21.4 C
Madura
Saturday, December 3, 2022

Pemred JPRM Usul M. Tabrani Jadi Nama Gedung Pemuda

SIDOARJO – Usaha pengusulan gelar pahlawan nasional kepada M. Tabrani berlanjut. Dukungan untuk mencapai tujuan itu datang dari banyak pihak. Sambutan baik terutama datang dari Pemkab Pamekasan selaku daerah tempat lahir penggagas bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan itu.

Hal itu terungkap dalam diskusi kelompok terpumpun di Hotel Luminor Sidoarjo Selasa (22/11). Balai Bahasa Jawa Timur (BBJT) mengundang sejumlah narasumber dalam kegiatan itu. Antara lain, Kepala Dinsos Pamekasan Moch. Tarsun, Pengawas Bahasa dan Sastra Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Badan Bahasa Maryanto, serta Muhaimin selaku ketua Pokja Syaikhona Muhammad Kholil. Selain itu, Kepala Dinsos Jawa Timur Moh. Alwi dan Lilie Suratminto dari Universitas Indonesia memberikan pandangan secara daring.

Maryanto mengatakan, pengusulan M. Tabrani sebagai pahlawan nasional wajib dari pemerintah daerah. Karena itu, Pemkab Pamekasan diharapkan melangkah lebih jauh. ”Kami siap mendukung,” tegasnya.

Kepala BBJT Umi Kulsum menjelaskan, diskusi ini merupakan rangkaian upaya mengegolkan M. Tabrani sebagai pahlawan nasional. Dia bersyukur upaya itu mendapat banyak dukungan. Dia berharap, semakin banyak masyarakat yang mengetahui si Anak Nakal Banyak Akal itu.

Baca Juga :  Khofifah Indar Parawansa Sapa Pedagang dan Nelayan

Setelah ini, BBJT akan berkoordinasi dengan bupati atau Pemkab Pamekasan untuk membentuk tim pengusul. Sebab, hingga saat ini belum terbentuk. Pihaknya juga siap mendukung melalui penyediaan data yang dibutuhkan dan upaya lain. ”Semoga tahun depan sudah bisa menggelar seminar nasional,” harap Umi.

Sementara itu, Tarsun mengungkap beberapa upaya pemkab untuk mengenang jasa M. Tabrani. Seperti dijadikan nama gedung di kantor dinas pendidikan dan kebudayaan (disdikbud). Nama M. Tabrani juga akan digunakan sebagai nama aula di kantor dinsos, nama gedung perpustakaan umum daerah yang baru, dan nama jalan menggantikan nama Jalan Swatantra.

Pada kesempatan itu, Pemimpin Redaksi (Pemred) Jawa Pos Radar Madura Lukman Hakim AG. dengan tegas menyatakan M. Tabrani bukan hanya tokoh Pamekasan. Penulis buku Ons Wapen itu merupakan tokoh nasional. Dia tokoh aktivis, tokoh pers, politikus, dan pernah memimpin perusahaan minuman. Selain itu, telah ditetapkan sebagai Perintis Pergerakan Kebangsaan/Kemerdekaan oleh Menteri Sosial pada 19 Februari 1975.

Baca Juga :  Mutasi Jabatan Sehari sebelum Dilarang

Namun, dia menyayangkan hingga saat ini M. Tabrani belum dianugerahi gelar  pahlawan nasional. Bahkan, ketika JPRM menyajikan serial tentang M. Tabrani, banyak pembaca baru tahu bahwa kita punya tokoh penting di negeri ini yang lahir dari Pamekasan. Selain sisa bangunan rumah yang sudah pindah tangan, bukti fisik M. Tabrani di Pamekasan nyaris tidak ada atau perlu digali lebih lanjut. Padahal, sepulang dari Eropa, Tabrani mendirikan sekolah dan menerbitkan media dengan nama yang sama, Sekolah Kita, di Pamekasan.

Merespons penggunaan M. Tabrani sebagai nama gedung dan jalan di Pamekasan, Lukman mengusulkan gedung pemuda di Jalan Kabupaten diberi nama Gedung Pemuda M. Tabrani. Dia juga menyatakan JPRM berkomitmen untuk mendorong percepatan penganugerahan gelar pahlawan nasional itu. ”Setelah diskusi ini, semoga tidak ada yang kecewa ketika datang ke Pamekasan untuk memantau perkembangan pengajuan M. Tabrani sebagai pahlawan nasional,” harapnya. (luq)

SIDOARJO – Usaha pengusulan gelar pahlawan nasional kepada M. Tabrani berlanjut. Dukungan untuk mencapai tujuan itu datang dari banyak pihak. Sambutan baik terutama datang dari Pemkab Pamekasan selaku daerah tempat lahir penggagas bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan itu.

