digitalisasi. Pasalnya, ketika fokus di UMKM terutama di ultra mikro, akan menyentuh lebih banyak nasabah. “Maka tantangannya dua, operational cost dan operational risk yang tinggi. Untuk mereduksi operational cost dan operational risk dengan digitalisasi,” ujarnya.

BRI terus melakukan transformasi digital dengan memiliki layanan digital yang mumpuni. Misalnya seperti mobile banking BRImo, aplikasi pengajuan fasilitas dan layanan kredit BRISPOT, AgenBRILink, hingga aplikasi BRIAPI yang memungkinkan terintegrasi dengan aplikasi pihak ketiga.

Dijelaskan, untuk mengimbangi layanan digital, perseroan akan mengedukasi masyarakat atau nasabah untuk lebih melek layanan perbankan digital. Yaitu melalui penyuluh digital yang akan mengajari masyarakat. Mereka mengemban tiga tugas utama.

Pertama, memberikan edukasi untuk rekening secara digital. Kedua, mengajari masyarakat untuk melakukan transaksi secara digital. Ketiga, mensosialisasikan dan mengajari masyarakat untuk mengamankan rekeningnya dari kejahatan digital.

Strategi tersebut cukup berhasil menjaga pertumbuhan bisnis BRI, di masa pemulihan pandemi. Pada triwulan pertama tahun 2022, BRI berhasil mencatatkan laba Rp 12,22 triliun atau tumbuh 78,13 % secara year on year (yoy). Pada akhir Maret 2022, asset BRI Group tumbuh sebesar 8,99 persen yoy menjadi Rp 1.650,28 triliun. (*/par)

Informasi mengenai BANK BRI dapat diakses melalui situs www.bri.co.id

JAKARTA – Konsistensi BRI menghadirkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan semakin diakui di mata internasional. Buktinya, BRI dinobatkan sebagai perusahaan publik terbesar di Indonesia dalam pemeringkatan Forbes 2022 Global 2000 World’s Largest Companies selama delapan tahun berturut-turut.

Pengamat ekonomi perbankan Bina Nusantara Universitas (Binus) Doddy Ariefianto mengatakan, capaian BRI tersebut tidak lepas dari kinerja perseroan yang mampu terus tumbuh positif selama lebih dari 100 tahun. BRI juga dinilai mampu menumbuhkan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Sehingga, BRI memiliki social & economic values yang tinggi di dalam negeri. Dengan menempati peringkat 1 di Indonesia dan 349 secara global, kata Doddy, hal itu mengindikasikan bahwa BRI mampu memperkuat fundamental bisnisnya.


“Wajar saja jika Forbes memberikan penilaian itu. Alasan pertama, track record BRI sudah lama bahkan lebih dari 100 tahun dengan kinerja positif yang berkelanjutan. Kedua, BRI satu-satunya bank di Indonesia yang cabangnya, atau network-nya paling ekstensif. Tidak ada yang bisa mengalahkan BRI. Punya kantor sampai plosok negeri, ada BRI Unit,” kata Doddy.

Strategi go smaller, go shorter, go faster dengan mengoptimalisasi sektor ultra mikro yang diterapkan BRI juga menjadi trik jitu untuk mendongkrak kinerja bisnis. Strategi tersebut untuk mendukung target 90 % inklusi keuangan pada 2024 yang diusung Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

BRI saat ini telah terkonsolidasi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian dalam Holding Ultra Mikro. Aksi korporasi yang ditempuh BRI dengan memimpin Holding Ultra Mikro efektif untuk menciptakan pertumbuhan bisnis baru, terutama di sektor ultra mikro.

Baca Juga :  PHE WMO Ikut Mengapresiasi Kesuksesan BUMDes Barokah Desa Labuhan

“Dengan bergabungnya Pegadaian dan PNM ke dalam BRI Group jadi spektrum produknya lebih banyak. Jadi kalau berhubungan dengan UMKM, kita bicara macam-macam aspek. Ada yang membutuhkan kredit, atau baru empowering belum ke tahap pembiayaan, atau mungkin tidak bisa kredit jadi lewat Pegadaian,” imbuhnya.

