alexametrics
21.9 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Sukseskan Presidensi G20, Kemenko Perekonomian Gelar Sederet Even

JAKARTA – Dalam rangka menyukseskan Indonesia sebagai Presidensi G20, Kemenko Bidang Perekonomian menyelenggarakan beberapa kegiatan pendukung perhelatan dari sektor pangan dan agribisnis. Tema utamanya “Pangan Indonesia untuk Dunia yang Lebih Baik (Indonesian Food for a Better World)”.

Kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan antara lain berupa exposure komoditas, ajang pertemuan bisnis, festival, karnaval, serta talkshow. Acara itu dilaksanakan di tiga lokasi. Yakni di Jakarta sebagai Kick Off Events, kemudian Labuan Bajo, dan terakhir di Borobudur, Magelang.

“Isu ketahanan pangan sangat penting. Kita harus betul-betul berkonsentrasi terhadap ketersediaan pangan dalam negeri. Kuncinya hanya tiga hal. Yakni mengamankan supply side, diversifikasi pangan, dan efisiensi,” ujar Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat sambutan di Kick Off Events dengan subtema “Pangan Nusantara” di Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (22/6).

Kepemimpinan Indonesia dalam Presidensi G20 dipromosikan sebagai bridge builder antara negara maju dan berkembang. Pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 akan memberikan manfaat secara ekonomi melalui main events, side events, dan Road to G20 Summit di berbagai kota di Indonesia.

Sherpa Meeting G20 menjadi pertemuan tingkat tinggi yang strategis bagi Indonesia. Even itu menjadi ajang untuk mengampanyekan beragam produk unggulan Indonesia yang potensial dan menjadi andalan ekspor. Termasuk produk agrikultur Indonesia yang terseleksi sebagai andalan ekspor.

Baca Juga :  Agus Gumiwang Kartasasmita: Golkar Usung Airlangga sebagai Capres 2024

Dukungan kegiatan sektor pangan dan agribisnis akan melibatkan lebih banyak lapisan masyarakat. Mulai dari petani selaku produsen, BUMN, UMKM, eksportir, pelaku pasar, serta Kementerian/Lembaga (K/L) terkait (baik di pusat maupun di daerah).

“Kami sangat berharap melalui dukungan kegiatan ini, dapat menjadi momentum lahirnya berbagai inovasi teknologi, kerja sama, peluang investasi, dan pasar ekspor untuk sektor pangan dan agribisnis Indonesia,” ucap Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Musdhalifah Machmud saat menyampaikan laporan.

Musdhalifah juga menyampaikan, dukungan kepada Presidensi G20 diharapkan bisa memberikan manfaat dan memaksimalkan peluang yang ada dalam perhelatan Presidensi G20. Sehingga, bisa meningkatkan ekonomi rakyat Indonesia, khususnya di sektor pangan dan agribisnis.

Rangkaian kegiatan sejak pagi hari diawali Karnaval Panen Raya yang memamerkan berbagai produk pangan unggulan Indonesia. Produk pangan itu di arak dalam delapan buah gunungan dengan diiringi Pasukan Pembawa Bendera Merah Putih, Marching Band, serta ondel-ondel.

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menyampaikan, kolaborasi penting untuk perbaikan tata kelola pangan. Hal ini pun sesuai yang diamanahkan Presiden Jokowi pada Sidang Kabinet Paripurna.

Baca Juga :  Indonesia Kembangkan Ekonomi Hijau dan Kuatkan Iklim Investasi

“Diperlukan sebuah orkestrasi yang baik antara KL, BUMN, swasta dan daerah untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri maupun peningkatan produksi pangan untuk potensi ekspor pangan Indonesia,” ulasnya.

Saat menjawab sejumlah pertanyaan media dalam sesi doorstop, Airlangga juga memberikan penjelasan terkait dengan efisensi dan efektivitas produksi hasil pertanian, diversifikasi pangan, ekspor, harga bahan pangan, ketersediaan pupuk, hingga penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

“Indonesia luas lahan pertaniannya tiga kali lebih besar dari Thailand. Sehingga, kita dorong melakuka efisiensi dan produktivitas. Ke depan, untuk diversifikasi pangan kita punya komoditas unggulan yang lain,” ungkap Airlangga.

Acara Kick Off Events “Pangan Nusantara” tersebut turut dihadiri Menteri Perindustrian, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Koperasi dan UKM, Menteri Komunikasi dan Informasi. Termasuk Wakil Menteri Perdagangan.

