alexametrics
27.2 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Kapolres: Hasan Ambon Ada di Sokobanah

SAYANGNYA, upaya aparat kepolisian untuk mengungkap dan menuntaskan kasus kepemilikan senjata api (senpi) dalam pembunuhan Subaidi belum berhasil. Pasalnya, sampai sekarang daftar pencarian orang (DPO) kasus senpi tak tertangkap.

Padahal, buron kasus kepemilikan senpi yang bernama Hasan Ambon dan Suli atau Suryadi, warga Kecamatan Sokobanah, saat ini terdeteksi berada di wilayah Kecamatan Sokobanah. Informasi itu disampaikan Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman kemarin (23/1).

Menurut Budi, hasil deteksi terakhir polisi, Hasan Ambon berada di wilayah Kecamatan Sokobanah. Hingga saat ini, Hasan Ambon belum keluar. ”Ada di Kecamatan Sokobanah, belum keluar. Posisinya masih kami lacak,” ujarnya.

Berkaitan dengan keterlibatan orang selain Hasan Ambon, Budi mengaku belum memiliki alat bukti baru untuk menetapkan tersangka. Seperti Jatim yang sebelumnya dilepas oleh polisi.

Baca Juga :  Delapan Pegawai Dua Puskesmas Reaktif

”Jatim kami lepas karena tidak ada saksi dan bukti baru sebagai pendukung untuk menjeratnya,” terangnya.

”Sampai saat ini, kami terus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan sejumlah bukti baru untuk menjerat tersangka lain,” sambungnya.

Menanggapi itu, Juru Bicara (Jubir) Ikatan Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ikaba) Salim Segav mengatakan, masyarakat saat ini mulai tidak percaya terhadap kinerja polisi. Apalagi, polisi menegaskan bahwa DPO kasus senpi berada di wilayah Sokobanah.

”Jika ada di Sokobanah, kenapa tidak ditangkap, selemah itukah polisi sehingga tak bisa menangkap seorang buron kasus senpi,” sindirnya.

Bahkan, ada asumsi di masyarakat bahwa polisi sudah memainkan perannya dalam penanganan kasus senpi tersebut. petugas telah kongkalikong dengan sejumlah pihak untuk memburamkan kasus itu.

Baca Juga :  Empat Budak Sabu Lebaran di Tahanan

”Ini memperkuat asumsi masyarakat bahwa orang yang dekat dengan buron ini kebal hukum,” tudingnya.

Pihaknya berjanji akan mendatangi Polres Sampang untuk mempertanyakan hal tersebut. Menurut dia, alumni yang tergabung dalam Ikaba se-Indonesia mulai geram dengan lambannya kinerja polisi.

”Ikaba tidak akan diam, akan terus mendorong polisi supaya kasus senpi diusut tuntas,” pungkasnya. 

SAYANGNYA, upaya aparat kepolisian untuk mengungkap dan menuntaskan kasus kepemilikan senjata api (senpi) dalam pembunuhan Subaidi belum berhasil. Pasalnya, sampai sekarang daftar pencarian orang (DPO) kasus senpi tak tertangkap.

Padahal, buron kasus kepemilikan senpi yang bernama Hasan Ambon dan Suli atau Suryadi, warga Kecamatan Sokobanah, saat ini terdeteksi berada di wilayah Kecamatan Sokobanah. Informasi itu disampaikan Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman kemarin (23/1).

Menurut Budi, hasil deteksi terakhir polisi, Hasan Ambon berada di wilayah Kecamatan Sokobanah. Hingga saat ini, Hasan Ambon belum keluar. ”Ada di Kecamatan Sokobanah, belum keluar. Posisinya masih kami lacak,” ujarnya.


Berkaitan dengan keterlibatan orang selain Hasan Ambon, Budi mengaku belum memiliki alat bukti baru untuk menetapkan tersangka. Seperti Jatim yang sebelumnya dilepas oleh polisi.

Baca Juga :  Posisi Madura United Bisa Tergusur Lagi

”Jatim kami lepas karena tidak ada saksi dan bukti baru sebagai pendukung untuk menjeratnya,” terangnya.

”Sampai saat ini, kami terus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan sejumlah bukti baru untuk menjerat tersangka lain,” sambungnya.

Menanggapi itu, Juru Bicara (Jubir) Ikatan Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ikaba) Salim Segav mengatakan, masyarakat saat ini mulai tidak percaya terhadap kinerja polisi. Apalagi, polisi menegaskan bahwa DPO kasus senpi berada di wilayah Sokobanah.

”Jika ada di Sokobanah, kenapa tidak ditangkap, selemah itukah polisi sehingga tak bisa menangkap seorang buron kasus senpi,” sindirnya.

Bahkan, ada asumsi di masyarakat bahwa polisi sudah memainkan perannya dalam penanganan kasus senpi tersebut. petugas telah kongkalikong dengan sejumlah pihak untuk memburamkan kasus itu.

Baca Juga :  Nenek Latifah: Kasus Pencabulan Cucu Saya Terbongkar Gara-Gara Uang

”Ini memperkuat asumsi masyarakat bahwa orang yang dekat dengan buron ini kebal hukum,” tudingnya.

Pihaknya berjanji akan mendatangi Polres Sampang untuk mempertanyakan hal tersebut. Menurut dia, alumni yang tergabung dalam Ikaba se-Indonesia mulai geram dengan lambannya kinerja polisi.

”Ikaba tidak akan diam, akan terus mendorong polisi supaya kasus senpi diusut tuntas,” pungkasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/