alexametrics
20.7 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Berkas Idris Masuk Pengadilan

SAMPANG – Kasus pembunuhan berencana dengan terdakwa Idris, 31, warga Desa Tamberu Laok, Kecamatan Sokobanah, memasuki babak baru. Kejaksaan negeri (kejari) melimpahkan berkas perkara tersebut ke Pengadilan Negeri (PN) Sampang kemarin (23/1).

Kasidatun Kejari Sampang Nur Solikhin mengutarakan, kini jaksa hanya menunggu penetapan jawdal sidang dari PN. ”Sudah dilimpahkan, tinggal nunggu jadwal penetapan sidang dari pengadilan,” katanya.

Penyusunan dakwaan dan tuntutan terhadap tersangka yang menembak Subaidi, 35, warga Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, mengunakan senjata api (senpi) sudah selesai. ”Kami belum mendapat kepastian kapan kasus itu akan disidang,” ujarnya.

Pada agenda sidang pertama jaksa bakal membacakan dakwaan. Lalu, hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk melakukan eksepsi pada sidang berikutnya. ”Kami sudah siap melaksanakan sidang. Semoga jadwal sidang segera keluar,” harapnya.

Baca Juga :  Waspada Penipuan Berkedok Polisi

Humas PN Sampang I Gede Perwata membenarkan bahwa berkas tersangka Idris sudah masuk lembaganya. Pihaknya masih akan menjadwalkan pelaksanaan sidangnya. ”Iya, sudah kami terima dari kejaksaan,” ungkap dia.

Jika tidak berubah, pihaknya berencana menjadwalkan sidang perdana Idris pada Selasa (29/1). Berkas yang dilimpahkan kejari juga sudah lengkap. ”Jika tidak berubah, rencana sidang perdananya selasa depan,” terangnya.

Sementara itu, Nurfaizah, istri almarhum Subaidi, berharap tersangka dihukum maksimal. Almarhum meninggalkan seorang anak yang masih berumur tujuh tahun. Saat ini dia juga mengandung anak kedua dari almarhum.

”Hukum yang berat dan maksimal, tulang punggung keluarga kami sudah tidak ada. Semoga polisi, kejaksaan, dan pengadilan profesional menangani kasus ini dan tidak main-main,” pintanya.

Baca Juga :  Wabup Pamekasan Ingatkan PNS Bertanggung Jawab

Juru Bicara (Jubir) Ikatan Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ikaba) Salim Segav menegaskan, dirinya tetap berkomitmen bersama alumni seluruh Indonesia untuk mengawal kasus tersebut. ”Ini komitmen kami. Semoga ini mampu mendorong seluruh pihak untuk bekerja profesional dan proporsional,” kata dia.

SAMPANG – Kasus pembunuhan berencana dengan terdakwa Idris, 31, warga Desa Tamberu Laok, Kecamatan Sokobanah, memasuki babak baru. Kejaksaan negeri (kejari) melimpahkan berkas perkara tersebut ke Pengadilan Negeri (PN) Sampang kemarin (23/1).

Kasidatun Kejari Sampang Nur Solikhin mengutarakan, kini jaksa hanya menunggu penetapan jawdal sidang dari PN. ”Sudah dilimpahkan, tinggal nunggu jadwal penetapan sidang dari pengadilan,” katanya.

Penyusunan dakwaan dan tuntutan terhadap tersangka yang menembak Subaidi, 35, warga Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, mengunakan senjata api (senpi) sudah selesai. ”Kami belum mendapat kepastian kapan kasus itu akan disidang,” ujarnya.


Pada agenda sidang pertama jaksa bakal membacakan dakwaan. Lalu, hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk melakukan eksepsi pada sidang berikutnya. ”Kami sudah siap melaksanakan sidang. Semoga jadwal sidang segera keluar,” harapnya.

Baca Juga :  Wabup Pamekasan Ingatkan PNS Bertanggung Jawab

Humas PN Sampang I Gede Perwata membenarkan bahwa berkas tersangka Idris sudah masuk lembaganya. Pihaknya masih akan menjadwalkan pelaksanaan sidangnya. ”Iya, sudah kami terima dari kejaksaan,” ungkap dia.

Jika tidak berubah, pihaknya berencana menjadwalkan sidang perdana Idris pada Selasa (29/1). Berkas yang dilimpahkan kejari juga sudah lengkap. ”Jika tidak berubah, rencana sidang perdananya selasa depan,” terangnya.

Sementara itu, Nurfaizah, istri almarhum Subaidi, berharap tersangka dihukum maksimal. Almarhum meninggalkan seorang anak yang masih berumur tujuh tahun. Saat ini dia juga mengandung anak kedua dari almarhum.

”Hukum yang berat dan maksimal, tulang punggung keluarga kami sudah tidak ada. Semoga polisi, kejaksaan, dan pengadilan profesional menangani kasus ini dan tidak main-main,” pintanya.

Baca Juga :  Fauzan Dikenal Luas karena Politik dan Pendidikan

Juru Bicara (Jubir) Ikatan Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ikaba) Salim Segav menegaskan, dirinya tetap berkomitmen bersama alumni seluruh Indonesia untuk mengawal kasus tersebut. ”Ini komitmen kami. Semoga ini mampu mendorong seluruh pihak untuk bekerja profesional dan proporsional,” kata dia.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/