alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Polisi Tangkap Lulusan SMA Kedapatan Bawa Sabu-Sabu

SUMENEP – Faisal Zulmy Ferdiansyah, 32, terancam merayakan hari raya Idul Fitri di balik jeruji besi. Pria yang biasa disapa Icank warga Jalan Bambu Duri, Desa Gunggung, Kecamatan Batuan itu ditangkap polisi setelah kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu.

Ceritanya, Satresnarkoba Polres Sumenep menerima laporan dari masyarakat bahwa Icank sering membawa sabu-sabu ke wilayah Kecamatan Kota. Berbekal informasi tersebut petugas mulai melakukan pengintaian terhadap aktivitas pria lulusan SMA itu.

Senin (20/5) sekitar pukul 19.00, polisi menerima informasi bahwa Icank akan melintas di Kelurahan Karangduak, Kecamatan Kota. Tidak mau kecolongan, polisi lalu melakukan penyelidikan. Benar saja, Icank melintas di Jalan Nangka, Kelurahan Karangduak.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Terduga Pencabul Buron

Setelah diberhentikan, Icank digeledah petugas. Dari tangan Icank, polisi menemukan barang bukti berupa 1 poket berisi sabu-sabu. Barang haram itu disimpan Icank di balik silikon HP-nya yang ditaruh di saku celana kanan bagian depan.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya satu plastik klip kecil berisi sabu-sabu 0,68 gram, 1 unit HP merek Oppo warna hitam bersilikon bening, dan 1 unit sepeda motor Yamaha Aerox warna hitam tanpa pelat nomor.

Kepada petugas, Icank mengakui barang haram itu miliknya. Setelah itu petugas membawa Icank beserta barang bukti di Mapolres Sumenep. Atas kepemilikan sabu-sabu itu, Icank dijerat pasal 114 ayat 1, subsider pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca Juga :  KPK Imbau Mayarakat Jangan Pilih Calon yang Ngasih Uang

Kasatresnarkoba Polres Sumenep AKP Sutrisno membenarkan penangkapan terhadap Icank. Kepada petugas Icank menyebut asal muasal barang haram itu didapatkan.

”Sudah disebut. Namanya Waris. Katanya orang Ganding. Setelah dicari yang namanya Waris di sana, tidak ada,” ungkap dia.

Sutrisno berjanji akan terus menyelidiki kasus tersebut. Akan terus mendalami asal muasal masuknya barang haram itu ke Kota Keris. ”Akan terus kami kembangkan,” janjinya. (jup)

SUMENEP – Faisal Zulmy Ferdiansyah, 32, terancam merayakan hari raya Idul Fitri di balik jeruji besi. Pria yang biasa disapa Icank warga Jalan Bambu Duri, Desa Gunggung, Kecamatan Batuan itu ditangkap polisi setelah kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu.

Ceritanya, Satresnarkoba Polres Sumenep menerima laporan dari masyarakat bahwa Icank sering membawa sabu-sabu ke wilayah Kecamatan Kota. Berbekal informasi tersebut petugas mulai melakukan pengintaian terhadap aktivitas pria lulusan SMA itu.

Senin (20/5) sekitar pukul 19.00, polisi menerima informasi bahwa Icank akan melintas di Kelurahan Karangduak, Kecamatan Kota. Tidak mau kecolongan, polisi lalu melakukan penyelidikan. Benar saja, Icank melintas di Jalan Nangka, Kelurahan Karangduak.

Baca Juga :  Gerebek Pesta Sabu, Polres Bangkalan Amankan 5 Pria dan ABG

Setelah diberhentikan, Icank digeledah petugas. Dari tangan Icank, polisi menemukan barang bukti berupa 1 poket berisi sabu-sabu. Barang haram itu disimpan Icank di balik silikon HP-nya yang ditaruh di saku celana kanan bagian depan.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya satu plastik klip kecil berisi sabu-sabu 0,68 gram, 1 unit HP merek Oppo warna hitam bersilikon bening, dan 1 unit sepeda motor Yamaha Aerox warna hitam tanpa pelat nomor.

Kepada petugas, Icank mengakui barang haram itu miliknya. Setelah itu petugas membawa Icank beserta barang bukti di Mapolres Sumenep. Atas kepemilikan sabu-sabu itu, Icank dijerat pasal 114 ayat 1, subsider pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca Juga :  Seni Rupa dan Strategi Kebudayaan (Untuk Rochim Mawardi)

Kasatresnarkoba Polres Sumenep AKP Sutrisno membenarkan penangkapan terhadap Icank. Kepada petugas Icank menyebut asal muasal barang haram itu didapatkan.

”Sudah disebut. Namanya Waris. Katanya orang Ganding. Setelah dicari yang namanya Waris di sana, tidak ada,” ungkap dia.

Sutrisno berjanji akan terus menyelidiki kasus tersebut. Akan terus mendalami asal muasal masuknya barang haram itu ke Kota Keris. ”Akan terus kami kembangkan,” janjinya. (jup)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/