alexametrics
24.9 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Kepala SMAN 1 Banyuates Mangkir

SAMPANG – Kasus dugaan penyelewengan dana bantuan siswa miskin (BSM) dan program Indonesia pintar (PIP) di SMAN 1 Banyuates yang ditangani Unit Tipikor Satreskrim Polres Sampang terus bergulir. Rabu (23/5) penyidik satreskrim memanggil kepala SMAN 1 Banyuates.

Sayangnya, panggilan atau undangan klarifikasi yang dilayangkan Polres Sampang tak digubris oleh kepala SMAN 1 Sampang. Hingga kemarin sore, kepala SMAN 1 Banyuates tidak hadir ke mapolres.

Humas Polres Sampang Ipda Eko Puji Waluyo yang didampingi Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto membenarkan penyidik sudah melayangkan surat undangan klarifikasi kepada terlapor, yaitu Kepala SMAN 1 Banyuates. Menurut dia, dalam surat undangan klarifikasi itu kepala SMAN 1 Banyuates yang bernama Sugeng Harinanto diminta hadir kemarin. Akan tetapi, yang bersangkutan mangkir. ”Undangan yang kami layangkan masih satu kali dan yang bersangkutan mangkir,” katanya.

Baca Juga :  Saksi Absen, Sidang Dugaan Pembunuhan Ditunda

Penyidik akan melayangkan surat kembali jika surat undangan yang pertama tak digubris. Sebab, pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan penyaluran dana BSM dan PIP sudah tuntas. ”Sekarang tinggal kepala sekolah untuk diklarifikasi atas hasil keterangan dan bukti-bukti yang sudah dikumpulkan dalam penyelidikan,” ungkapnya.

Kepala SMAN 1 Banyuates Sugeng Harinanto saat dihubungi Jawa Pos Radar Madura meminta supaya langsung mengonfirmasi Dinas Pendidikan Jatim di Sampang. Dia mengaku tidak enak badan. ”Langsung ke dinas pendidikan provinsi. Saya sedang tidak enak badan,” katanya.

Kasi Pembinaan SMA/SMK Dinas Pendidikan Jatim di Sampang Hendro Himawan menyatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang berkaitan dengan kasus di SMAN 1 Banyuates kepada polisi. Menurut dia, apa pun hasilnya, pihaknya hanya memiliki kewenangan melapor kepada pimpinan di Dinas Pendidikan Jatim.

Baca Juga :  Puisi Madura Moh. Dasuki*

Dia berharap, kasus tersebut segera menemukan titik terang. ”Silakan, saya pasrahkan kepada polisi. Apa pun hasilnya, nanti kami akan laporkan ke pimpinan di provinsi,” tegasnya.

Kasus dugaan penyelewengan dana BSM dan PIP mencuat setelah siswa SMAN 1 Banyuates melakukan aksi protes dengan berdemo. Saat itu siswa penerima BSM dan PIP melontarkan bahwa selama kepemimpinan Sugeng Harinanto tidak pernah menerima dana BSM maupun PIP.

 

SAMPANG – Kasus dugaan penyelewengan dana bantuan siswa miskin (BSM) dan program Indonesia pintar (PIP) di SMAN 1 Banyuates yang ditangani Unit Tipikor Satreskrim Polres Sampang terus bergulir. Rabu (23/5) penyidik satreskrim memanggil kepala SMAN 1 Banyuates.

Sayangnya, panggilan atau undangan klarifikasi yang dilayangkan Polres Sampang tak digubris oleh kepala SMAN 1 Sampang. Hingga kemarin sore, kepala SMAN 1 Banyuates tidak hadir ke mapolres.

Humas Polres Sampang Ipda Eko Puji Waluyo yang didampingi Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto membenarkan penyidik sudah melayangkan surat undangan klarifikasi kepada terlapor, yaitu Kepala SMAN 1 Banyuates. Menurut dia, dalam surat undangan klarifikasi itu kepala SMAN 1 Banyuates yang bernama Sugeng Harinanto diminta hadir kemarin. Akan tetapi, yang bersangkutan mangkir. ”Undangan yang kami layangkan masih satu kali dan yang bersangkutan mangkir,” katanya.

Baca Juga :  Polres Bangkalan Target Ungkap Kasus Bulanan

Penyidik akan melayangkan surat kembali jika surat undangan yang pertama tak digubris. Sebab, pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan penyaluran dana BSM dan PIP sudah tuntas. ”Sekarang tinggal kepala sekolah untuk diklarifikasi atas hasil keterangan dan bukti-bukti yang sudah dikumpulkan dalam penyelidikan,” ungkapnya.

Kepala SMAN 1 Banyuates Sugeng Harinanto saat dihubungi Jawa Pos Radar Madura meminta supaya langsung mengonfirmasi Dinas Pendidikan Jatim di Sampang. Dia mengaku tidak enak badan. ”Langsung ke dinas pendidikan provinsi. Saya sedang tidak enak badan,” katanya.

Kasi Pembinaan SMA/SMK Dinas Pendidikan Jatim di Sampang Hendro Himawan menyatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang berkaitan dengan kasus di SMAN 1 Banyuates kepada polisi. Menurut dia, apa pun hasilnya, pihaknya hanya memiliki kewenangan melapor kepada pimpinan di Dinas Pendidikan Jatim.

Baca Juga :  Khalil Asy’ari Resmi Plt Bupati Pamekasan

Dia berharap, kasus tersebut segera menemukan titik terang. ”Silakan, saya pasrahkan kepada polisi. Apa pun hasilnya, nanti kami akan laporkan ke pimpinan di provinsi,” tegasnya.

Kasus dugaan penyelewengan dana BSM dan PIP mencuat setelah siswa SMAN 1 Banyuates melakukan aksi protes dengan berdemo. Saat itu siswa penerima BSM dan PIP melontarkan bahwa selama kepemimpinan Sugeng Harinanto tidak pernah menerima dana BSM maupun PIP.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/