alexametrics
21 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Cegah Polarisasi dalam Pemilu, Dewan Pers-Polri Buat Nota Kesepahaman

JAKARTA – Dewan Pers dan Polri sepakat menjalin kerja sama. Kedua lembaga itu membuat nota kesepahaman dan komitmen bersama-sama memberikan pendidikan literasi tentang bagaimana menjaga politik yang sehat.

Polri dan Dewan Pers akan membuat program bersama berupa pertukaran informasi, sosialisasi, dan edukasi pencegahan polarisasi pemilu mendatang. Hal itu, disaampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat audiensi dengan Dewan Pers di Mabes Polri Jakarta, Selasa (21/6).

“Tantangan ke depan yang akan kita hadapi membutuhkan kesepahaman tentang pemberitaan dan cooling system yang saat ini dilaksanakan Polri. Tujuannya, untuk mencegah polarisasi yang bisa memecah belah persatuan anak bangsa dan acap muncul karena penggunaan politik identitas dalam pemilu,” ujarnya.

Kapolri menuturkan, tantangan ke depan akan menjadi semakin besar. Karena itu, dibutuhkan upaya mengurangi potensi-potensi perpecahan.

Baca Juga :  Peluru Tembus Kening Anggota Polsek

Menurut kapolri, hal itu akan selalu disampaikan setiap bertemu dengan seluruh elemen masyarakat dan semua tokoh. Secara khusus, mantan Kabareskrim Polri itu menyampaikan terima kasih atas kunjungan Dewan Pers.

“Kami akan terus bersinergi untuk melakukan hal-hal yang terbaik dan mendukung kemitraan antara pers atau rekan-rekan media dengan kepolisian. Kita sama-sama selalu berada di lapangan,” papar Listyo Sigit Prabowo.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers, Prof Azyumardi Azra, menjelaskan, dalam menghadapi Pemilu 2024, institusinya dan Polri memiliki keinginan yang sama. Yakni menjaga kohesi sosial atau keutuhan sosial. Dia berharap masyarakat kelak tidak terpecah belah.

“Kawan-kawan media seyogianya tidak memakai diksi-diksi yang memecah belah anak bangsa yang selama ini masih dipakai. Kita benar-benar harapkan itu tidak dipakai lagi,” katanya.

Baca Juga :  Berbaur Libatkan Akademisi Bentuk Tim Transisi

Prof Azra juga menginginkan adanya peningkatan kualitas jurnalistik dalam rangka menjaga dan mencegah terjadinya persebaran berita hoaks atau informasi bohong. Sebab, hal itu dapat berimplikasi pada perpecahan bangsa. Keinginan terjadinya peningkatan kualitas jurnalistik itu juga disampaikan oleh kapolri.

“Kita minta pelayanan yang diberikan berdasar.pada jurnalisme terverifikasi. Bukan yang dilakukan oleh orang-orang yang menggunakan jurnalistik untuk kepentingan tertentu, seperti kepentingan ekonomi dan lainnya,” tutur Prof.Azra.

Dalam audiensi itu, Prof Azra juga didampingi pengurus Dewan Pers lainnya. Mereka yang ikut hadir adalah M Agung Dharmajaya (wakil ketua) serta para anggota Dewan Pers, yakni Arif Zulkifli, Ninik Rahayu, Atmaji Sapto Anggoro, Totok Suryanto, dan Yadi Hendriana. (*/par)

JAKARTA – Dewan Pers dan Polri sepakat menjalin kerja sama. Kedua lembaga itu membuat nota kesepahaman dan komitmen bersama-sama memberikan pendidikan literasi tentang bagaimana menjaga politik yang sehat.

Polri dan Dewan Pers akan membuat program bersama berupa pertukaran informasi, sosialisasi, dan edukasi pencegahan polarisasi pemilu mendatang. Hal itu, disaampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat audiensi dengan Dewan Pers di Mabes Polri Jakarta, Selasa (21/6).

“Tantangan ke depan yang akan kita hadapi membutuhkan kesepahaman tentang pemberitaan dan cooling system yang saat ini dilaksanakan Polri. Tujuannya, untuk mencegah polarisasi yang bisa memecah belah persatuan anak bangsa dan acap muncul karena penggunaan politik identitas dalam pemilu,” ujarnya.


Kapolri menuturkan, tantangan ke depan akan menjadi semakin besar. Karena itu, dibutuhkan upaya mengurangi potensi-potensi perpecahan.

Baca Juga :  Pantau Penyekatan Jelang Lebaran, Korlantas Polri Turun ke Sampang

Menurut kapolri, hal itu akan selalu disampaikan setiap bertemu dengan seluruh elemen masyarakat dan semua tokoh. Secara khusus, mantan Kabareskrim Polri itu menyampaikan terima kasih atas kunjungan Dewan Pers.

“Kami akan terus bersinergi untuk melakukan hal-hal yang terbaik dan mendukung kemitraan antara pers atau rekan-rekan media dengan kepolisian. Kita sama-sama selalu berada di lapangan,” papar Listyo Sigit Prabowo.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers, Prof Azyumardi Azra, menjelaskan, dalam menghadapi Pemilu 2024, institusinya dan Polri memiliki keinginan yang sama. Yakni menjaga kohesi sosial atau keutuhan sosial. Dia berharap masyarakat kelak tidak terpecah belah.

“Kawan-kawan media seyogianya tidak memakai diksi-diksi yang memecah belah anak bangsa yang selama ini masih dipakai. Kita benar-benar harapkan itu tidak dipakai lagi,” katanya.

Baca Juga :  Dewan Pers Verfak JMSI Sumsel Selama Dua Jam

Prof Azra juga menginginkan adanya peningkatan kualitas jurnalistik dalam rangka menjaga dan mencegah terjadinya persebaran berita hoaks atau informasi bohong. Sebab, hal itu dapat berimplikasi pada perpecahan bangsa. Keinginan terjadinya peningkatan kualitas jurnalistik itu juga disampaikan oleh kapolri.

“Kita minta pelayanan yang diberikan berdasar.pada jurnalisme terverifikasi. Bukan yang dilakukan oleh orang-orang yang menggunakan jurnalistik untuk kepentingan tertentu, seperti kepentingan ekonomi dan lainnya,” tutur Prof.Azra.

Dalam audiensi itu, Prof Azra juga didampingi pengurus Dewan Pers lainnya. Mereka yang ikut hadir adalah M Agung Dharmajaya (wakil ketua) serta para anggota Dewan Pers, yakni Arif Zulkifli, Ninik Rahayu, Atmaji Sapto Anggoro, Totok Suryanto, dan Yadi Hendriana. (*/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/