alexametrics
21.2 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Survei: Gus Ipul-Puti Unggul 3,8 Persen

SURABAYA – Sejumlah hasil survei oleh lembaga independen konsisten menempatkan calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno unggul dalam Pilkada Jawa Timur, Rabu 27 Juni nanti.

Lembaga Survei Semesta Media and Research memaparkan temuan survei bahwa Gus Ipul-Puti semakin jauh meninggalkan Khofifah-Emil. Dari survei yang dilakukan pada 25 Mei–7 Juni 2018, Gus Ipul-Puti meraih suara 46 persen. Sedangkan Khofifah-Emil hanya 42,2 persen. Adapun yang belum menentukan pilihan (undecided voters) sebesar 11,8 persen.

”Jika kita mengabaikan undecided voters, maka Gus Ipul-Puti meraih suara 52,2 persen, sedangkan Khofifah-Emil mendapat suara 47,8 persen,” kata Direktur Lembaga Survei Semesta L Riansyah.

Survei tersebut sangat kredibel. Sebab, sampelnya mencapai 5.760 responden dari 38 kabupaten/kota seluruh Jatim yang meliputi 360 desa dan 120 kelurahan di Jatim dengan metode pengambilan data wawancara tatap muka. Biasanya lembaga survei hanya mengambil 1.200 responden. Margin of error-nya 1,32 persen.

”Barang kali survei kami satu-satunya survei yang dilakukan lembaga survei yang banyak melibatkan responden. Biasanya lembaga survei hanya mengambil sampel 800 sampai 1.200 responden, tapi survei kami mengambil sampel 5 ribu lebih responden,” paparnya.

Baca Juga :  Pendatang Baru Bakal Warnai Parlemen

Oleh karena itu, dalam melakukan survei, pihaknya membagi 10 zona. Hal ini berbeda dengan lembaga survei lainnya yang membagi per wilayah, seperti wilayah Arek, Tapal Kuda, Malang Raya, Mataraman, dan Pandalungan.

Dari pembagian 10 zona itu, 8 zona di antaranya dimenangkan oleh Gus Ipul-Puti. Sementara Khofifah-Emil hanya menang di dua zona, yakni zona V (Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu) dan zona IX (Tuban, Bojonegoro, Lamongan, dan Gresik).

Laboratorium Kebijakan Publik Perencanaan Pembangunan (LKP3) Universitas Brawijaya pun mengunggulkan Gus Ipul-Puti. Survei LKP3 Universitas Brawijaya menyebutkan, Gus Ipul-Puti meraup 47,9 persen suara, sedangkan Khofifah-Emil hanya 41,2 persen. Sementara 10,9 persen responden belum menentukan pilihannya. ”Artinya, Gus Ipul-Puti unggul sekitar 6,7 persen,” kata Sekretaris LKP3 Universitas Brawijaya Andi Kurniawan.

Hasil survei juga memotret bahwa warga Jawa Timur jauh lebih bisa menerima program-program yang diajukan Gus Ipul-Puti Soekarno. Di semua sektor bidang, program Gus Ipul-Puti lebih disukai dan dinilai tepat oleh publik dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan rakyat.

”Publik mempersepsikan pasangan Gus Ipul dan Puti sebagai representasi sosok berpengalaman dan visioner. Wajar bila program mereka lebih diterima karena Gus Ipul sudah berpengalaman 10 tahun memimpin Jatim. Jadi dia menawarkan resep yang jitu dalam menjawab masalah tanpa terjebak ke retorika dan teori saja,” ujar Andi.

Baca Juga :  Ulama Minta Tak Tergesa Pemekaran Pamekasan

Andi menjelaskan, hasil survei dari Universitas Brawijaya itu juga menunjukkan bahwa pengalaman Gus Ipul menjadi salah satu pertimbangan warga dalam memilih. ”Jadi warga menilai, begitu nanti terpilih, Gus Ipul bisa langsung bekerja dengan cepat, tidak perlu belajar dari awal lagi karena dia sudah memahami masalah berdasarkan pengalaman selama 10 tahun terakhir menjadi wakil gubernur,” kata Andi.

Adapun Puti Soekarno, sambung Andi, melengkapi sosok Gus Ipul dengan menawarkan visi baru. Publik melihat keunggulan Puti di sektor pendidikan dan kesehatan. Di mana dia terlibat banyak dalam advokasi kebijakan dua sektor itu saat menjadi akif di Komisi X DPR RI.

Survei dari LKP3 Universitas Brawijaya itu dilaksanakan di 38 kabupaten/kota seluruh Jatim dengan 835 responden. Dengan metode pengambilan multistage random sampling, survei ini memiliki batas toleransi kesalahan (margin of error) sebesar 3 persen pada tingkat kepercayaan 96 persen.

