alexametrics
20.7 C
Madura
Wednesday, August 17, 2022

Rakyat Pamekasan Inginkan Bupati Baru

PAMEKASAN – KH. Baddrut Tamam berpeluang menjadi Bupati Pamekasan periode 2018–2023. Sebab, elektabilitas politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengalami tren positif. Seandainya pemilihan dilakukan saat ini, anggota DPRD Jawa Timur itu akan terpilih sebagai bupati.

Kesimpulan ini mengacu pada hasil penelitian Pusat Studi Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (PuSDeHAM) Surabaya periode 21–31 Oktober 2017. Berdasarkan hasil survei itu, elektabilitas atau tingkat keterpilihan Baddrut Tamam jika pemilihan kepala daerah dilakukan pada saat survei berlangsung sebesar 48,1 persen. Perolehan Baddrut ini mengungguli Kholilurrahman 33,9 persen, Khalil Asy’ari 9,4 persen, Al Anwari 0,8 persen, dan Taufadi serta Rudi Susanto 0,6 persen.

”Selebihnya ada 5,4 persen responden yang belum tahu siapa calon yang akan dipilihnya,” ujar peneliti PuSDeHAM Surabaya Mahmud, S.IP., M.Si., Rabu (22/11).

Baca Juga :  Pengembangan Kawasan Industri Berteknologi Tinggi di Kendal

Elektabilitas Baddrut Tamam periode Oktober naik jika dibanding hasil survei Mei lalu. Pada Mei lalu, elektabilitas Baddrut Tamam 27,5 persen. Sedangkan pada Oktober naik menjadi 48,1 persen. Hal sebaliknya terjadi pada Kholilurrahman. Pada Mei, elektabilitasnya mencapai 46,1 persen dan pada Oktober turun menjadi 33,9 persen.

Tingginya elektabilitas Baddrut Tamam sesuai dengan harapan warga Pamekasan. Menurut Mahmud, lebih dari 70 persen responden menginginkan pemimpin baru di Kota Gerbang Salam. Baddrut direpresentasikan sebagai sosok pemimpin baru tersebut.

”Kelebihan Baddrut Tamam dibanding calon lain, beliau muda, cerdas, peduli, amanah dan merakyat,” tegas Mahmud.

Dari sisi likeability atau tingkat kesukaan, Baddrut Tamam juga unggul. Tokoh muda ini memperoleh 92,81 persen mengungguli Kholilurrahman 88,2 persen, Khalil Asy’ari 78,3 persen, Halili Yasin 39,6 persen, dan Taufadi 30,3 persen.

Baca Juga :  Calon Independen Harus Kumpulkan Minimal 51.055 KTP

Sedangkan dari sisi popularitas, Baddrut Tamam selisih tipis dengan Kholilurrahman. Tingkat popularitas Kholilurrahman 95,6 persen dan Baddrut Tamam 94,2 persen. Menyusul di bawahnya Khalil Asy’ari 82,6 persen, Halili Yasin 48,8 persen, dan Ani Syafii 29,3 persen.

Menurut Mahmud, survei ini dilakukan di seluruh kecamatan se-Pamekasan. Populasi survei ini seluruh penduduk Kabupaten Pamekasan yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah pernah menikah. Sedangkan jumlah sampel yang diambil sebanyak 1.000 responden dengan margin of error lebih kurang 3 persen.

Metode penarikan sampel yang digunakan adalah sampel acak bertahap (multistage random sampling) berdasarkan wilayah. Dari seluruh kecamatan di Kabupaten Pamekasan, diambil secara acak unit di bawahnya. Desa/kelurahan, RT, RW, dan begitu seterusnya hingga terpilih responden yang akan diwawancarai. 

PAMEKASAN – KH. Baddrut Tamam berpeluang menjadi Bupati Pamekasan periode 2018–2023. Sebab, elektabilitas politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengalami tren positif. Seandainya pemilihan dilakukan saat ini, anggota DPRD Jawa Timur itu akan terpilih sebagai bupati.

Kesimpulan ini mengacu pada hasil penelitian Pusat Studi Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (PuSDeHAM) Surabaya periode 21–31 Oktober 2017. Berdasarkan hasil survei itu, elektabilitas atau tingkat keterpilihan Baddrut Tamam jika pemilihan kepala daerah dilakukan pada saat survei berlangsung sebesar 48,1 persen. Perolehan Baddrut ini mengungguli Kholilurrahman 33,9 persen, Khalil Asy’ari 9,4 persen, Al Anwari 0,8 persen, dan Taufadi serta Rudi Susanto 0,6 persen.

”Selebihnya ada 5,4 persen responden yang belum tahu siapa calon yang akan dipilihnya,” ujar peneliti PuSDeHAM Surabaya Mahmud, S.IP., M.Si., Rabu (22/11).

Baca Juga :  Empat Desa Sempat Tidak Kebagian Form C6

Elektabilitas Baddrut Tamam periode Oktober naik jika dibanding hasil survei Mei lalu. Pada Mei lalu, elektabilitas Baddrut Tamam 27,5 persen. Sedangkan pada Oktober naik menjadi 48,1 persen. Hal sebaliknya terjadi pada Kholilurrahman. Pada Mei, elektabilitasnya mencapai 46,1 persen dan pada Oktober turun menjadi 33,9 persen.

Tingginya elektabilitas Baddrut Tamam sesuai dengan harapan warga Pamekasan. Menurut Mahmud, lebih dari 70 persen responden menginginkan pemimpin baru di Kota Gerbang Salam. Baddrut direpresentasikan sebagai sosok pemimpin baru tersebut.

”Kelebihan Baddrut Tamam dibanding calon lain, beliau muda, cerdas, peduli, amanah dan merakyat,” tegas Mahmud.

Dari sisi likeability atau tingkat kesukaan, Baddrut Tamam juga unggul. Tokoh muda ini memperoleh 92,81 persen mengungguli Kholilurrahman 88,2 persen, Khalil Asy’ari 78,3 persen, Halili Yasin 39,6 persen, dan Taufadi 30,3 persen.

Baca Juga :  Pengembangan Kawasan Industri Berteknologi Tinggi di Kendal
- Advertisement -

Sedangkan dari sisi popularitas, Baddrut Tamam selisih tipis dengan Kholilurrahman. Tingkat popularitas Kholilurrahman 95,6 persen dan Baddrut Tamam 94,2 persen. Menyusul di bawahnya Khalil Asy’ari 82,6 persen, Halili Yasin 48,8 persen, dan Ani Syafii 29,3 persen.

Menurut Mahmud, survei ini dilakukan di seluruh kecamatan se-Pamekasan. Populasi survei ini seluruh penduduk Kabupaten Pamekasan yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah pernah menikah. Sedangkan jumlah sampel yang diambil sebanyak 1.000 responden dengan margin of error lebih kurang 3 persen.

Metode penarikan sampel yang digunakan adalah sampel acak bertahap (multistage random sampling) berdasarkan wilayah. Dari seluruh kecamatan di Kabupaten Pamekasan, diambil secara acak unit di bawahnya. Desa/kelurahan, RT, RW, dan begitu seterusnya hingga terpilih responden yang akan diwawancarai. 

Artikel Terkait

Most Read

Showroom Tajamara Mubazir

71 CJH Gagal Berangkat Tahun Ini

Dawuh Kiai hingga Isyarat Istikharah

APK Tak Kelar Rugikan Parpol

Artikel Terbaru

/