alexametrics
25.2 C
Madura
Tuesday, June 28, 2022

Berkas Perkara Pesugihan Masuk Kejari

BANGKALAN – Perakara dugaan penipuan dengan modus pesugihan dengan tersangka Nasurah, 45, warga Desa Prancak, Kecamatan Sepulu, memasuki babak baru. Polsek Klampis melimpahkan berkas tahap pertama ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan kemarin (22/2).

Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Moh. Wiji Santoso menyatakan telah melakukan pemeriksaan kepada korban dan para saksi. Tersangka juga sudah diperiksa. Pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP).

Setelah dianyatakan lengkap, penyidik melimpahkan berkas perkara tahap satu kepada Kejari Bangkalan. ”Berkas perkara sudah dilimpahkan oleh penyidik,” kata mantan Kapolsek Tragah dan Modung.

Saat ini penyidik menunggu hasil analisis berkas tahap pertama yang dilakukan jaksa. Jika dinyatakan belum sempurna, penyidik bakal melakukan revisi sesuai petunjuk jaksa. Namun jika dinyatakan sempurna, penyidik akan melimpahkan tersangka beserta barang bukti (BB).

Baca Juga :  Tersangka Dugaan Korupsi Kambing Etawa Belum Diungkap

Kasipidum Kejari Bangkalan Choirul Arifin membenarkan bahwa berkas tahap pertama perkara dugaan penipuan dengan modus pesugihan sudah masuk kejari. Pihaknya masih melakukan analisis untuk menentukan sudah sempurna atau belum.

Untuk diketahui, selama enam tahun terhitung sejak 2013 hingga 2018, tersangka menipu Yuli Astutik, 40, warga Desa Bator, Kecamatan Klampis. Nasurah menipu korban dengan cara bisa mendatangkan rezeki lewat jalan pintas pesugihan.

Alih-alih mendapat untung dari pesugihan, Yuli selaku salah seorang PNS Pemkab Bangkalan malah menjadi korban penipuan Rp 740 juta. Korban lantas melapor polisi pada 22 Januari 2019. Senin (28/1) sekitar pukul 12.00, polisi menangkap Nasurah di rumahnya. 

BANGKALAN – Perakara dugaan penipuan dengan modus pesugihan dengan tersangka Nasurah, 45, warga Desa Prancak, Kecamatan Sepulu, memasuki babak baru. Polsek Klampis melimpahkan berkas tahap pertama ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan kemarin (22/2).

Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Moh. Wiji Santoso menyatakan telah melakukan pemeriksaan kepada korban dan para saksi. Tersangka juga sudah diperiksa. Pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP).

Setelah dianyatakan lengkap, penyidik melimpahkan berkas perkara tahap satu kepada Kejari Bangkalan. ”Berkas perkara sudah dilimpahkan oleh penyidik,” kata mantan Kapolsek Tragah dan Modung.


Saat ini penyidik menunggu hasil analisis berkas tahap pertama yang dilakukan jaksa. Jika dinyatakan belum sempurna, penyidik bakal melakukan revisi sesuai petunjuk jaksa. Namun jika dinyatakan sempurna, penyidik akan melimpahkan tersangka beserta barang bukti (BB).

Baca Juga :  Projo: Koalisi Indonesia Bersatu Manuver Cerdas

Kasipidum Kejari Bangkalan Choirul Arifin membenarkan bahwa berkas tahap pertama perkara dugaan penipuan dengan modus pesugihan sudah masuk kejari. Pihaknya masih melakukan analisis untuk menentukan sudah sempurna atau belum.

Untuk diketahui, selama enam tahun terhitung sejak 2013 hingga 2018, tersangka menipu Yuli Astutik, 40, warga Desa Bator, Kecamatan Klampis. Nasurah menipu korban dengan cara bisa mendatangkan rezeki lewat jalan pintas pesugihan.

Alih-alih mendapat untung dari pesugihan, Yuli selaku salah seorang PNS Pemkab Bangkalan malah menjadi korban penipuan Rp 740 juta. Korban lantas melapor polisi pada 22 Januari 2019. Senin (28/1) sekitar pukul 12.00, polisi menangkap Nasurah di rumahnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/