Doddy menjelaskan, apresiasi Forbes menjadi bukti bahwa BRI mampu menjawab tantangan disrupsi di era digital. Strategi BRI yang menerapkan ‘phygital’ di mana layanan fisik dan digital dikolaborasikan sudah sangat tepat.

“BRI memanfaatkan momentum. Layanan digitalnya lengkap, ada juga layanan dari officer-nya lewat mantri atau bahkan laku pandai. Bagaimanapun juga di Indonesia masih memerlukan touch antar manusia belum bisa sepenuhnya secara digital,” katanya.

“Benar pakai istilah ‘phygital’. BRI sudah pada posisi bagus. Terkait teknologi tidak perlu terdepan. Karena harus diperhitungkan plus minusnya. Terlalu canggih juga belum tentu cocok untuk Indonesia,” tambah Doddy.

Sekadar informasi,terdapat tujuh perusahaan publik di Indonesia yang masuk dalam daftar Forbes 2022 Global 2000. Empat di antaranya adalah perusahaan BUMN. Dengan pencapaian itu, BRI menempati peringkat tertinggi di Indonesia delapan tahun berturut-turut.

Untuk mendapat apresiasi dari Forbes, terdapat empat aspek yang dinilai. Yakni sales, profit, assets, dan tentunya market value. Mengutip data Forbes, volume sales BRI mencapai US$ 12,77 miliar. Khusus profit US$ 2,17 miliar, assets US$ 117,74 miliar dan market value US$ 50,14 miliar.

Baca Juga :  Selisih Paslon Jauh Sulit Disengketakan

Komitmen Jaga Pertumbuhan
Dirut BRI Sunarso mengatakan, perseroan akan tetap fokus pada sektor UMKM sebagai backbone utama bisnis perseroan. Komitmen tersebut tercermin dari komposisi penyaluran kredit UMKM sebesar 83,95 % dari total portofolio kredit.

Menurut dia, perseroan akan terus memperkuat digitalisasi. Pasalnya, ketika fokus di UMKM terutama di ultra mikro, akan menyentuh lebih banyak nasabah. “Maka tantangannya dua, operational cost dan operational risk yang tinggi. Untuk mereduksi operational cost dan operational risk dengan digitalisasi,” ujarnya.

BRI terus melakukan transformasi digital dengan memiliki layanan digital yang mumpuni. Misalnya seperti mobile banking BRImo, aplikasi pengajuan fasilitas dan layanan kredit BRISPOT, AgenBRILink, hingga aplikasi BRIAPI yang memungkinkan terintegrasi dengan aplikasi pihak ketiga.

Dijelaskan, untuk mengimbangi layanan digital, perseroan akan mengedukasi masyarakat atau nasabah untuk lebih melek layanan perbankan digital. Yaitu melalui penyuluh digital yang akan mengajari masyarakat. Mereka mengemban tiga tugas utama.

Pertama, memberikan edukasi untuk rekening secara digital. Kedua, mengajari masyarakat untuk melakukan transaksi secara digital. Ketiga, mensosialisasikan dan mengajari masyarakat untuk mengamankan rekeningnya dari kejahatan digital.

Strategi tersebut cukup berhasil menjaga pertumbuhan bisnis BRI, di masa pemulihan pandemi. Pada triwulan pertama tahun 2022, BRI berhasil mencatatkan laba Rp 12,22 triliun atau tumbuh 78,13 % secara year on year (yoy). Pada akhir Maret 2022, asset BRI Group tumbuh sebesar 8,99 persen yoy menjadi Rp 1.650,28 triliun. (*/par)

Informasi mengenai BANK BRI dapat diakses melalui situs www.bri.co.id

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/