alexametrics
20.6 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Dilaporkan Warganya, Kades Cangkreng Jadi Tersangka

SUMENEP – Polres Sumenep sudah menetapkan Kepala Desa (Kades) Cangkreng, Kecamatan Lenteng Amin Zali sebagai tersangka Selasa (17/10). Dia diduga melakukan ancaman kekerasan terhadap Sahwan, warga Dusun Pocang, Desa Cangkreng.

Kasatreskrim Polres Sumenep AKP Moh. Nur Amin membenarkan Amin Zali ditetapkan tersangka. Dia dijerat pasal 335 ayat (1) KUHP. Ancamannya sembilan bulan penjara.

Menurut Moh. Nur Amin, pihaknya tidak bisa melakukan penahanan kepada Kades Cangkreng. Alasannya, ancaman hukuman di bawah lima tahun. ”Ya benar sudah ditetapkan tersangka,” ucapnya singkat Sabtu (21/10).

Aminullah selaku Penasihat Hukum Sahwan mengatakan, pada September 2016 silam, Amin Zali telah melakukan ancaman kekerasan kepada kliennya. Itu dipicu karena Sahwan akan melaporkan realisasi raskin dan proyek operasi nasional agraria (prona) di desanya.

Baca Juga :  Paslon Berani Bangkit Lapor Panwaslu

Setelah mendapat ancaman, Sahwan kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polres Sumenep. Yakni, Laporan Nomor LP/237/IX/2016/Jatim/Ress/SMP tertanggal 22 September 2016

”Kami berharap tersangka ditahan sekaligus dinonaktifkan sebagai Kades. Khawatir mengulangi lagi perbuatannya,” pinta Aminullah.

Dia menambahkan, proses untuk menetapkan tersangka berjalan setahun lebih. Hal itu berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik satreskrim polres. Ancaman kekerasan itu menggunakan bahasa Madura. Karena itu, korban mendatangkan saksi ahli.

SUMENEP – Polres Sumenep sudah menetapkan Kepala Desa (Kades) Cangkreng, Kecamatan Lenteng Amin Zali sebagai tersangka Selasa (17/10). Dia diduga melakukan ancaman kekerasan terhadap Sahwan, warga Dusun Pocang, Desa Cangkreng.

Kasatreskrim Polres Sumenep AKP Moh. Nur Amin membenarkan Amin Zali ditetapkan tersangka. Dia dijerat pasal 335 ayat (1) KUHP. Ancamannya sembilan bulan penjara.

Menurut Moh. Nur Amin, pihaknya tidak bisa melakukan penahanan kepada Kades Cangkreng. Alasannya, ancaman hukuman di bawah lima tahun. ”Ya benar sudah ditetapkan tersangka,” ucapnya singkat Sabtu (21/10).


Aminullah selaku Penasihat Hukum Sahwan mengatakan, pada September 2016 silam, Amin Zali telah melakukan ancaman kekerasan kepada kliennya. Itu dipicu karena Sahwan akan melaporkan realisasi raskin dan proyek operasi nasional agraria (prona) di desanya.

Baca Juga :  Paslon Berani Bangkit Lapor Panwaslu

Setelah mendapat ancaman, Sahwan kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polres Sumenep. Yakni, Laporan Nomor LP/237/IX/2016/Jatim/Ress/SMP tertanggal 22 September 2016

”Kami berharap tersangka ditahan sekaligus dinonaktifkan sebagai Kades. Khawatir mengulangi lagi perbuatannya,” pinta Aminullah.

Dia menambahkan, proses untuk menetapkan tersangka berjalan setahun lebih. Hal itu berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik satreskrim polres. Ancaman kekerasan itu menggunakan bahasa Madura. Karena itu, korban mendatangkan saksi ahli.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/