alexametrics
20.8 C
Madura
Wednesday, August 17, 2022

Bupati Bangkalan Absen Pada Paripurna Penetapan RAPBD

BANGKALAN – Setelah melalui proses yang panjang, DPRD Bangkalan akhirnya menyetujui penetapan Raperda tentang APBD 2018 Rabu (22/11). Namun, dalam rapat paripurna tersebut Bupati Muh. Makmun Ibnu Fuad lagi-lagi absen.

Ketua DPRD Bangkalan Imron Rosyadi mengatakan, dari sisi tahapan, RAPBD 2018 mengalami peningkatan. Sebab, tahun sebelumnya, kesepakatan bersama antara DPRD dan pemkab baru kelar 31 Desember 2017. Sementara sekarang November sudah tuntas.

”Sayangnya, bupati lagi-lagi tidak hadir. Padahal, rapat paripurna kali ini cukup istimewa karena berkaitan dengan penganggaran selama 2018,” katanya.

Menurut Imron, sebenarnya bupati hadir atau tidak hadir, roda pemerintahan Kabupaten Bangkalan tetap berjalan sebagaimana mestinya. ”Ya untung ada Pak Sekkab yang belakangan ini berposisi jadi bupati,” sindirnya.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Komitmen Ciptakan Iklim Investasi Kondusif

Politikus Partai Gerindra itu tidak tahu sejak kapan bupati kerap absen di sidang paripurna. Namun, jika tidak salah, sudah hampir satu tahun lebih. ”Takutnya yang bersangkutan sudah tidak merasa jadi bupati. Makanya, tidak hadir setiap rapat paripurna,” ucapnya.

Untuk itu, Imron berharap pada 2018 bupati bisa hadir dalam paripurna. ”Di sisa akhir masa jabatannya, semoga intens ikut rapat paripurna di DPRD,” imbuhnya.

Sekkab Bangkalan Eddy Moeljono enggan berkomentar mengenai absennya Bupati Muh. Makmun Ibnu Fuad dalam rapat paripurna kemarin. Hanya dia menegaskan, meski tanpa kehadiran bupati, roda pemerintahan tidak lantas berhenti.

”Buktinya, sampai sekarang tetap lanjut. Bahkan, kami melaksanakan tahapan APBD 2018 lebih awal,” ujarnya.

Baca Juga :  Pa’ Ali Arokat e Bulan Sora

Keterlambatan pembahasan APBD 2017 tidak akan terulang kembali. APBD 2018 akan sesuai waktu yang ditentukan. Bahkan jika tidak ada kendala, hari ini, draf APBD 2018 akan segera dikirim ke gubernur untuk dievaluasi.

Sekadar diketahui, peruntukan APBD 2018 untuk pendapatan diproyeksikan Rp 2.041.090.345.521. Sementara belanja senilai Rp 2.086.072.177.192. Perinciannya, belanja tidak langsung Rp 1.243.851.878.071 dan belanja langsung Rp 842.220.299.120. 

BANGKALAN – Setelah melalui proses yang panjang, DPRD Bangkalan akhirnya menyetujui penetapan Raperda tentang APBD 2018 Rabu (22/11). Namun, dalam rapat paripurna tersebut Bupati Muh. Makmun Ibnu Fuad lagi-lagi absen.

Ketua DPRD Bangkalan Imron Rosyadi mengatakan, dari sisi tahapan, RAPBD 2018 mengalami peningkatan. Sebab, tahun sebelumnya, kesepakatan bersama antara DPRD dan pemkab baru kelar 31 Desember 2017. Sementara sekarang November sudah tuntas.

”Sayangnya, bupati lagi-lagi tidak hadir. Padahal, rapat paripurna kali ini cukup istimewa karena berkaitan dengan penganggaran selama 2018,” katanya.


Menurut Imron, sebenarnya bupati hadir atau tidak hadir, roda pemerintahan Kabupaten Bangkalan tetap berjalan sebagaimana mestinya. ”Ya untung ada Pak Sekkab yang belakangan ini berposisi jadi bupati,” sindirnya.

Baca Juga :  Tersangka Pencabulan Anak Ditangkap

Politikus Partai Gerindra itu tidak tahu sejak kapan bupati kerap absen di sidang paripurna. Namun, jika tidak salah, sudah hampir satu tahun lebih. ”Takutnya yang bersangkutan sudah tidak merasa jadi bupati. Makanya, tidak hadir setiap rapat paripurna,” ucapnya.

Untuk itu, Imron berharap pada 2018 bupati bisa hadir dalam paripurna. ”Di sisa akhir masa jabatannya, semoga intens ikut rapat paripurna di DPRD,” imbuhnya.

Sekkab Bangkalan Eddy Moeljono enggan berkomentar mengenai absennya Bupati Muh. Makmun Ibnu Fuad dalam rapat paripurna kemarin. Hanya dia menegaskan, meski tanpa kehadiran bupati, roda pemerintahan tidak lantas berhenti.

- Advertisement -

”Buktinya, sampai sekarang tetap lanjut. Bahkan, kami melaksanakan tahapan APBD 2018 lebih awal,” ujarnya.

Baca Juga :  Perluas Investasi Pasar Modal, BRI Gandeng Mirae Asset Sekuritas

Keterlambatan pembahasan APBD 2017 tidak akan terulang kembali. APBD 2018 akan sesuai waktu yang ditentukan. Bahkan jika tidak ada kendala, hari ini, draf APBD 2018 akan segera dikirim ke gubernur untuk dievaluasi.

Sekadar diketahui, peruntukan APBD 2018 untuk pendapatan diproyeksikan Rp 2.041.090.345.521. Sementara belanja senilai Rp 2.086.072.177.192. Perinciannya, belanja tidak langsung Rp 1.243.851.878.071 dan belanja langsung Rp 842.220.299.120. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/