Selain itu dihadiri perwakilan sejumlah kedutaan besar negara asing, perwakilan Pemprov DKI Jakarta, sejumlah Direktur Utama BUMN, BUMD/swasta/asosiasi, dan akademisi. Acara itu didukung lebih kurang 75 UMKM berikut sejumlah mitra. (map/fsr/*/par)

JAKARTA – Dalam rangka menyukseskan Indonesia sebagai Presidensi G20, Kemenko Bidang Perekonomian menyelenggarakan beberapa kegiatan pendukung perhelatan dari sektor pangan dan agribisnis. Tema utamanya “Pangan Indonesia untuk Dunia yang Lebih Baik (Indonesian Food for a Better World)”.

Kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan antara lain berupa exposure komoditas, ajang pertemuan bisnis, festival, karnaval, serta talkshow. Acara itu dilaksanakan di tiga lokasi. Yakni di Jakarta sebagai Kick Off Events, kemudian Labuan Bajo, dan terakhir di Borobudur, Magelang.

“Isu ketahanan pangan sangat penting. Kita harus betul-betul berkonsentrasi terhadap ketersediaan pangan dalam negeri. Kuncinya hanya tiga hal. Yakni mengamankan supply side, diversifikasi pangan, dan efisiensi,” ujar Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat sambutan di Kick Off Events dengan subtema “Pangan Nusantara” di Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (22/6).


Kepemimpinan Indonesia dalam Presidensi G20 dipromosikan sebagai bridge builder antara negara maju dan berkembang. Pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 akan memberikan manfaat secara ekonomi melalui main events, side events, dan Road to G20 Summit di berbagai kota di Indonesia.

Sherpa Meeting G20 menjadi pertemuan tingkat tinggi yang strategis bagi Indonesia. Even itu menjadi ajang untuk mengampanyekan beragam produk unggulan Indonesia yang potensial dan menjadi andalan ekspor. Termasuk produk agrikultur Indonesia yang terseleksi sebagai andalan ekspor.

Baca Juga :  Lestarikan Budaya Leluhur, Airlangga Ziarah ke Makam Ki Ageng Gribig

Dukungan kegiatan sektor pangan dan agribisnis akan melibatkan lebih banyak lapisan masyarakat. Mulai dari petani selaku produsen, BUMN, UMKM, eksportir, pelaku pasar, serta Kementerian/Lembaga (K/L) terkait (baik di pusat maupun di daerah).

“Kami sangat berharap melalui dukungan kegiatan ini, dapat menjadi momentum lahirnya berbagai inovasi teknologi, kerja sama, peluang investasi, dan pasar ekspor untuk sektor pangan dan agribisnis Indonesia,” ucap Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Musdhalifah Machmud saat menyampaikan laporan.

Musdhalifah juga menyampaikan, dukungan kepada Presidensi G20 diharapkan bisa memberikan manfaat dan memaksimalkan peluang yang ada dalam perhelatan Presidensi G20. Sehingga, bisa meningkatkan ekonomi rakyat Indonesia, khususnya di sektor pangan dan agribisnis.

Rangkaian kegiatan sejak pagi hari diawali Karnaval Panen Raya yang memamerkan berbagai produk pangan unggulan Indonesia. Produk pangan itu di arak dalam delapan buah gunungan dengan diiringi Pasukan Pembawa Bendera Merah Putih, Marching Band, serta ondel-ondel.

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menyampaikan, kolaborasi penting untuk perbaikan tata kelola pangan. Hal ini pun sesuai yang diamanahkan Presiden Jokowi pada Sidang Kabinet Paripurna.

Baca Juga :  Indonesia Kembangkan Ekonomi Hijau dan Kuatkan Iklim Investasi

“Diperlukan sebuah orkestrasi yang baik antara KL, BUMN, swasta dan daerah untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri maupun peningkatan produksi pangan untuk potensi ekspor pangan Indonesia,” ulasnya.

Saat menjawab sejumlah pertanyaan media dalam sesi doorstop, Airlangga juga memberikan penjelasan terkait dengan efisensi dan efektivitas produksi hasil pertanian, diversifikasi pangan, ekspor, harga bahan pangan, ketersediaan pupuk, hingga penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

“Indonesia luas lahan pertaniannya tiga kali lebih besar dari Thailand. Sehingga, kita dorong melakuka efisiensi dan produktivitas. Ke depan, untuk diversifikasi pangan kita punya komoditas unggulan yang lain,” ungkap Airlangga.

Acara Kick Off Events “Pangan Nusantara” tersebut turut dihadiri Menteri Perindustrian, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Koperasi dan UKM, Menteri Komunikasi dan Informasi. Termasuk Wakil Menteri Perdagangan.

Selain itu dihadiri perwakilan sejumlah kedutaan besar negara asing, perwakilan Pemprov DKI Jakarta, sejumlah Direktur Utama BUMN, BUMD/swasta/asosiasi, dan akademisi. Acara itu didukung lebih kurang 75 UMKM berikut sejumlah mitra. (map/fsr/*/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/