alexametrics
21.9 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

AMSI Jawa Timur Keliling Kota Mojokerto

Kunjungi Sekolah Soekarno hingga Nikmati Sambel Wader

MOJOKERTO – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur tidak hanya menggelar rapat kerja wilayah (rakerwil) di Kota Mojokerto. Para petinggi media siber yang tergabung dalam AMSI Jawa Timur itu juga keliling kota (city tour) pada hari kedua, Minggu (19/6). Mereka mengunjungi dua sekolah tempat Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno pernah mengenyam pendidikan.

Kali pertama rombongan menuju SDN Purwotengah di Jalan Taman Siswa, Kota Mojokerto. Di sekolah ini Koesno (panggilan kecil Soekarno) mendapatkan pendidikan dasar. Soekarno kecil diperkirakan mengenyam pendidikan pribumi pada masa Belanda (Hollandsch-Inlandsche School) dari 1907 hingga 1912.

Di Sekolah Rakyat ”Ongko Loro” itu, Soekarno menyelesaikan pendidikan tingkat dua hingga empat. Saat naik ke tingkat lima, Soekarno dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS).

Patung Soekarno berdiri tegak di depan Gedung Ir Soekarno SDN Purwotengah. Patung itu menghadap ke halaman sekolah dan Jalan Taman Siswa. Selain itu, rombongan media disambut oleh guru dan siswa yang berpakaian zaman dulu.

Di salah satu ruangan dalam Gedung Ir Soekarno itu dihiasi sejumlah foto sang presiden pertama RI. Bangku dan meja belajar juga sisa peninggalan zaman dahulu. Papan tulis lipat juga berada di tembok depan. Sementara di pojok belakang terdapat rak buku.

Dari gedung belakang terdengar bunyi gamelan. Musik itu dimainkan oleh siswa-siswi SDN Purwotengah. Di ruangan yang sama juga ditampilkan berbagai permainan tradisional. Berbagai permainan itu berhasil mencegah generasi muda kecanduan terhadap telepon pintar (gadget).

Kepala SDN Purwotengah Endang Pujiastutik mengungkapkan, Soekarno sekolah di SDN Purwotengah yang dulu dikenal dengan nama Ongko Loro. Di sekolah itu, Soekarno sekolah kelas II hingga kelas IV. Saat itu, sang ayah masih di Sidoarjo.

Endang sudah melakukan penelitian terkait Soekarno. Hasil penelitian itu dibukukan dengan judul Soekarno; Menguak Perjalanan Hidup dan Soekarno; Tapak Tilas sang Putra Fajar di Mojokerto. Endang yakin karyanya ini berkontribusi bagi Pemkot Mojokerto tentang pelestarian cagar budaya Soekarno. ”Khususnya untuk dunia pendidikan,” tulis Endang dalam kata pengantar Soekarno; Menguak Perjalanan Hidup.

Baca Juga :  Geluti Bisnis Genting secara Turun Temurun, Ini Hasilnya

Dari SDN Purwotengah, rombongan AMSI Jawa Timur bergeser ke ELS yang saat ini bernama Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kota Mojokerto. Sekolah itu berada di Jalan A. Yani, Kota Mojokerto. Patung Soekarno juga berdiri di halaman sekolah yang dinakhodai Mulib itu. Seperti di SDN Purwotengah, di salah satu ruangan SMPN 2 Kota Mojokerto juga ada papan tulis lipat, meja, dan kursi tempo dulu.

Setelah itu bergerak menuju tempat produksi sepatu. Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) itu berada di Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Di tempat usaha ini rombongan media siber diperlihatkan proses pembuatan sepatu dari awal hingga siap pakai.

Dari tempat produksi sepatu itu, rombongan kembali naik bus yang bertulis ”Angkutan Umum Perkotaan Mojokerto Service City”. Sepanjang perjalanan, tim dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemkot Mojokerto memberikan penjelasan kepada peserta city tour. ”Semoga lebih sering berkunjung ke Kota Mojokerto,” kata Muhsinati.

Bus bergerak menuju peninggalan Kerajaan Majapahit di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Salah satunya ke Candi Tikus di Desa Temon. Di candi ini rombongan mendapat penjelasan dari Marsaid selaku koordinator juru pelihara candi tikus.

Setelah itu menuju ke Kolam Segaran di Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Mojokerto. Namun, lokasi yang dituju bukan kolam, melainkan makan siang di Sambel Wader Cak Mat. Lokasinya tepat di depan Kolam Segaran.

BERSEJARAH: Siswa SDN Purwotengah duduk rapi di salah satu ruangan Gedung Ir Soekarno SDN Purwotengah, Minggu (19/6). (Luqman Hakim/RadarMadura.id)

Rasa Sambel Wader Cak Mat berhasil menggoyang lidah pengunjung. Butuh kesabaran karena pemburu kuliner berjubel hingga harus rela antre. Makan siang sambal wader ini menjadi agenda pemungkas rangkaian Rakerwil AMSI Jawa Timur 2022. ”Wader yang kecil enak sekali,” ucap Hasin dari Bangkalan.