 

SURABAYA – Sejumlah hasil survei oleh lembaga independen konsisten menempatkan calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno unggul dalam Pilkada Jawa Timur, Rabu 27 Juni nanti.

Lembaga Survei Semesta Media and Research memaparkan temuan survei bahwa Gus Ipul-Puti semakin jauh meninggalkan Khofifah-Emil. Dari survei yang dilakukan pada 25 Mei–7 Juni 2018, Gus Ipul-Puti meraih suara 46 persen. Sedangkan Khofifah-Emil hanya 42,2 persen. Adapun yang belum menentukan pilihan (undecided voters) sebesar 11,8 persen.

”Jika kita mengabaikan undecided voters, maka Gus Ipul-Puti meraih suara 52,2 persen, sedangkan Khofifah-Emil mendapat suara 47,8 persen,” kata Direktur Lembaga Survei Semesta L Riansyah.


Survei tersebut sangat kredibel. Sebab, sampelnya mencapai 5.760 responden dari 38 kabupaten/kota seluruh Jatim yang meliputi 360 desa dan 120 kelurahan di Jatim dengan metode pengambilan data wawancara tatap muka. Biasanya lembaga survei hanya mengambil 1.200 responden. Margin of error-nya 1,32 persen.

”Barang kali survei kami satu-satunya survei yang dilakukan lembaga survei yang banyak melibatkan responden. Biasanya lembaga survei hanya mengambil sampel 800 sampai 1.200 responden, tapi survei kami mengambil sampel 5 ribu lebih responden,” paparnya.

Baca Juga :  Tak Miliki Kantor, Panwaslu Bangkalan Temui Bupati

Oleh karena itu, dalam melakukan survei, pihaknya membagi 10 zona. Hal ini berbeda dengan lembaga survei lainnya yang membagi per wilayah, seperti wilayah Arek, Tapal Kuda, Malang Raya, Mataraman, dan Pandalungan.

Dari pembagian 10 zona itu, 8 zona di antaranya dimenangkan oleh Gus Ipul-Puti. Sementara Khofifah-Emil hanya menang di dua zona, yakni zona V (Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu) dan zona IX (Tuban, Bojonegoro, Lamongan, dan Gresik).

Laboratorium Kebijakan Publik Perencanaan Pembangunan (LKP3) Universitas Brawijaya pun mengunggulkan Gus Ipul-Puti. Survei LKP3 Universitas Brawijaya menyebutkan, Gus Ipul-Puti meraup 47,9 persen suara, sedangkan Khofifah-Emil hanya 41,2 persen. Sementara 10,9 persen responden belum menentukan pilihannya. ”Artinya, Gus Ipul-Puti unggul sekitar 6,7 persen,” kata Sekretaris LKP3 Universitas Brawijaya Andi Kurniawan.

Hasil survei juga memotret bahwa warga Jawa Timur jauh lebih bisa menerima program-program yang diajukan Gus Ipul-Puti Soekarno. Di semua sektor bidang, program Gus Ipul-Puti lebih disukai dan dinilai tepat oleh publik dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan rakyat.

”Publik mempersepsikan pasangan Gus Ipul dan Puti sebagai representasi sosok berpengalaman dan visioner. Wajar bila program mereka lebih diterima karena Gus Ipul sudah berpengalaman 10 tahun memimpin Jatim. Jadi dia menawarkan resep yang jitu dalam menjawab masalah tanpa terjebak ke retorika dan teori saja,” ujar Andi.

Baca Juga :  Buruh Migran di Hong Kong Doakan Emil Dardak Menang Pilgub

Andi menjelaskan, hasil survei dari Universitas Brawijaya itu juga menunjukkan bahwa pengalaman Gus Ipul menjadi salah satu pertimbangan warga dalam memilih. ”Jadi warga menilai, begitu nanti terpilih, Gus Ipul bisa langsung bekerja dengan cepat, tidak perlu belajar dari awal lagi karena dia sudah memahami masalah berdasarkan pengalaman selama 10 tahun terakhir menjadi wakil gubernur,” kata Andi.

Adapun Puti Soekarno, sambung Andi, melengkapi sosok Gus Ipul dengan menawarkan visi baru. Publik melihat keunggulan Puti di sektor pendidikan dan kesehatan. Di mana dia terlibat banyak dalam advokasi kebijakan dua sektor itu saat menjadi akif di Komisi X DPR RI.

Survei dari LKP3 Universitas Brawijaya itu dilaksanakan di 38 kabupaten/kota seluruh Jatim dengan 835 responden. Dengan metode pengambilan multistage random sampling, survei ini memiliki batas toleransi kesalahan (margin of error) sebesar 3 persen pada tingkat kepercayaan 96 persen.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/