alexametrics
24 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Polisi Tangkap Lulusan SMA Kedapatan Bawa Sabu-Sabu

SUMENEP – Faisal Zulmy Ferdiansyah, 32, terancam merayakan hari raya Idul Fitri di balik jeruji besi. Pria yang biasa disapa Icank warga Jalan Bambu Duri, Desa Gunggung, Kecamatan Batuan itu ditangkap polisi setelah kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu.

Ceritanya, Satresnarkoba Polres Sumenep menerima laporan dari masyarakat bahwa Icank sering membawa sabu-sabu ke wilayah Kecamatan Kota. Berbekal informasi tersebut petugas mulai melakukan pengintaian terhadap aktivitas pria lulusan SMA itu.

Senin (20/5) sekitar pukul 19.00, polisi menerima informasi bahwa Icank akan melintas di Kelurahan Karangduak, Kecamatan Kota. Tidak mau kecolongan, polisi lalu melakukan penyelidikan. Benar saja, Icank melintas di Jalan Nangka, Kelurahan Karangduak.

Baca Juga :  Gelapkan Uang Rp 72 Juta Polisi Tangkap Kepala Toko Indomaret

Setelah diberhentikan, Icank digeledah petugas. Dari tangan Icank, polisi menemukan barang bukti berupa 1 poket berisi sabu-sabu. Barang haram itu disimpan Icank di balik silikon HP-nya yang ditaruh di saku celana kanan bagian depan.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya satu plastik klip kecil berisi sabu-sabu 0,68 gram, 1 unit HP merek Oppo warna hitam bersilikon bening, dan 1 unit sepeda motor Yamaha Aerox warna hitam tanpa pelat nomor.

Kepada petugas, Icank mengakui barang haram itu miliknya. Setelah itu petugas membawa Icank beserta barang bukti di Mapolres Sumenep. Atas kepemilikan sabu-sabu itu, Icank dijerat pasal 114 ayat 1, subsider pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca Juga :  KPU Waspadai Anggota Tim Kampanye Ikut Mendaftar

Kasatresnarkoba Polres Sumenep AKP Sutrisno membenarkan penangkapan terhadap Icank. Kepada petugas Icank menyebut asal muasal barang haram itu didapatkan.

”Sudah disebut. Namanya Waris. Katanya orang Ganding. Setelah dicari yang namanya Waris di sana, tidak ada,” ungkap dia.

Sutrisno berjanji akan terus menyelidiki kasus tersebut. Akan terus mendalami asal muasal masuknya barang haram itu ke Kota Keris. ”Akan terus kami kembangkan,” janjinya. (jup)

SUMENEP – Faisal Zulmy Ferdiansyah, 32, terancam merayakan hari raya Idul Fitri di balik jeruji besi. Pria yang biasa disapa Icank warga Jalan Bambu Duri, Desa Gunggung, Kecamatan Batuan itu ditangkap polisi setelah kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu.

Ceritanya, Satresnarkoba Polres Sumenep menerima laporan dari masyarakat bahwa Icank sering membawa sabu-sabu ke wilayah Kecamatan Kota. Berbekal informasi tersebut petugas mulai melakukan pengintaian terhadap aktivitas pria lulusan SMA itu.

Senin (20/5) sekitar pukul 19.00, polisi menerima informasi bahwa Icank akan melintas di Kelurahan Karangduak, Kecamatan Kota. Tidak mau kecolongan, polisi lalu melakukan penyelidikan. Benar saja, Icank melintas di Jalan Nangka, Kelurahan Karangduak.

Baca Juga :  PAN Sepakat Usung H Hisan-Ra Dulla

Setelah diberhentikan, Icank digeledah petugas. Dari tangan Icank, polisi menemukan barang bukti berupa 1 poket berisi sabu-sabu. Barang haram itu disimpan Icank di balik silikon HP-nya yang ditaruh di saku celana kanan bagian depan.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya satu plastik klip kecil berisi sabu-sabu 0,68 gram, 1 unit HP merek Oppo warna hitam bersilikon bening, dan 1 unit sepeda motor Yamaha Aerox warna hitam tanpa pelat nomor.

Kepada petugas, Icank mengakui barang haram itu miliknya. Setelah itu petugas membawa Icank beserta barang bukti di Mapolres Sumenep. Atas kepemilikan sabu-sabu itu, Icank dijerat pasal 114 ayat 1, subsider pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca Juga :  Hendak Pasok Narkoba 7,5 Kg ke Sokobanah, Kurir Aceh Tempuh Rute Ini

Kasatresnarkoba Polres Sumenep AKP Sutrisno membenarkan penangkapan terhadap Icank. Kepada petugas Icank menyebut asal muasal barang haram itu didapatkan.

”Sudah disebut. Namanya Waris. Katanya orang Ganding. Setelah dicari yang namanya Waris di sana, tidak ada,” ungkap dia.

Sutrisno berjanji akan terus menyelidiki kasus tersebut. Akan terus mendalami asal muasal masuknya barang haram itu ke Kota Keris. ”Akan terus kami kembangkan,” janjinya. (jup)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/