Baca Juga :  Holding Ultra Mikro Gelar Roadshow Internalisasi Sinergikan BRIGADE MADANI

Ketua AMSI Jatim Arief Rahman mengatakan, city tour merupakan cara AMSI Jatim mengeksplorasi Kota Mojokerto. Dia mengatakan, Mojokerto tidak lepas dari sejarah besar bangsa ini. Baik zaman Majapahit hingga kemerdekaan. ”Zaman Majapahit, Mojokerto tempat kota raja sebagai pusat pemerintahan,” urainya.

Arief menjelaskan, Kerajaan Majapahit menjadi titik sentral dari berkuasanya kerajaan nusantara yang memiliki wilayah kekuasaan di kawasan Asia. Pada zaman itu wilayah kekuasaan Majapahit melebihi wilayah di Indonesia yang pada waktu masih dinamai Hindia Belanda.

”Karena itulah tema city tour kali ini adalah membangkitkan kembali semangat Majapahit. Kita ingin mengingatkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Bahwa dulu kita pernah menjadi pemain dalam kancah global. Ini agar menjadi semangat teman-teman AMSI. Jadi jangan punya mental inferior,” jelasnya.

Sejarah emas itu, menurutnya, harus membuat bangga dengan Indonesia, bangga dengan Jawa Timur. Soekarno lahir di Surabaya, sebagian sekolahnya berada di Mojokerto. SMA bersekolah di Surabaya. Kemudian, melanjutkan kuliah ke Bandung, di ITB.

”Kita ingin menunjukkan kepada teman-teman bahwa Kota Mojokerto ini mempunyai lokasi napak tilas Soekarno yang merupakan Bapak Bangsa, Founding Father Indonesia. Produsen sepatu di sini, banyak skala UMKM tapi dipesan oleh brand-brand besar, tujuan ekspor. Inilah keinginan AMSI untuk ikut berkontribusi,” papar Arief.

AMSI Jatim menjadikan Kota Mojokerto sebagai tempat rakerwil untuk memacu semangat. AMSI Jatim ingin menjadi pemain global meskipun dengan konten-konten lokal. Selain itu, bisa menciptakan konten-konten yang lebih mengeksplorasi budaya sendiri, eksplorasi peninggalan sejarah, dan lainnya. (luq)

MOJOKERTO – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur tidak hanya menggelar rapat kerja wilayah (rakerwil) di Kota Mojokerto. Para petinggi media siber yang tergabung dalam AMSI Jawa Timur itu juga keliling kota (city tour) pada hari kedua, Minggu (19/6). Mereka mengunjungi dua sekolah tempat Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno pernah mengenyam pendidikan.

Kali pertama rombongan menuju SDN Purwotengah di Jalan Taman Siswa, Kota Mojokerto. Di sekolah ini Koesno (panggilan kecil Soekarno) mendapatkan pendidikan dasar. Soekarno kecil diperkirakan mengenyam pendidikan pribumi pada masa Belanda (Hollandsch-Inlandsche School) dari 1907 hingga 1912.

Di Sekolah Rakyat ”Ongko Loro” itu, Soekarno menyelesaikan pendidikan tingkat dua hingga empat. Saat naik ke tingkat lima, Soekarno dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS).


Patung Soekarno berdiri tegak di depan Gedung Ir Soekarno SDN Purwotengah. Patung itu menghadap ke halaman sekolah dan Jalan Taman Siswa. Selain itu, rombongan media disambut oleh guru dan siswa yang berpakaian zaman dulu.

Di salah satu ruangan dalam Gedung Ir Soekarno itu dihiasi sejumlah foto sang presiden pertama RI. Bangku dan meja belajar juga sisa peninggalan zaman dahulu. Papan tulis lipat juga berada di tembok depan. Sementara di pojok belakang terdapat rak buku.

Dari gedung belakang terdengar bunyi gamelan. Musik itu dimainkan oleh siswa-siswi SDN Purwotengah. Di ruangan yang sama juga ditampilkan berbagai permainan tradisional. Berbagai permainan itu berhasil mencegah generasi muda kecanduan terhadap telepon pintar (gadget).

Kepala SDN Purwotengah Endang Pujiastutik mengungkapkan, Soekarno sekolah di SDN Purwotengah yang dulu dikenal dengan nama Ongko Loro. Di sekolah itu, Soekarno sekolah kelas II hingga kelas IV. Saat itu, sang ayah masih di Sidoarjo.

