alexametrics
21.1 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Godok Raperda Induk Pariwisata

SAMPANG – Regulasi tentang pengelolaan destinasi wisata Visit Madura di Sampang hingga kini belum ada. Penyusunan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang induk kepariwisataan masih digedok

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana mengatakan, untuk menyelaraskan kondisi tersebut, pihaknya menargetkan tahun ini pembahasan raperda tersebut akan rampung. ”Raperda induk pariwisata menjadi perda yang diprioritaskan untuk disahkan. Agar semua tempat wisata di Sampang bisa dikelola dengan baik,” ucapnya Rabu (21/3).

 Politikus PPP itu menyatakan, pengelolaan dan pengembangan destinasi atau objek wisata perlu melibatkan semua pihak. Mulai dari masyarakat hingga pemkab. Termasuk, DPRD dalam hal pembentukan perda pariwisata.

Jika tempat wisata yang ada bisa dikelola dan dikembangkan dengan baik, kata Amin, dampaknya bisa menigkatkan pendapatan asli daerah (PAD). ”Juga bisa membantu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat setempat,” katanya.

Baca Juga :  DPRD Abaikan Petunjuk Gubernur

Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sampang itu, menambahkan, dalam pengelolaan tempat wisata, pemkab harus bisa memerhatikan kondisi lingkungan dan budaya lokal masyarakat sekitar. Dengan demikian, pengelolaan wisata bisa mendapat dukungan warga.

”Jangan sampai kebijakan yang diterapkan justru menimbulkan permasalahan atau penolakan dari masyarakat,” sarannya.

Sementara itu, Kepala Disporabudpar Sampang, Aji Waluyo mengatakan, saat ini semua OPD terkait sedang fokus terhadap pengumpulan dokumen. Juga melakukan kajian materi yang menjadi rujukan tentang pengelolaan dan pengembangan tempat wisata yang masuk Visit Madura.

Sejumlah tempat wisata yang masuk Visit Madura yaitu, Hutan Kera Nepa di Kecamatan Banyuates, Air Terjun Toroan di Ketapang, dan Pantai Lon Malang di Kecamatan Sokobanah. ”Kami akan tetap mengikuti perda yang ada. Dan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan dan budaya masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Baru Lima Hari Nikah, Kini Ditahan

 


SAMPANG – Regulasi tentang pengelolaan destinasi wisata Visit Madura di Sampang hingga kini belum ada. Penyusunan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang induk kepariwisataan masih digedok

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana mengatakan, untuk menyelaraskan kondisi tersebut, pihaknya menargetkan tahun ini pembahasan raperda tersebut akan rampung. ”Raperda induk pariwisata menjadi perda yang diprioritaskan untuk disahkan. Agar semua tempat wisata di Sampang bisa dikelola dengan baik,” ucapnya Rabu (21/3).

 Politikus PPP itu menyatakan, pengelolaan dan pengembangan destinasi atau objek wisata perlu melibatkan semua pihak. Mulai dari masyarakat hingga pemkab. Termasuk, DPRD dalam hal pembentukan perda pariwisata.


Jika tempat wisata yang ada bisa dikelola dan dikembangkan dengan baik, kata Amin, dampaknya bisa menigkatkan pendapatan asli daerah (PAD). ”Juga bisa membantu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat setempat,” katanya.

Baca Juga :  Kholifah Layangkan Gugatan ke MK

Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sampang itu, menambahkan, dalam pengelolaan tempat wisata, pemkab harus bisa memerhatikan kondisi lingkungan dan budaya lokal masyarakat sekitar. Dengan demikian, pengelolaan wisata bisa mendapat dukungan warga.

”Jangan sampai kebijakan yang diterapkan justru menimbulkan permasalahan atau penolakan dari masyarakat,” sarannya.

Sementara itu, Kepala Disporabudpar Sampang, Aji Waluyo mengatakan, saat ini semua OPD terkait sedang fokus terhadap pengumpulan dokumen. Juga melakukan kajian materi yang menjadi rujukan tentang pengelolaan dan pengembangan tempat wisata yang masuk Visit Madura.

Sejumlah tempat wisata yang masuk Visit Madura yaitu, Hutan Kera Nepa di Kecamatan Banyuates, Air Terjun Toroan di Ketapang, dan Pantai Lon Malang di Kecamatan Sokobanah. ”Kami akan tetap mengikuti perda yang ada. Dan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan dan budaya masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  2 Tahun Kasus KDRT Tak Diproses

 


- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/