alexametrics
20.9 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Kekurangan Surat Suara Belum Terpenuhi

SUMENEP – Kekurangan surat suara di Sumenep belum terpenuhi. Hingga kemarin (21/2), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep belum menerima surat suara tambahan dari KPU Jawa Timur. Padahal, penyortiran dan pelipatan sudah berlangsung selama sepekan.

Ketua KPU Sumenep A. Warits mengatakan, saat ini surat suara yang kurang sekitar 2.000 eksemplar per tingkatannya. Baik surat suara untuk tingkat DPRD kabupaten, DPRD provinsi, DPR RI, maupun presiden-wakil presiden. Dengan demikian, kekurangan surat suara keseluruhan sekitar 10 ribu eksemplar.

”Nanti itu kami ajukan sekalian dengan surat-suara yang rusak,” kata Warits kemarin (21/2).

Meski kurang, proses sortasi dan pelipatan tetap berlanjut. Karena itulah pihaknya yakin bahwa kekurangan surat suara itu tidak akan mengganggu tahapan pemilu. Terlebih pelaksanaan pemilu masih jauh, yakni 17 April mendatang.

Baca Juga :  Money Politics Jadi Atensi

“Nanti pasti dipenuhi oleh KPU provinsi. Saat ini masih menunggu saja,” tegasnya.

Dia menjelaskan, pihaknya telah menyortir seluruh surat suara untuk caleg DPRD Sumenep. Setelah dilakukan penyortiran, ditemukan ratusan surat suara rusak. Baik rusak karena sobek sebagian, robek terbelah dua, berlubang, ataupun terdapat bercak noda.

”Kerusakannya tersebar di seluruh dapil (daerah pemilihan),” jelas pria asal Kecamatan Gapura tersebut.

Tahapan penyortiran ini dibutuhkan waktu sekitar satu bulan. Tenaga yang dilibatkan mencapai ratusan orang. Pada hari pertama yang dilibatkan 102 orang. Kemudian jumlahnya terus bertambah hingga mencapai 160 orang.

”Target kami, satu bulan selesai. Tapi kalau misalnya penyortiran selesai lebih awal, itu lebih baik,” tukasnya.

Baca Juga :  KPU Plenokan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan

SUMENEP – Kekurangan surat suara di Sumenep belum terpenuhi. Hingga kemarin (21/2), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep belum menerima surat suara tambahan dari KPU Jawa Timur. Padahal, penyortiran dan pelipatan sudah berlangsung selama sepekan.

Ketua KPU Sumenep A. Warits mengatakan, saat ini surat suara yang kurang sekitar 2.000 eksemplar per tingkatannya. Baik surat suara untuk tingkat DPRD kabupaten, DPRD provinsi, DPR RI, maupun presiden-wakil presiden. Dengan demikian, kekurangan surat suara keseluruhan sekitar 10 ribu eksemplar.

”Nanti itu kami ajukan sekalian dengan surat-suara yang rusak,” kata Warits kemarin (21/2).


Meski kurang, proses sortasi dan pelipatan tetap berlanjut. Karena itulah pihaknya yakin bahwa kekurangan surat suara itu tidak akan mengganggu tahapan pemilu. Terlebih pelaksanaan pemilu masih jauh, yakni 17 April mendatang.

Baca Juga :  Kurir 1 Kg Sabu Ngaku Tak Tahu

“Nanti pasti dipenuhi oleh KPU provinsi. Saat ini masih menunggu saja,” tegasnya.

Dia menjelaskan, pihaknya telah menyortir seluruh surat suara untuk caleg DPRD Sumenep. Setelah dilakukan penyortiran, ditemukan ratusan surat suara rusak. Baik rusak karena sobek sebagian, robek terbelah dua, berlubang, ataupun terdapat bercak noda.

”Kerusakannya tersebar di seluruh dapil (daerah pemilihan),” jelas pria asal Kecamatan Gapura tersebut.

Tahapan penyortiran ini dibutuhkan waktu sekitar satu bulan. Tenaga yang dilibatkan mencapai ratusan orang. Pada hari pertama yang dilibatkan 102 orang. Kemudian jumlahnya terus bertambah hingga mencapai 160 orang.

”Target kami, satu bulan selesai. Tapi kalau misalnya penyortiran selesai lebih awal, itu lebih baik,” tukasnya.

Baca Juga :  Tangkap 37 Orang dan Sita 49,71 Gram SS

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/