alexametrics
28.9 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Asyik Nonton Karnaval, Rumah Dibobol Maling

BANGKALAN – Maksud hati ingin mencari hiburan dengan nonton karnaval. Namun nahas menimpa Nur Hayati, 35. Perhiasan dan dokumen berharga milik warga Desa/Kecamatan Kamal itu raib digondol maling.

Kejadian itu berawal saat Nur Hayati bersama anaknya menonton karnaval di Kecamatan Kamal. Dia berangkat sekitar pukul 13.00 Minggu (20/8) dari rumahnya. Demi keamanan, sebelum pergi dia tidak lupa mengunci semua pintu rumah dan pagar.

Saat menyaksikan karnaval, dia tidak mempunyai firasat buruk apa pun. Sekitar pukul 16.30, Nur Hayati dan anaknya pulang. Pagar dan pintu rumah masih dalam keadaan terkunci. Namun setelah masuk ke dalam, Nur Hayati dikagetkan dengan atap plafon di ruang tamu dan kamar mandi rusak. Dia pun langsung memeriksa kamar dan isi lemarinya.

Nur Hayati kaget, perhiasan liontin tidak ada di lemarinya. Bahkan, dokumen bukti pembayaran DP dan cicilan rumah juga raib digondol maling. Beruntung, HP dan laptop di atas penyimpanan dokumen penting tidak ikut diambil pelaku.

Baca Juga :  Empat Pecatur Bangkalan Bakal Turun di Gresik Open

”Saya kaget. Waktu lihat atap plafon di ruang tamu berlubang. Saat itu saya mulai curiga ada pencurian,” ungkap Nur Hayati saat ditemui di lokasi Senin (21/8).

Nur Hayati menyampaikan, harga perhiasan liontin sekitar Rp 2 juta. Dia khawatir dengan hilangnya dokumen bukti pembayaran DP dan cicilan rumahnya. Apalagi, cicilan pembelian rumahnya belum lunas.

Diterangkan, Nur Hayati membeli rumah dengan cara kredit. Dia sudah membayar DP Rp 31.500.000. Sampai saat ini sudah enam kali membayar cicilan rumah.  Per bulannya Rp 2 juta. Kemudian, pengelola perumahan meminta tambahan Rp 7.500.000. Dengan demikian, total pembayaran sudah mencapai Rp 51 juta.

Nur Hayati merasa janggal atas peristiwa pencurian tersebut. Sebab pelaku mengambil dokumen bukti pembayaran DP dan cicilan rumah. Sementara barang berharga seperti laptop dan HP tidak dibawa pelaku.

Baca Juga :  Polres Ringkus Empat Belas Pelaku Kejahatan

”Pencurian ini aneh. Kenapa yang diambil hanya kuitansi DP dan cicilan rumah. Barang-barang seperti HP dan laptop tidak diambil,” akunya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Anton Widodo mengaku sudah mengetahui peristiwa pencurian dengan pemberatan tersebut. Sebab, korban langsung lapor polisi.

Polisi telah miminta keterangan korban dan mendatangi tempat kejadian perkara. Tujuannya, mengetahui cara pelaku menggasak barang milik korban. Selain itu juga melakukan identifikasi sidik jari terhadap benda-benda yang diduga dipegang pelaku. ”Masih penyelidikan. Doakan saja pelakunya bisa ditangkap,” tutup Anton.

BANGKALAN – Maksud hati ingin mencari hiburan dengan nonton karnaval. Namun nahas menimpa Nur Hayati, 35. Perhiasan dan dokumen berharga milik warga Desa/Kecamatan Kamal itu raib digondol maling.

Kejadian itu berawal saat Nur Hayati bersama anaknya menonton karnaval di Kecamatan Kamal. Dia berangkat sekitar pukul 13.00 Minggu (20/8) dari rumahnya. Demi keamanan, sebelum pergi dia tidak lupa mengunci semua pintu rumah dan pagar.

Saat menyaksikan karnaval, dia tidak mempunyai firasat buruk apa pun. Sekitar pukul 16.30, Nur Hayati dan anaknya pulang. Pagar dan pintu rumah masih dalam keadaan terkunci. Namun setelah masuk ke dalam, Nur Hayati dikagetkan dengan atap plafon di ruang tamu dan kamar mandi rusak. Dia pun langsung memeriksa kamar dan isi lemarinya.


Nur Hayati kaget, perhiasan liontin tidak ada di lemarinya. Bahkan, dokumen bukti pembayaran DP dan cicilan rumah juga raib digondol maling. Beruntung, HP dan laptop di atas penyimpanan dokumen penting tidak ikut diambil pelaku.

Baca Juga :  Karena Burung Pemuda ini Diamuk Massa

”Saya kaget. Waktu lihat atap plafon di ruang tamu berlubang. Saat itu saya mulai curiga ada pencurian,” ungkap Nur Hayati saat ditemui di lokasi Senin (21/8).

Nur Hayati menyampaikan, harga perhiasan liontin sekitar Rp 2 juta. Dia khawatir dengan hilangnya dokumen bukti pembayaran DP dan cicilan rumahnya. Apalagi, cicilan pembelian rumahnya belum lunas.

Diterangkan, Nur Hayati membeli rumah dengan cara kredit. Dia sudah membayar DP Rp 31.500.000. Sampai saat ini sudah enam kali membayar cicilan rumah.  Per bulannya Rp 2 juta. Kemudian, pengelola perumahan meminta tambahan Rp 7.500.000. Dengan demikian, total pembayaran sudah mencapai Rp 51 juta.

Nur Hayati merasa janggal atas peristiwa pencurian tersebut. Sebab pelaku mengambil dokumen bukti pembayaran DP dan cicilan rumah. Sementara barang berharga seperti laptop dan HP tidak dibawa pelaku.

Baca Juga :  Rampas Kalung Emas, Tinggalkan HP dan Motor

”Pencurian ini aneh. Kenapa yang diambil hanya kuitansi DP dan cicilan rumah. Barang-barang seperti HP dan laptop tidak diambil,” akunya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Anton Widodo mengaku sudah mengetahui peristiwa pencurian dengan pemberatan tersebut. Sebab, korban langsung lapor polisi.

Polisi telah miminta keterangan korban dan mendatangi tempat kejadian perkara. Tujuannya, mengetahui cara pelaku menggasak barang milik korban. Selain itu juga melakukan identifikasi sidik jari terhadap benda-benda yang diduga dipegang pelaku. ”Masih penyelidikan. Doakan saja pelakunya bisa ditangkap,” tutup Anton.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/