alexametrics
19.5 C
Madura
Tuesday, August 9, 2022

Money Politics Jadi Atensi

PAMEKASAN – Panwaslu Pamekasan pasang mata dan telinga menyelisik setiap potensi pelanggaran. Jual beli suara menjadi atensi khusus pengawas pada hari H pencoblosan.

Divisi Hukum dan Penindakan Panwaslu Pamekasan Moh. Hanafi mengatakan, seluruh kekuatan pengawasan diterjunkan. Mulai pengawas tingkat kabupaten hingga yang di-plotting di lapangan.

Jumlah pengawas di Pamekasan 1.814 orang. Perinciannya, pengawas tempat pemungutan suara (TPS) 1.583 orang, panitia pengawas lapangan (PPL) 189 orang, panitia pengawas kecamatan (panwascam) 39 orang, dan panwaslu kabupaten 3 orang.

Mereka bakal mengawasi 1.579 TPS yang tersebar di 178 desa dan 11 kelurahan se-Pamekasan. ”Pengawasan kami maksimalkan,” katanya Kamis (21/6).

Hanafi menyatakan, seluruh tahapan pilkada diawasi secara profesional dan maksimal. Menurut dia, yang paling menjadi atensi adalah politik uang. Jual beli suara dilarang keras dalam pesta demokrasi.

Jika ada pasangan calon (paslon) terbukti melakukan politik uang, sanksi bisa berupa pencoretan sebagai kontestan pilkada. ”Sanksi money politics tidak main-main,” tegasnya.

Baca Juga :  Sajam-Kecurangan Jadi Atensi TNI-Polri

Mantan aktivis PMII itu menyampaikan, panwaslu diberi kewenangan super power oleh undang-undang. Yakni, bisa menjatuhkan sanksi berat berupa diskualifikasi terhadap paslon yang melakukan pelanggaran berat.

Amanah dan kepercayaan undang-undang terhadap kinerja panwaslu harus diimbangi dengan kinerja yang maksimal. Pengawasan dilakukan secara ketat dan profesional.

Hanafi memastikan, penindakan terhadap pelanggaran akan dilakukan sesuai regulasi yang berlaku. Sekecil apa pun bentuk pelanggaran pasti akan diproses. Mengenai sanksi, sesuai dengan pelanggaran yang terjadi.

Pengawasan ketat dilakukan semata untuk menjamin berjalannya pesta demokrasi bersih. Tidak ada kecurangan apa pun yang dapat mengganggu pilkada. ”Seperti apa pun pelanggaran yang terjadi, pasti diproses,” kata jebolan UTM itu.

Masyarakat harus ikut andil mengawasi berlangsungnya pilkada. Jangan sampai pemilihan pemimpin untuk lima tahun ke depan ternoda tindakan oknum tidak bertanggung jawab.

Baca Juga :  Rukuna Emma’

Jika ada indikasi terjadinya pelanggaran, diminta segera melapor kepada pengawas. Laporan itu akan ditindaklanjuti untuk mengetahui apakah pelanggaran benar-benar terjadi.

Hanafi menyampaikan, tanpa dukungan masyarakat, pengawasan akan terasa berat. Sebab, jumlah personel pengawas tidak sebanding dengan luas Pamekasan. Besar harapan panwaslu kepada masyarakat untuk bersinergi mengawasi pesta demokrasi itu.

Kasubbaghumas Polres Pamekasan AKP Osa Maliki mengatakan, Polri juga dilibatkan dalam satgas politik uang. Pengawasan dilakukan. Jika masyarakat menemukan indikasi adanya politik uang, dipersilakan melapor. ”Pengawasan dari polisi juga maksimal,” tandasnya.

Untuk diketahui, Pilkada Pamekasan diikuti dua paslon. Yakni, Bersama Baddrut Tamam-Raja’e (Berbaur) dengan nomor urut satu dan Kholilurrahman–Fathorrahman (Kholifah) dengan nomor urut dua.

