alexametrics
24 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Jaka Jatim Tuding Alfalah Belum Penuhi Janji Politik

SAMPANG – Kepemimpinan Alfalah yang saat ini dipegang Fadhilah Budiono tiga hari lagi genap lima tahun. Sejumlah pihak menilai Fadhilah tidak bisa memenuhi janji politiknya saat kampanye dulu.

Sekretaris Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Tamsul mengatakan, salah satu visi dan misi kepemimpinan Alfalah adalah menciptakan birokrasi sehat, bersih, dan bermartabat. Sayangnya, masih banyak hal yang menyimpang dari visi tersebut.

Jika dikatakan Sampang bersih, tegas Tamsul, itu tidak benar. Sebab, masih banyak oknum pemerintah memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan tertentu. Bahkan beberapa kasus hukum yang menjerat aparatur pemerintah tidak sedikit selama beberapa tahun terakhir. Hal tersebut menjadi indikator bahwa Sampang belum bersih.

Tak hanya itu, lanjut Tamsul, kebijakan pemerintah selama ini tidak bermartabat. Salah satunya, penempatan pejabat tidak sesuai dengan kompetensinya.

Baca Juga :  Toju’ Abareng Jaka Jatim untuk Sampang

”Masih banyak dugaan adanya jual beli jabatan secara vulgar. Sehingga penempatan pejabat tidak sesuai dengan bidang keahlian,” ujarnya.

Akibatnya, tata kelola pemerintahan tidak sesuai dengan fungsinya. Terbukti, adanya pelayanan publik yang masih mengundang aduan masyarakat. Termasuk, penatakelolaan aset yang amburadul.

Jika diukur dari tingkat pelayanan publik, jelas Tamsul, banyak yang perlu dibenahi. Misalnya, dalam dunia pendidikan dan kesehatan. ”Termasuk, retribusi pajak yang tidak jelas,” ucapnya.

Tamsul menambahkan, pengelolaan aset pemkab berupa tanah tidak jelas. Banyak bangunan pemerintah berstatus sengketa. ”Masih banyak yang perlu dikoreksi dan itu menjadi evaluasi kepada siapa pun yang akan memimpin Sampang ke depan,” katanya Kamis (22/2).

Baca Juga :  Cegah Pungli Pelayanan Publik

Meski demikian, Tamsul tidak menyangkal jika kepemimpinan Alfalah dikenal dekat dengan masyarakat. Namun, hal tersebut bukan menjadi indikator pembangunan.

Menanggapi itu, Fadhilah Budiono mengatakan, hanya ada beberapa poin janji politik yang belum terealisasi. Hal tersebut bukan kegagalan. Menurut dia, pemerintah sudah berusaha merealisasikan semua visi-misi.

”Jika bicara soal visi-misi, masih ada yang tidak terealisasi. Yang jelas, kami sudah berusaha merealisasikan,” klaimnya.

Fadhilah menceritakan, pihaknya sebelumnya berembuk dengan almarhum KH Fannan Hasib untuk menangani banjir. Dalam programnya, pihaknya berusaha keras mengatasi banjir di Kota Sampang dengan sejumlah proyek pembangunan.

Pihaknya meyakini hal tersebut sudah terbukti dengan kurangnya intensitas banjir di Kota Bahari. ”Ini salah satu bukti program kami yang berhasil,” imbuhnya.

 

 

SAMPANG – Kepemimpinan Alfalah yang saat ini dipegang Fadhilah Budiono tiga hari lagi genap lima tahun. Sejumlah pihak menilai Fadhilah tidak bisa memenuhi janji politiknya saat kampanye dulu.

Sekretaris Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Tamsul mengatakan, salah satu visi dan misi kepemimpinan Alfalah adalah menciptakan birokrasi sehat, bersih, dan bermartabat. Sayangnya, masih banyak hal yang menyimpang dari visi tersebut.

Jika dikatakan Sampang bersih, tegas Tamsul, itu tidak benar. Sebab, masih banyak oknum pemerintah memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan tertentu. Bahkan beberapa kasus hukum yang menjerat aparatur pemerintah tidak sedikit selama beberapa tahun terakhir. Hal tersebut menjadi indikator bahwa Sampang belum bersih.


Tak hanya itu, lanjut Tamsul, kebijakan pemerintah selama ini tidak bermartabat. Salah satunya, penempatan pejabat tidak sesuai dengan kompetensinya.

Baca Juga :  Pemilih dari Kaum Disabilitas Capai 2.671 Orang

”Masih banyak dugaan adanya jual beli jabatan secara vulgar. Sehingga penempatan pejabat tidak sesuai dengan bidang keahlian,” ujarnya.

Akibatnya, tata kelola pemerintahan tidak sesuai dengan fungsinya. Terbukti, adanya pelayanan publik yang masih mengundang aduan masyarakat. Termasuk, penatakelolaan aset yang amburadul.

Jika diukur dari tingkat pelayanan publik, jelas Tamsul, banyak yang perlu dibenahi. Misalnya, dalam dunia pendidikan dan kesehatan. ”Termasuk, retribusi pajak yang tidak jelas,” ucapnya.

Tamsul menambahkan, pengelolaan aset pemkab berupa tanah tidak jelas. Banyak bangunan pemerintah berstatus sengketa. ”Masih banyak yang perlu dikoreksi dan itu menjadi evaluasi kepada siapa pun yang akan memimpin Sampang ke depan,” katanya Kamis (22/2).

Baca Juga :  Partisipasi Pemilih di Bawah 70 Persen

Meski demikian, Tamsul tidak menyangkal jika kepemimpinan Alfalah dikenal dekat dengan masyarakat. Namun, hal tersebut bukan menjadi indikator pembangunan.

Menanggapi itu, Fadhilah Budiono mengatakan, hanya ada beberapa poin janji politik yang belum terealisasi. Hal tersebut bukan kegagalan. Menurut dia, pemerintah sudah berusaha merealisasikan semua visi-misi.

”Jika bicara soal visi-misi, masih ada yang tidak terealisasi. Yang jelas, kami sudah berusaha merealisasikan,” klaimnya.

Fadhilah menceritakan, pihaknya sebelumnya berembuk dengan almarhum KH Fannan Hasib untuk menangani banjir. Dalam programnya, pihaknya berusaha keras mengatasi banjir di Kota Sampang dengan sejumlah proyek pembangunan.

Pihaknya meyakini hal tersebut sudah terbukti dengan kurangnya intensitas banjir di Kota Bahari. ”Ini salah satu bukti program kami yang berhasil,” imbuhnya.

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/