Endang sudah melakukan penelitian terkait Soekarno. Hasil penelitian itu dibukukan dengan judul Soekarno; Menguak Perjalanan Hidup dan Soekarno; Tapak Tilas sang Putra Fajar di Mojokerto. Endang yakin karyanya ini berkontribusi bagi Pemkot Mojokerto tentang pelestarian cagar budaya Soekarno. ”Khususnya untuk dunia pendidikan,” tulis Endang dalam kata pengantar Soekarno; Menguak Perjalanan Hidup.

Baca Juga :  BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2021 Raih Marketeers OMNI Brand of the Year

Dari SDN Purwotengah, rombongan AMSI Jawa Timur bergeser ke ELS yang saat ini bernama Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kota Mojokerto. Sekolah itu berada di Jalan A. Yani, Kota Mojokerto. Patung Soekarno juga berdiri di halaman sekolah yang dinakhodai Mulib itu. Seperti di SDN Purwotengah, di salah satu ruangan SMPN 2 Kota Mojokerto juga ada papan tulis lipat, meja, dan kursi tempo dulu.

Setelah itu bergerak menuju tempat produksi sepatu. Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) itu berada di Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Di tempat usaha ini rombongan media siber diperlihatkan proses pembuatan sepatu dari awal hingga siap pakai.

Dari tempat produksi sepatu itu, rombongan kembali naik bus yang bertulis ”Angkutan Umum Perkotaan Mojokerto Service City”. Sepanjang perjalanan, tim dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemkot Mojokerto memberikan penjelasan kepada peserta city tour. ”Semoga lebih sering berkunjung ke Kota Mojokerto,” kata Muhsinati.

Bus bergerak menuju peninggalan Kerajaan Majapahit di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Salah satunya ke Candi Tikus di Desa Temon. Di candi ini rombongan mendapat penjelasan dari Marsaid selaku koordinator juru pelihara candi tikus.

Setelah itu menuju ke Kolam Segaran di Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Mojokerto. Namun, lokasi yang dituju bukan kolam, melainkan makan siang di Sambel Wader Cak Mat. Lokasinya tepat di depan Kolam Segaran.

BERSEJARAH: Siswa SDN Purwotengah duduk rapi di salah satu ruangan Gedung Ir Soekarno SDN Purwotengah, Minggu (19/6). (Luqman Hakim/RadarMadura.id)

Rasa Sambel Wader Cak Mat berhasil menggoyang lidah pengunjung. Butuh kesabaran karena pemburu kuliner berjubel hingga harus rela antre. Makan siang sambal wader ini menjadi agenda pemungkas rangkaian Rakerwil AMSI Jawa Timur 2022. ”Wader yang kecil enak sekali,” ucap Hasin dari Bangkalan.

Baca Juga :  Inventarisasi ASN Terlibat Politik Praktis

Ketua AMSI Jatim Arief Rahman mengatakan, city tour merupakan cara AMSI Jatim mengeksplorasi Kota Mojokerto. Dia mengatakan, Mojokerto tidak lepas dari sejarah besar bangsa ini. Baik zaman Majapahit hingga kemerdekaan. ”Zaman Majapahit, Mojokerto tempat kota raja sebagai pusat pemerintahan,” urainya.

Arief menjelaskan, Kerajaan Majapahit menjadi titik sentral dari berkuasanya kerajaan nusantara yang memiliki wilayah kekuasaan di kawasan Asia. Pada zaman itu wilayah kekuasaan Majapahit melebihi wilayah di Indonesia yang pada waktu masih dinamai Hindia Belanda.

”Karena itulah tema city tour kali ini adalah membangkitkan kembali semangat Majapahit. Kita ingin mengingatkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Bahwa dulu kita pernah menjadi pemain dalam kancah global. Ini agar menjadi semangat teman-teman AMSI. Jadi jangan punya mental inferior,” jelasnya.

Sejarah emas itu, menurutnya, harus membuat bangga dengan Indonesia, bangga dengan Jawa Timur. Soekarno lahir di Surabaya, sebagian sekolahnya berada di Mojokerto. SMA bersekolah di Surabaya. Kemudian, melanjutkan kuliah ke Bandung, di ITB.

”Kita ingin menunjukkan kepada teman-teman bahwa Kota Mojokerto ini mempunyai lokasi napak tilas Soekarno yang merupakan Bapak Bangsa, Founding Father Indonesia. Produsen sepatu di sini, banyak skala UMKM tapi dipesan oleh brand-brand besar, tujuan ekspor. Inilah keinginan AMSI untuk ikut berkontribusi,” papar Arief.

AMSI Jatim menjadikan Kota Mojokerto sebagai tempat rakerwil untuk memacu semangat. AMSI Jatim ingin menjadi pemain global meskipun dengan konten-konten lokal. Selain itu, bisa menciptakan konten-konten yang lebih mengeksplorasi budaya sendiri, eksplorasi peninggalan sejarah, dan lainnya. (luq)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/