alexametrics
24.1 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Jelang Coblosan, Khofifah-Emil Unggul di Berbagai Lembaga Survei

JAKARTA – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa (KIP) dan Emil Dardak diperkirakan akan memenangkan Pilkada 2018. Hal ini disampaikan Direktur Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojuddin Abbas di Jakarta Jumat (22/6) saat penyajian hasil penelitian SMRC mengenai elektabilitas para kandidat gubernur di tiga provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

”Di Jawa Timur, walaupun pilgub hanya diikuti dua pasangan peserta, pasangan Khofifah-Emil mendapat dukungan 48,5 persen. Sementara pasangan Saifullah-Puti mendapat dukungan 40,8 persen. Yang belum tahu sekitar 10,7 persen,” kata Direktur SMRC Sirojuddin Abbas.

Selain itu, terdapat satu indikator yang dapat menyebabkan Khofifah optimistik. ”Dukungan terhadap Khofifah terus meningkat dibandingkan hasil survei bulan Februari,” kata Sirojuddin.

Baca Juga :  Perolehan Balot Nyai Miming Tertinggi

Sirojuddin menambahkan, dukungan terhadap Khofifah naik dari 40 persen pada Februari menjadi 48 persen pada Mei. Sedangkan dukungan terhadap Saifullah berada pada angka konstan kalau bukan turun, yaitu dari 41,5 persen pada Februari menjadi 40,8 persen pada Mei.

Di Jawa Timur, survei SMRC dilakukan pada 21–29 Mei 2018. Jumlah sampel yang diambil 820 orang, yang dipilih dengan metode multistage random sampling. Toleransi kesalahan (margin error) survei di masing-masing provinsi diperkirakan 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Renville Antonio, sekretaris Timses Pemenangan KIP-Emil mengaku senang dengan hasil beberapa lembaga survei. ”Bahwa sampai saat ini sejak bulan Maret sudah tak terhitung hasil survei dari berbagai lembaga yang kredibel merilis bahwa paslon kita unggul,” kata Renville Antonio.

Baca Juga :  Gaji Naik, Kinerja Dewan Harus Lebih Baik

Dia optimistis terhadap peluang paslon Khofifah-Emil saat Pilkada serentak 27 Juni 2018. ”Dan kami semakin yakin untuk bisa meraih pilihan masyarakat Jawa Timur. Saat ini tinggal fokus pengawasan dan pengamanan yang harus kami maksimalkan agar tidak ada kecurangan yang dapat merugikan paslon kami,” tegasnya. 

 

JAKARTA – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa (KIP) dan Emil Dardak diperkirakan akan memenangkan Pilkada 2018. Hal ini disampaikan Direktur Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojuddin Abbas di Jakarta Jumat (22/6) saat penyajian hasil penelitian SMRC mengenai elektabilitas para kandidat gubernur di tiga provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

”Di Jawa Timur, walaupun pilgub hanya diikuti dua pasangan peserta, pasangan Khofifah-Emil mendapat dukungan 48,5 persen. Sementara pasangan Saifullah-Puti mendapat dukungan 40,8 persen. Yang belum tahu sekitar 10,7 persen,” kata Direktur SMRC Sirojuddin Abbas.

Selain itu, terdapat satu indikator yang dapat menyebabkan Khofifah optimistik. ”Dukungan terhadap Khofifah terus meningkat dibandingkan hasil survei bulan Februari,” kata Sirojuddin.

Baca Juga :  Jaksa Gagal Bacakan Replik

Sirojuddin menambahkan, dukungan terhadap Khofifah naik dari 40 persen pada Februari menjadi 48 persen pada Mei. Sedangkan dukungan terhadap Saifullah berada pada angka konstan kalau bukan turun, yaitu dari 41,5 persen pada Februari menjadi 40,8 persen pada Mei.

Di Jawa Timur, survei SMRC dilakukan pada 21–29 Mei 2018. Jumlah sampel yang diambil 820 orang, yang dipilih dengan metode multistage random sampling. Toleransi kesalahan (margin error) survei di masing-masing provinsi diperkirakan 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Renville Antonio, sekretaris Timses Pemenangan KIP-Emil mengaku senang dengan hasil beberapa lembaga survei. ”Bahwa sampai saat ini sejak bulan Maret sudah tak terhitung hasil survei dari berbagai lembaga yang kredibel merilis bahwa paslon kita unggul,” kata Renville Antonio.

Baca Juga :  Buru Pelaku Lain, Belum Tetapkan DPO

Dia optimistis terhadap peluang paslon Khofifah-Emil saat Pilkada serentak 27 Juni 2018. ”Dan kami semakin yakin untuk bisa meraih pilihan masyarakat Jawa Timur. Saat ini tinggal fokus pengawasan dan pengamanan yang harus kami maksimalkan agar tidak ada kecurangan yang dapat merugikan paslon kami,” tegasnya. 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/