PAMEKASAN – Panwaslu Pamekasan pasang mata dan telinga menyelisik setiap potensi pelanggaran. Jual beli suara menjadi atensi khusus pengawas pada hari H pencoblosan.

Divisi Hukum dan Penindakan Panwaslu Pamekasan Moh. Hanafi mengatakan, seluruh kekuatan pengawasan diterjunkan. Mulai pengawas tingkat kabupaten hingga yang di-plotting di lapangan.

Jumlah pengawas di Pamekasan 1.814 orang. Perinciannya, pengawas tempat pemungutan suara (TPS) 1.583 orang, panitia pengawas lapangan (PPL) 189 orang, panitia pengawas kecamatan (panwascam) 39 orang, dan panwaslu kabupaten 3 orang.


Mereka bakal mengawasi 1.579 TPS yang tersebar di 178 desa dan 11 kelurahan se-Pamekasan. ”Pengawasan kami maksimalkan,” katanya Kamis (21/6).

Hanafi menyatakan, seluruh tahapan pilkada diawasi secara profesional dan maksimal. Menurut dia, yang paling menjadi atensi adalah politik uang. Jual beli suara dilarang keras dalam pesta demokrasi.

Jika ada pasangan calon (paslon) terbukti melakukan politik uang, sanksi bisa berupa pencoretan sebagai kontestan pilkada. ”Sanksi money politics tidak main-main,” tegasnya.

Baca Juga :  Rukuna Emma’

Mantan aktivis PMII itu menyampaikan, panwaslu diberi kewenangan super power oleh undang-undang. Yakni, bisa menjatuhkan sanksi berat berupa diskualifikasi terhadap paslon yang melakukan pelanggaran berat.

Amanah dan kepercayaan undang-undang terhadap kinerja panwaslu harus diimbangi dengan kinerja yang maksimal. Pengawasan dilakukan secara ketat dan profesional.

Hanafi memastikan, penindakan terhadap pelanggaran akan dilakukan sesuai regulasi yang berlaku. Sekecil apa pun bentuk pelanggaran pasti akan diproses. Mengenai sanksi, sesuai dengan pelanggaran yang terjadi.

Pengawasan ketat dilakukan semata untuk menjamin berjalannya pesta demokrasi bersih. Tidak ada kecurangan apa pun yang dapat mengganggu pilkada. ”Seperti apa pun pelanggaran yang terjadi, pasti diproses,” kata jebolan UTM itu.

Masyarakat harus ikut andil mengawasi berlangsungnya pilkada. Jangan sampai pemilihan pemimpin untuk lima tahun ke depan ternoda tindakan oknum tidak bertanggung jawab.

Baca Juga :  Anggap Tak Cukup Bukti, Polres Lepas Jatim

Jika ada indikasi terjadinya pelanggaran, diminta segera melapor kepada pengawas. Laporan itu akan ditindaklanjuti untuk mengetahui apakah pelanggaran benar-benar terjadi.

Hanafi menyampaikan, tanpa dukungan masyarakat, pengawasan akan terasa berat. Sebab, jumlah personel pengawas tidak sebanding dengan luas Pamekasan. Besar harapan panwaslu kepada masyarakat untuk bersinergi mengawasi pesta demokrasi itu.

Kasubbaghumas Polres Pamekasan AKP Osa Maliki mengatakan, Polri juga dilibatkan dalam satgas politik uang. Pengawasan dilakukan. Jika masyarakat menemukan indikasi adanya politik uang, dipersilakan melapor. ”Pengawasan dari polisi juga maksimal,” tandasnya.

Untuk diketahui, Pilkada Pamekasan diikuti dua paslon. Yakni, Bersama Baddrut Tamam-Raja’e (Berbaur) dengan nomor urut satu dan Kholilurrahman–Fathorrahman (Kholifah) dengan nomor urut dua.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/