Hal itu terungkap dalam diskusi kelompok terpumpun di Hotel Luminor Sidoarjo Selasa (22/11). Balai Bahasa Jawa Timur (BBJT) mengundang sejumlah narasumber dalam kegiatan itu. Antara lain, Kepala Dinsos Pamekasan Moch. Tarsun, Pengawas Bahasa dan Sastra Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Badan Bahasa Maryanto, serta Muhaimin selaku ketua Pokja Syaikhona Muhammad Kholil. Selain itu, Kepala Dinsos Jawa Timur Moh. Alwi dan Lilie Suratminto dari Universitas Indonesia memberikan pandangan secara daring.

Maryanto mengatakan, pengusulan M. Tabrani sebagai pahlawan nasional wajib dari pemerintah daerah. Karena itu, Pemkab Pamekasan diharapkan melangkah lebih jauh. ”Kami siap mendukung,” tegasnya.


Kepala BBJT Umi Kulsum menjelaskan, diskusi ini merupakan rangkaian upaya mengegolkan M. Tabrani sebagai pahlawan nasional. Dia bersyukur upaya itu mendapat banyak dukungan. Dia berharap, semakin banyak masyarakat yang mengetahui si Anak Nakal Banyak Akal itu.

Baca Juga :  Kena Pukul Teman, Siswa Gegar Otak

Setelah ini, BBJT akan berkoordinasi dengan bupati atau Pemkab Pamekasan untuk membentuk tim pengusul. Sebab, hingga saat ini belum terbentuk. Pihaknya juga siap mendukung melalui penyediaan data yang dibutuhkan dan upaya lain. ”Semoga tahun depan sudah bisa menggelar seminar nasional,” harap Umi.

Sementara itu, Tarsun mengungkap beberapa upaya pemkab untuk mengenang jasa M. Tabrani. Seperti dijadikan nama gedung di kantor dinas pendidikan dan kebudayaan (disdikbud). Nama M. Tabrani juga akan digunakan sebagai nama aula di kantor dinsos, nama gedung perpustakaan umum daerah yang baru, dan nama jalan menggantikan nama Jalan Swatantra.

Pada kesempatan itu, Pemimpin Redaksi (Pemred) Jawa Pos Radar Madura Lukman Hakim AG. dengan tegas menyatakan M. Tabrani bukan hanya tokoh Pamekasan. Penulis buku Ons Wapen itu merupakan tokoh nasional. Dia tokoh aktivis, tokoh pers, politikus, dan pernah memimpin perusahaan minuman. Selain itu, telah ditetapkan sebagai Perintis Pergerakan Kebangsaan/Kemerdekaan oleh Menteri Sosial pada 19 Februari 1975.

Baca Juga :  Surat Suara Rusak Dibakar
- Advertisement -

Namun, dia menyayangkan hingga saat ini M. Tabrani belum dianugerahi gelar  pahlawan nasional. Bahkan, ketika JPRM menyajikan serial tentang M. Tabrani, banyak pembaca baru tahu bahwa kita punya tokoh penting di negeri ini yang lahir dari Pamekasan. Selain sisa bangunan rumah yang sudah pindah tangan, bukti fisik M. Tabrani di Pamekasan nyaris tidak ada atau perlu digali lebih lanjut. Padahal, sepulang dari Eropa, Tabrani mendirikan sekolah dan menerbitkan media dengan nama yang sama, Sekolah Kita, di Pamekasan.

Merespons penggunaan M. Tabrani sebagai nama gedung dan jalan di Pamekasan, Lukman mengusulkan gedung pemuda di Jalan Kabupaten diberi nama Gedung Pemuda M. Tabrani. Dia juga menyatakan JPRM berkomitmen untuk mendorong percepatan penganugerahan gelar pahlawan nasional itu. ”Setelah diskusi ini, semoga tidak ada yang kecewa ketika datang ke Pamekasan untuk memantau perkembangan pengajuan M. Tabrani sebagai pahlawan nasional,” harapnya. (luq)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/